Posted on

Berzina dan Minuman Keras Pada Hakekatnya Halal -5

Tampilkan 70 – 90 dari 123 kiriman dari 25 orang.

Kiriman 70

M Natzer Waiulung membalas kiriman Andapada 29 Juni 2009 jam 4:06

sungguh anda terlalu banyak berkata dan menulis jikalau itu kehendak diri maka itulah kehendak tuhan sampai akhirnya engkau tidak lagi memerlukan huruf, suara, gambar, angka dan dan penglihatan untuk menggambarkan dan memaknai siapa dia jika engkau telah berada di maqam tertinggi wahai saudaraku maka semuanya tidak lagi berhuruf dan bergambar.
semoga kita akan bertemu di sana dengan kedudukan yang baik.aminnnnnn

Balas ke M NatzerLaporkan

Kiriman 71

Lingga Pradana menulispada 29 Juni 2009 jam 11:26

Hnya tuk sling mngigatkn
kadang kala yg mmplajri TASSAWUF tnpa GURU yg mmumpuni n KITAB2 yg brlandskan akan AL QURAN n HADIST akn mudh mnjauhi SYARIAT ISLAM ssungguh’a

saya pun mmplajri ILMU TASSAWUF tpi TASSAWUF ala ISLAM bukan ala HINDU . BUDHA , KEJAWEN / pmikirin sdnri tidk brdasrkan pda al quran n hadist / tidk ssuai dgn apa yg telh d tntukn oleh ALLAH n yg d ajrkn oleh ROSSUL

jangan trllu brlebihan dlam HAL agama mka klian akn trsest sprti kaum2 trdahulu

orang-orang sebelum kamu hancur hanya sebab berlebih-lebihan dalam agama” (HR Ahmad, Nasa’I, Ibnu Majah, Al-Hakim, Ibnu Huzaimah dan Ibnu Hibban dari Ibnu Abbas)

shoheh Muslim, Ibnu Mas”ud r.a. berkata: bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Binasalah orang-orang yang bersikap berlebih-lebihan" (diulanginya ucapan itu tiga kali).

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud: “Jauhkanlah dirimu dari berlebih-lebihan (tanaththu’) dan perpecahan” yakni berlebih-lebihan dalam membaca berbagai macam qira’at (An Nihayah, Ibnu Atsir, 5/74, terbitan Isa Al-Halabi, Tahqiq Ath Thanahi)

“Wahai orang-orang ahli kitab, janganlah kalian melampaui batas dalam agama kalian, dan janganlah kalian mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar.” (QS. An nisa”, 171).

==============================================

ILMU TASSAWUF mmplajri kurng lbih 13 ilmu ISLAM
yang utama biasa’a : ILMU TAUHID , ILMU AKIDAH , ILMU FIQIH , ILMU NAHU SHOROB , ILMU ALAT yg pling extensial bg sya ILMU MANTIK
msih bnyk ilmu2 yg laen tntu’a tidk mnyimpang dr al quran / hadist

sya masih FAKIR akan ilmu2 trsebut mka’a sya trus mncari sbua kbenarn yg NYATA, wlwpun mmpunyai bnyk GURU , KYAI , AJENGAN / pun kitab2 yg brhubungan dgn TASSAWUF tpi sya msih kurng sya ingin msih trus mnvcari ilmu d mncri trus

sprti hal’a dlm KITAB AL HKAM dr Syekh AHMAD bin MUHAMAD ATAILAH yg mmplajri tntng ilmu tassawuf
syara’a tassawuf adlh

SYARIAT – HAKIKAT – MAKRIFAT

SYARIAT adlah ktentuan apa yg telah d tetapkn ALLH n apa yg telah d ajrkan oleh ROSSUL yg psti’a tidk mnyimpang dr AL QUAR / hadist

HAKIKAT’a kita hrus mnjalni SYARIAT tu smua
bagaimana kita bsa MARIFAT kpd ALLAH kalau tidak mngethui apa yg telh d SYARIATkn n kita tidak mnjalni HAKIKAT’a

tinggktn MAQAM trgantung bgamna kta mmhami akn SYARIAT n HAKIKAT trsebut
bgaimna mo mncpai maqam trtinggi klo msih MENGHALALKAN MINUMAN KERSA n ZINAH pdhl sudh jels2 d LUAR SYARIAT

maff bun mksud mnggurui ni hnya NASEHAT tuk diri PRIBADI agrsya TIDAK LUPA dgn ni SMUA

allahu a’llam bishawwab

Balas ke LinggaLaporkan

Kiriman 72

Pulung Tri Handoko menulispada 29 Juni 2009 jam 13:22

Alhamdulilah
emang dalam menjalankan sesuatu mengalami beberapa tititk karena terjadinya sesuatu adalah penggabungan titik-titik yang akhirnya menjadi sesuatu yang bisa di baca dan dari titik-titik itu sinarilah dengan nur sehingga menjadi sesuatu yang jelas terbaca, ikhlas adalah komponen utama untuk membaca segala sesuatu, kalo bisa ya kita ikhlas saja berdiskusi
banyak pandangan tentunya kalo kita bisa ambil hikmahnya kita juga yang mendapatkan ilmunya bukan dengan pandangan tersebut kita menjadi terjerumus trus satu hal lagi yang perlu saya tegaskan apapun ilmunya back to basic aja kembalilah berlandaskan AL-QURAN & HADIST.

orang yang sampai pada tingkatan ilmu atau maqam lebih tinggi tentunya bisa memaknai sesuatu dengan luas tidak hanya membaca dengan berdasar kata-kata tapi membacalah berdasarkan makna

Saya yakin mas2 di sini intinya cuma satu bagaimana menjalani hidup berdasar qada dan qadar mas2 masing2 dalam rangka menuju Allah dan masing2 berusaha sedekat mungkin bersama Allah

jangan sampai terjebak dengan cara untuk mendekat kepada Allah
karena banyak cara untuk menuju Allah….

Contoh :
maaf ini hanya sebuah gambaran contoh saja tapi pemaknaannya tentunya lebih luas dari hal ini
di indonesia ini banyak yang dekat dengan SBY sebagai presiden tapi bagaimana di mata SBY sendiri kita gak pernah tahu
dari ulama,pengemis perampok, penjahat banyak macam lah

Subhanallah jadi intinya ya kita harus berusaha memahami AL-Quran dengan Kaffah dalam artian sempurna jangan kita memahami hanya dari satu sisi sehingga kita menjadi keliru…

Wallahu’alam bi shawaf

Balas ke PulungLaporkan

Kiriman 73

1 balasan

Lingga Pradana menulispada 29 Juni 2009 jam 13:45

iya mmng wjib pa bila da 1 perkara kmbli k alquran n hadist ..
klo mnyimpng dr al quran n hadist lbih baik jngn d ikuti !!

Balas ke LinggaLaporkan

Kiriman 74

1 balasan

Ade Imda Firmansyah membalas kiriman Linggapada 30 Juni 2009 jam 3:16

saya sangat sepakat dan mendukungnya… segala sesuatu yang terbaik adalah dikembalikan kepada Allah melalui Al-Quran dan Hadist…. inilah yang paling benar….

Tapi ingat….. kembali pada Al-Quran dan Hadist… tidak selamanya adalah BENAR DAN DIBENARKAN…. MENGAPA? karena penentu utamanya adalah NIAT.

Saya sebagai orang BANYUWANGI asli dan kelahiran dari BANYUWANGI…. saya pernah diajari ilmu sesat yaitu SANTET….. mungkin anda tahu?…

Ternyata ilmu santet adalah ILMU YANG MENGEMBALIKAN SEGALA SESUATU DARI AL-QURAN HADITS… namun… faktor NIAT telah mengubahnya menjadi KESESATAN….

Saya juga pernah diajari ilmu sesat GENDAM ternyata ilmu ini juga kembali pada AL-QURAN dAN HADITS tetapi kembalinya tetap pada niat untuk kejahatan yang diambil dari ayat-ayat sakti dalam AL-QURAN

saya juga pernah diajari ilmu MAGIC wanita…. Ternyata ilmu ini juga KEMBALI PADA AL-QURAN dan HADITS… karena ilmu ini juga mengambil ayat-ayat sakti dalam surat YASIN… YUSUF…. Al-BAQOROH dll…

Saya juga pernah belajar sekolah AL-KITAB…. ternyata mempelajari INJIL juga diuji dan dikembalikan pada AL-QURAN HADITS untuk mengujui logika kebenaran INJIL….

juga ilmu yang lainnya….. semua bersumber pada AL-QURAN dan HADIST…. ternyata NIAT adalah segalanya dalam memahami AL-QURAN HADITS …. mau kita kemanakan?

Hingga aku mendapatkan ilmu dari kyai di Tidore asli dari Morro philipina, sekarang telah meniggal di philipina… walau kyai sehari …di masjid saat itu… saya dikasih ilmu keterbalikan hidup…. jadi mempelajari hidup dari sisi negatif untuk mendapatkan positif… begitu juga mempelajari AL-QURAN HADITS dari pembuktian terbalik untuk mendapatkan hakekat dan intisasri AL-QURAN HADITS…….Astagfirullah…… semoga ini bukan ilmu sesat untuk mempelajari AL-QURAN HADITS dari sisi neatifnya… untuk membentuk pribadi positif…

karena mengapa? seseorang telah paham… akan sesuatu itu hukumnya haram, ternyata dia tetap melakukan dg argument karena keterpaksaan dll…., sekarang agar kita tidak melakukan yang haram maka yang haram itu kita lihat dari makna halalnya….makna ihlasnya ALLAH dalam menentukan hukumnya HARAM dan HALAL. dan juga HALAL dan HARAM kita lihat dari sisi hakekatnya sebagai MAHLUK atau sesuatu yang telah dicipta oleh ALLAH…dan memiliki predikat yang sama pada kita sebagai manusia adalah juga MAHLUK…. semoga ANDA tidak bingung….

Balas ke Ade ImdaLaporkan

Kiriman 75

1 balasan

Ade Imda Firmansyah membalas kiriman M Natzerpada 30 Juni 2009 jam 3:26

Mas Natzer yang ganteng:

TUHAN adalah Mahluk
ALLAH adalah Tuhan

apakah TUHAN =/<> ALLAH? inilah ilmu… bedanya TUHAN dan ALLAH…

Balas ke Ade ImdaLaporkan

Kiriman 76

Lingga Pradana membalas kiriman Ade Imdapada 30 Juni 2009 jam 21:24

@Ade

heheheheheheh buanyyakakk yg kya gtu OM !!
emmm trnyata anda slah dlm mnilai’a !!
lihat biasa’a para dukun yg ga mo d sbut dukun mo’a d sbut kyai / ajengan / sspuh / spa az !!
yg jels2 sudh mnyalahi syariat agar tdik d anggap sest oleh orng yg mngi2nkn hal2 tresbut mka dia mnlylipkan surt2 / ayat2 al – quran
dulu sya jg blajr untunug sja sya pny pondasi sya tidk mngikuti’a

ingt biasa’a dlm ilmu pelet/gendam/ilm ghoib yg mrusk akn mnyelpkn ayat al – quran tpi biasa’a d blkng / d akhir akn da huruf2 hijaiyah misl’a lam , waw , ya , hamzah / huruf2 yg laen pdhl klo anda plaari d stulah letk ksesatn’a dstulh jampi untuk mmnggil JIN / yg biasa d sbut KHODAM sm s dukun tdi

tpi dmi mmluskn nia’a aar tidk d bilng mnyimpng mka dia mnyelipkan hurf2 trsebut

coba anda plajari lgi tntng huruf HIJAIYAH dalam ILMU ALAT
anda tau ilmu ALAT kn ?!!

Balas ke LinggaLaporkan

Kiriman 77

M Natzer Waiulung membalas kiriman Ade Imdapada 30 Juni 2009 jam 22:24

to bang ade imda yang tinggi maqamnya. benar apa yang anda katakan
buat saya tiada tuhan selain allah ini adalah bahasa yang sangat jelas untuk menggambarkan siapa tuhan siapa allah bahkan dalam konsep tauhidpun sudah sangat jelas di gambarkan.
maaf sebelumnya saya rasa nda sedikit keliru menanggapi tulisan saya yang saya tujukan buat bang imran. saya harap anda membaca dan menyimak baik2 tulisan saya agar anda mengerti apa yang saya pertanyakan. trimakasih atas perhatiaanya.

Balas ke M NatzerLaporkan

Kiriman 78

Saka Yosmita menulispada 30 Juni 2009 jam 22:53

woww.. mantabbb.. eeheheh..,, mohon maaf kalo saya yang salah memahami anda.. mas ade..,, apa yg mas maksud.. adalah… ummm…??

"kita tidak akan tau sejatinya benar itu kalo belum tau sejatinya salah..,, kita tidak akan tau sejatinya salah kalo belum tau sejatinya benar"

"seperti malam dan siang.., ada bulan ada matahari"

kalo benar begitu maksud anda..,, bagaimana dengan titik yg berada di tengah-tengah.. sejatinya benar dan sejatinya salah,, maksud saya.. lhaa wong matahari dan bulan itu ada gerhana nya…,,, siang dan malam itu ada ada shubuhnya.. ada mangribnya..,, waduh bingung saya…
eheheheh.. ilmu keterbalikan hidup..,,, bingung dulu.. lalu ngerti.. baru paham,,,,, ngaco dulu… lalu ngaca… truss ngaji.. waduhh tambah bingung saya… abis ngaji mau ngapain ya? masa mau zina and madot lagi?? hihihihi…

permisi.. ngadem lagi ahh.. :p

Balas ke SakaLaporkan

Kiriman 79

Anda menulispada 01 Juli 2009 jam 17:16

Masalah TITIK yang berada di tengah-tengah adalah sebuah hukum grafitasi Tuhan yang menarik antara hitam dan putih sebagai TITIK keseimbangan Tuhan sebagai TITIK kesempurnaan yang tidak memiliki kesalahan dan kekuranga.

Amin…..

Balas Kiriman Anda IniHapus Kiriman

Kiriman 80

1 balasan

Zainal Abidin A membalas kiriman Linggapada 01 Juli 2009 jam 17:28

@lingga

apakah kita ada kesamaan dengan nabi ADAM, dalam hal diturunkan kebumi?apakah ada kesamaannya?
inikah makna ayat yang berbunyi bahwa manusia dalam keadaan merugi?
belajar dari kesalahan untuk menjadi benar..

Balas ke ZainalLaporkan

Kiriman 81

Tasawuf Salesman Indonesia menulispada 01 Juli 2009 jam 17:52

hahahahahahaha… akhirnya aku yang kurang waras ini bisa ketemu dengan orang aneh yang aku cari, ASSALAMU ALAIKUM BUNG M. IMRON PRIBADI….
ADA DIMANA SEKARANG KAU…. AKU SUDAH 9 TAHUN MENCARIMU…. AKU JUGA IKUT JEJAKMU JADI SALESMAN… TAPI KAU DASAR MANUSIA YANG MISTERIUS….

KAU TELAH MENGAJARI AKU ILMU GILAMU…. TAPI KAU MEMBIARKAN AKU KEBINGUNGAN MENCARI SEJATINYA HIDUP DIMATA TUHAN… Aku SUDAH KEMANA -MANA MENCARI JEJAKMU…. KAU MAKIN GILA DENGAN OTAKMU YANG BERFIKIR SERBA TERBALIK… HAI BUNG IMRON…..

KAU TELAH BIKIN BANYAK ORANG MASUK ISLAM TAPI KAU MISTERIUS HILANG DARI PANDANGAN…..

Bung Imron aku ….ada salam dari Kyai mu di Tebu Ireng dan Kyai mu di Banyuwangi dan Kyai mu di Madura… kau disuruh sowan kesana ada sesuatu yang akan dibicarakan kepadamu…. tolong hubungi Kyaimu….

Balas ke Tasawuf SalesmanLaporkan

Kiriman 82

Tasawuf Salesman Indonesia menulispada 01 Juli 2009 jam 18:09

Bung Imron….
Ada pesan dari Kyai Alas Purwo untukmu…..
Ternyata kyai itu juga sangat mencintaimu dan selalu mendoakanmu… sebenarnya dia mengusirmu dari pondoknya karena dia sebenarnya malau atas 99 pertanyaan tentang hidup yang kau berikan kepadanya…. sebenarnya saat itu kyai itu sedang mempelajari 99 pertanyaan sebagaimana yang kau tanyakan… tapi kau sudah bertanya pertanyaan yang ke 39 padahal kyai itu masih membahas pertanyaan yang ke 21 … maka kau disruh pergi dan jangan kembali sebelum kaum mampu menjawab pertanyaan yang ke 99 ….

Kau disuruh kesana….
dia titip pesan padamu, tapi aku artinya tidak tahu… katanya kau tahu arti pesan itu……

pesannya..
HITAM ITU ADALAH PUTIH…..
KEBAIKAN ITU ADALAH KEBURUKAN….
TUHAN ITU BUKAN ALLAH….
ALLAH ITU BUKAN TUHAN….
ALLAH ITU YA ALLAH BUKAN YANG LAIN…..

KAMU ITU TELAH MATI…
KALAU KAMU HIDUP MAKA KAMU AKAN SOMBONG….
HALAL HARAM ITU TIDAK ADA…..
YANG ADA ADALAH HUKUM SYARIAT

SYARIAT ITU AKAN LENYAP DALAM HUKUM
HUKUM ITU TIDAK BERLAKU DALAM SYARIAT……
SEDANG HUKUM ITU ALAT…..
ALAT ITU ADALAH ILMU….
ILMU ITU TIDAK BERGUNA APA-APA
KALAU HANYA MENJADI TIDAK BERMAKNA…

KITABMU AL-QURAN
PAHAMI DENGAN PIKIRAN
PAHAMI DENGAN HATI
PAHAMI DENGAN NURANI
PAHAMI DENGAN DZIKIR…
SATUKAN PEMAHAMAN…
MAKA KAU AKAN TAHU HAKEKATNYA ALIF LAM MIM….

HAKEKAT HURUH BAK DALAM LAFAL BISMILAH TIDAK SAMA DENGAN TITIK
TITIK BUKAN HURUF BAK

TITIK ITU PIKIRAN
HURUF BAK ITU HAKEKAT ALLAH
TETAPI HAKEKAT ALLAH BUKAN HURUF BAK…
JADI HAKEKAT ALLAH ADALAH ALLAH… ALLAH BUKAN SEPERTI TULISAN ALLAH….
BAIK DALAM BAHASA ARAB ATAU BAHASA APAPUN…
PAHAMI ALLAH JANGAN PAHAMI TULISANNYA….

JADI HURUH BAK HANYALAH ALAT… BEGITU JUGA HAKEKAT TITIK JUGA ALAT…. YANG MERUPAKAN ILMU…

inilah surat yang dia titipkan untuk mu sahabatku…..

Balas ke Tasawuf SalesmanLaporkan

Kiriman 83

1 balasan

Lingga Pradana membalas kiriman Zainalpada 01 Juli 2009 jam 21:13

baca penjelasan saya insya allah anda akn pahami

Waktu adalah modal utama manusia, apabila tidak diisi dengan kegiatan positif, maka ia akan berlalu begitu saja. Ia akan hilang, dan ketika itu jangankan keuntungan diperoleh, modalpun telah hilang, Saidina Ali pernah berkata: “Rezeki yang tidak diperoleh hari ini masih dapat diharapkan lebih dari itu esok, tetapi waktu yang berlalu hari ini tidak mungkin dapat kembali esok”.

إِنَّ اْلإِنْسَانَ لَفِى خُسْر.2

Artinya:

“Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian”.

kalimat al-Insan اْلإِنْسَان َmenunjukan kepada manusia dan jenis-jenis manusia tanpa terkecuali, baik mukmin maupun kafir, karena melihat bentuknya yang makrifah (difinit). Syekh Muhammad Abduh menambahkan manusia dalam ayat ini besifat umum tetapi tidak termasuk kepada orang yang mukallaf (tidak terkena beban perintah agama) seperti bayi dan orang gila.

kata khusr خُسْر mempunyai banyak arti antara lain rugi, sesat, celaka, lemah, tipuan dan sebagainya yang kesemuanya mengarah kepada makna negativ, atau tidak disenangi siapapun. Kata tersebut dalam ayat ini berbentuk nakirah (indefinite). Ia menggunakan tanwin. Bentuk indifinit yang menggunakan tanwin itu memberikan arti keragaman dan kebesaran yakni kerugian dan kesesatan, kecelakaan yang besar dan sebagainya.

Kata la fi لَفِى adalah gabungan dari la لَ yang menyiratkan makna sumpah dan fi فِى yang mengandung makna wadah atau tempat. Dengan kata tersebut tergambar bahwa seluruh totalitas manusia berada di dalam satu wadah kerugian,. Kerugian seakan-akan menjadi satu tempat atau wadah dan manusia berada serta diliputi oleh wadah tersebut.

Jika demikian waktu harus dimanfaatkan. Apabila tidak diisi maka kita merugi, bahkan kalupun diisi tetapi dengan hal-hal negativ maka manusia pun akan diliputi kerugian. Di sinilah terlihat kaitan antara ayat pertama dan kedua dan di sini pula ditemukan sekian banyak hadist Nabi yang memeperingatkan manusia agar mempergunakan waktu dan mengaturnya sebaik mungkin. “Dua nikmat yang sering dilupakan banyak manusia, kesehatan dan waktu”.

.3إِلاَّ الَّذِيْنَ أَمَنُوْا وَعَمِلُوْا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْ بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْ بِالصَّبْرِ

Artinya:

“Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal yang saleh serta saling berwasiat tentang kebenaran dan berwasiat tentang kesabaran”.

Ayat yang lalu menegaskan bahwa semua manusia diliputi oleh kerugian yang besar dan beraneka ragam. Ayat d iatas mengecualikan mereka yang melakukan empat kegiatan pokok yaitu : Kecuali orang-orang yang beriman, dann beramal yang salih yakni yang bermanfat serta saling berwasiat tentang kebenaran dan ketabahan.

Balas ke LinggaLaporkan

Kiriman 84

1 balasan

Anda membalas kiriman Linggapada 02 Juli 2009 jam 17:23

@BUNG LINGGA
Ayat d iatas mengecualikan mereka yang melakukan empat kegiatan pokok yaitu : Kecuali orang-orang yang beriman, dann beramal yang salih yakni yang bermanfat serta saling berwasiat tentang kebenaran dan ketabahan.
============================================
Menurut Bung Lingga …. konsep dan hakekat beriman/percaya pada 6 hal itu seperti apa? keimanan itu barometernya seperti apa dalam kaitannya dengan halal dan haram? esensi iman itu apakah merupakan mahluk yang diciptakan oleh Allah atau merupakan sifat dari Qodariah yang merupakan prilaku manusia yang tanpa campur tangan Alla?

Beriman adalah sebuah misterius dalam hati yang tidak konsisten dalam eksistensinya, sehingga apakah beriman itu harus islam dulu atau iman dulu baru islam dan bagaimana kalau berdiri sendiri hakeatnya dimata ALLAH?

Beriman itu apakah merupakan sebuah kekuatan yang timbul dari sebuah keyakinan, lantas kalau beriman sangat kuat tetapi masih belum muslim? bagaimana perspektif Allah dalam hal ini?

Apakah iman itu sesuatu yang dapat menimbulkan kekuatan untuk berislam?

Lantas apakah hakekat ALLAH mengharuskan manusia untuk beriman?

Balas Kiriman Anda IniHapus Kiriman

Kiriman 85

Lingga Pradana membalas kiriman Andapada 02 Juli 2009 jam 19:43

@M Imron

sya akn coba jwb prtnyaan anda dng sringkas mngkin

konsep dan hakekat beriman/percaya pada 6 hal itu seperti apa? keimanan itu barometernya seperti apa dalam kaitannya dengan halal dan haram? esensi iman itu apakah merupakan mahluk yang diciptakan oleh Allah atau merupakan sifat dari Qodariah yang merupakan prilaku manusia yang tanpa campur tangan Alla?

Beriman adalah sebuah misterius dalam hati yang tidak konsisten dalam eksistensinya, sehingga apakah beriman itu harus islam dulu atau iman dulu baru islam dan bagaimana kalau berdiri sendiri hakeatnya dimata ALLAH?

Lantas apakah hakekat ALLAH mengharuskan manusia untuk beriman?

==============================================
Dalam bahasa sederhana mungkin bisa dikatakan ya sudah beriman, tetapi pada tataran awam (eksoterik) yang menggunakan definitif pikiran. Di dalam tataran lebih dalam lagi yang melibatkan hati (bathiniah/esoterik) mungkin belum bisa dikatakan dia sudah beriman. Mari kita coba urai lebih lanjut perihal Islam dan keimanan ini

Tahapan pertama dalam memeluk agama Islam adalah membaca dua kalimat syahadat. Yaitu kesaksian akan keesaan Allah dan kesaksian akan kenabian Rosulullah Muhammad SAW.

Hakikat dan hasil dari kesaksian akan tauhid adalah meninggalkan seluruh
seluruh tujuan dan sembahan selain Allah SWT.

Sedangkan hasil dari kesaksian akan kenabian adalah mengikuti sabda-sabda Rosulullah dan menerima semua perintah dan hukumnya yang berasal dari Allah SWT.

Ini adalah langkah menuju kedudukan pertama dalam agama Samawi

Tahapan kedua adalah keimanan, yakni pencapaian ketenangan dan keyakinan dan hubungan emosional (irtibath qalbi) dengan dua syahadat sebagai dampak dari penelitian, pemikiran dan pencerahan bathin

Berakhirlah masa perbedaan antara lahir dan bathin serta pergulatan
pemikiran dan kemunafikan melalui pengaruh kecenderungan hati ini dan
ikatan bathin (al irtibath al bathini), lalu munculah tahapan keimanan

Hakikat keimanan menguat dan keyakinan hati mengkristal dalam hati manusia, maka akan tercabutlah dari hati pelbagai ketergantungan materi dan tujuan-tujuan duniawi, sedikit demi sedikit, lalu tempat yang
ditinggalkannya diisi oleh cinta dan loyalitas (ikhlas) kepada Allah SWT

Penjelasan detail tentang Islam dan keimanan ini mari kita coba lihat Kalamullah dan Sunatullah

Kalau kita merefer hadits yang bersumber pada Ringkasan Syarah Arbain
An-Nawawi – Syaikh Shalih Alu Syaikh Hafizhohulloh saya ringkas tanpa menghilangkan maknanya, hadits diceritakan oleh Umar R.A. sebagai berikut,

Wahai Muhammad, terangkanlah kepadaku tentang Islam.Kemudian
Rosululloh shollallohualaihi wasallam menjawab: Islam yaitu: hendaklah
engkau bersaksi tiada sesembahan yang haq disembah kecuali Allah dan
sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah. Hendaklah engkau mendirikan sholat, membayar zakat, berpuasa pada bulan Romadhon, dan mengerjakan haji ke rumah Allah jika engkau mampu mengerjakannya
Orang itu berkata:
Engkau benar. Kami menjadi heran, karena dia yang bertanya dan dia pula
yang membenarkannya. Orang itu bertanya lagi: Lalu terangkanlah kepadaku
tentang iman. (Rosululloh) menjawab: Hendaklah engkau beriman kepada
Allah, beriman kepada para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para utusan-Nya,
hari akhir, dan hendaklah engkau beriman kepada taqdir yang baik dan yang
buruk
Orang tadi berkata: Engkau benar. Wahai Umar, tahukah engkau siapa
orang yang bertanya itu ?
Umar RA menjawab: Alloh dan Rosul-Nya yang
lebih mengetahui.Lalu beliau bersabda: Dia itu adalah malaikat Jibril
yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian……(HR. Muslim).

Dienul Islam mencakup tiga hal, yaitu: Islam, Iman dan Ihsan.
Islam berbicara masalah lahir, iman berbicara masalah batin, dan ihsan
mencakup keduanya
Ihsan memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari iman, dan iman memiliki
kedudukan yang lebih tinggi dari Islam. Tidaklah ke-Islam-an dianggap sah
kecuali jika terdapat padanya iman, karena konsekuensi dari syahadat
mencakup lahir dan batin. Demikian juga iman tidak sah kecuali ada Islam
(dalam batas yang minimal), karena iman adalah meliputi lahir dan batin.

Ahlussunnah menetapkan kaidah bahwa jika istilah Islam dan Iman
disebutkan secara bersamaan, maka masing-masing memiliki pegertian
sendiri-sendiri, namun jika disebutkan salah satunya saja, maka mencakup
yang lainnya. Iman dikatakan dapat bertambah dan berkurang, namun tidaklah dikatakan bahwa Islam bertambah dan berkurang, padahal hakikat keduanya adalah sama. Hal ini disebabkan karena adanya tujuan untuk membedakan antara Ahlussunnah dengan Murjiáh. Murjiáh mengakui bahwa Islam (amalan lahir) bisa bertambah dan berkurang, namun mereka tidak mengakui bisa bertambah dan berkurangnya iman (amalan batin). Sementara Ahlussunnah meyakini bahwa keduanya bisa bertambah dan berkurang.

Istilah Rukun Islam dan Rukun Iman, Istilah Rukun pada dasarnya
merupakan hasil ijtihad para ulama untuk memudahkan memahami dien. Rukun berarti bagian sesuatu yang menjadi syarat terjadinya sesuatu tersebut, jika rukun tidak ada maka sesuatu tersebut tidak terjadi. Istilah rukun seperti ini bisa diterapkan untuk Rukun Iman, artinya jika salah satu dari Rukun Iman tidak ada, maka imanpun tidak ada. Adapun pada Rukun Islam maka istilah rukun ini tidak berlaku secara mutlak, artinya meskipun salah satu Rukun Islam tidak ada, masih memungkinkan Islam masih tetap ada
Kata iman, dalam bahasa Indonesia berarti percaya. Menurut kamus Al Quran, kata iman secara bahasa, artinya membenarkan dengan hati adanya
petunjuk-petunjuk Allah yang diberikan kepada nabi Muhammad SAW, untuk
seluruh manusia. Sedangkan menurut istilah, iman adalah membenarkan dengan hati dan mengucapkan dengan lisan, serta mengerjakan dengan anggota badan.

Di atas sudah dijelaskan konsep keimanan yang sederhana dan mudah.
Dalam QS Al Hujaraat [49]:14, justru Anda akan dijelaskan lebih dalam lagi.
Diceritakan sekelompok Arab Badui datang kepada Rosul SAW serta menyatakan dirinya sudah beriman kepada Allah dan Rosul-Nya, akan tetapi konsepsi iman itu dibantah oleh Allah langsung pada saat itu, bahwa yang dimaksud keimanan itu bukan berasal dari pikiran dan aturan yang ditekankan dari luar dirinya, akan tetapi iman itu berasal dari fitrah atau jiwanya sendiri

"Orang-orang Arab Badui itu berkata :"Kami telah beriman",
katakanlah (kepada mereka) "Kamu belum beriman", tetapi katakanlah kmi
telah tunduk, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu… (QS. Al
hujaraat [49]:14)

Al Quran merupakan ayat kauliah yang membenarkan kenyataan ayat-ayat yang muncul dari jiwanya sendiri, seperti rasa kasih sayang, kecenderungan untuk berbuat baik dan lain-lain, semua bukan tuntutan untuk berbuat tetapi memang merupakan fitrah atau perwujudan dari dirinya. Allah tidak hanya menempatkan fitrah diri manusia kedalam keimanan kepada Allah, tetapi juga keinginan berbudi luhur dan menolak kepada kejahatan

"…Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada
kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah yang mengikuti jalan
yang lurus, sebagai karunia dan nikmat dari Allah, dan Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS Al Hujaraat [49]:7-8)

Tuhan telah menganugerahi manusia Fitrah dasar melalui rohani yang
suci, sehingga Islam mewajibkan berpuasa sebagai pengendali hawa nafsu
untuk menngembalikan kefitrahan (iedul fitri), yang dilukiskan oleh
Rosulullah SAW kepada kita seperti bayi yang baru lahir, yang lahir ke
dunia membawa spiritual yang suci. Dosa dan perubahan yang terjadi
kepadanya merupakan suatu yang "aksidental" dan tidak berhubungan dengan sifat alamiah dasarnya. Ini merupakan suatu tindak kekerasan terhadap fitrah dan kemerosotan insting yang tidak saja menyebabkan penyakit kejiwaan namun juga menghalangi kemerdekaan jiwanya

"Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal
mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar, dalam hati
mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya, dan bagi mereka siksa
yang pedih disebabkan mereka berdusta" (QS. Al Baqarah [2]:9-10).
Al hasil, setiap iman dan kufur akan menentukan arah dan tujuan utama dari
perjalanan hidup manusia. Adakalanya bergerak ke arah kesempurnaan dan
kebahagiaan, atau ke arah kesengsaraan dan kehancuran, Jadi, iman dan kufur ini menentukan nasib seseorang

Dengan demikian, pentingnya pengaruh iman terhadap kesempurnaan
dan kebahagiaan manusia dari sisi bahwa keistimewaan utama jiwa manusia
adalah hubungan berkesadaran dan ikhtiari dengan Allah SWT. Tanpa hubungan ini, ia tak akan menyentuh kesempurnaan hakiki serta berkah-berkahnya.

Dengan kata lain, tanpa kedekatan di sisi-Nya (Qurb Ilahi), hakikat
seseorang tidak akan mengejawantah secara aktual. Apabila ia ia mengabaikan anugerah Ilahi yang bernilai tinggi ini dengan ikhtiar buruknya, sungguh ia telah menjerumuskannya kedalam kezaliman yang paling besar, karena ia berhak mendapatkan siksa yang abadi. (QS. Al Anfal :55).

sebenarnya mesti panjang lagi kalau mau saya jelaskan cuma maff banget waktu saya terbatas

lagi juga pegel banget boz kalau harus di perjelas serinci mungkin

nah untuk pertanyaan yang ini

Lantas apakah hakekat ALLAH mengharuskan manusia untuk beriman?

===========================================
coba anda langsung tanyakan kepada ALLAH karena dari segi bahasa anda anda sedang bertnya kepada ALLAH maka yang berhak jawab ALLAH bukan saya

Balas ke LinggaLaporkan

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s