Posted on

Berzina Dan Minuman Keras Pada Hakekatnya Halal – 3

Tampilkan 31 – 60 dari 65 kiriman dari 25 orang.

Kiriman 31

Zainal Abidin A menulispada 23 Juni 2009 jam 15:58


HAKIKAT…Sesuatu yang berada diluar pemahaman manusia biasa…untuk memahami HAKIKAT..lepaskan pemahaman manusia biasa…lalu "memakai" pemahaman sang pemilik HAKIKAT itu..

Balas ke ZainalLaporkan

Kiriman 32

Eksan Semarang membalas kiriman Muhammadpada 23 Juni 2009 jam 22:39

Akal adalah sesuatu kekuatan yg selalu cenderung menuju Allah ( Kebenaran )
tidak mungkin Akal mengajak untuk berbuat sesuatu yg di benci Allah……
Semua orang di berikan Akal baik orang muslim, nasrani, yahudi…. kafir….

Balas ke EksanLaporkan

Kiriman 33

1 balasan

Lingga Pradana menulispada 23 Juni 2009 jam 23:02

Ya ALLAH sungguh KUFUR terhadap ALLAH yang mengatakan
BERZINA DAN MINUM-MINUMAN KERAS PADA HAKEKATNYA ITU HALAL

miras sebagai "ummul khaba’its" (induk segala keburukan)

AL MAAIDAH : 90
"Hai orang – orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar (arak), berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan – perbuatan itu agar kamu mendapatkan keberuntungan"

hadits riwayat Ahmad, dikatakan bahwa "Peminum khamar, jika ia mati, kedudukannya sama dengan orang yang menyembah berhala."

Hadits riwayat Ibnu Abbas, menerangkan bahwa Rasulullah bersabda: "Aku telah dikunjungi oleh malaikat Jibril dan ia mengatakan, ‘Hai Muhammad, Allah telah melaknati khamar, yang membuat, yang memeras, peminum, pembawa, penjual, pembeli, dan yang menghidangkannya’…"

barng siapa yg mnentang quran dan hadist brrti mnentang ALLAH

Balas ke LinggaLaporkan

Kiriman 34

2 balasan

Kevi Novlianhar Soleman menulispada 24 Juni 2009 jam 18:29

Hmm….
Zina dan Khamr itu didalam Islam termasuk hal yang dilarang untuk di kerjakan,hukumnya HARAM!.
membaca tulisan ini saya teringat akan kisah Iblis diusir dari syurga.
ketika Allah memerintah kapada para malaikat untuk sujud kepada Adam hanya Iblis yg menentang dengan alasan(akal Iblis)bahwasanya kejadiannya lebih baik dari adam(Iblis dari api dan adam dari tanah).ada benarnya juga si Iblis kalau dilihat dari sisi akalnya yang super tolol.
pertanyaan nya adalah kenapa Allah SWT sampai mengusirnya dari syurga dan terlaknat????
jawabnya,Tidaklah pantas bagi seorang hamba menyangkal dan memberikan alasan untuk menolak perintah dari Tuhan Zat yang maha mengetahui,yang maha agung,yang maha kuasa,ini adalah bentuk kedurhakaan yang kelewat batas.
bagi orang cerdas/berilmu ketika dia meyakini adanya Zat yang pantas diakuinya sebagai Tuhannya tidak ada kata lain atas perintah dan larangannya kecuali " SAMIKNA WA ATAKNA "(kami dengar dan kami laksanakan)tidak ada lagi tinjauan hakikat apapun,itulah konsekuensi orang bertuhan.meneliti atau mencari-cari alasan dari setiap perintah Tuhan harus didasari dulu dgn keyakinan kebenaran perintah itu,kalau tidak jangan akui dulu Dia sebagai Tuhan.
karena orang yg sudah mengakui akan adanya Zat yang maha agung itu kemudian dia mengajukan protes terhadap sesuatu yg diputuskan-Nya,hanya pantas dilakukan orang2 terlaknat seperti Iblis laknatullah.
Barakallah…

Balas ke KeviLaporkan

Kiriman 35

Lingga Pradana menulispada 24 Juni 2009 jam 18:58

@ kevi
benar bangat

NABI ADAM saja sampai di usir ke BUMI gara2 melanggar larangan ALLAH
Sedangkan kita Manusia BIasa mau coba menghalalkan alias melanggar ketetpan ALLAH gimana tidak akan MURKA ALLAH terhadap kita !!

Balas ke LinggaLaporkan

Kiriman 36

M Imron Pribadi membalas kiriman Linggapada 25 Juni 2009 jam 5:22

SUBHANALLAH…. ASTAGFIRULLAH….. benar sekali tulisan anda dalam hal ini, satu katapun tidak ada yang salah, yang salah adalah yang menulis dengan tidak ikhlas dan pamrih saja….. subhanallah…..

Mungkin sekedar KAPUR SIRIH dari aku hamba yang bodoh ini…..

……….Si Pengemis… berhari hari tidak makan, pada hari jumat pagi dia dapat makan dikasih oleh anak kecil yang baru makan tidak habis, inipun tinggal nasi dan kuah saja…. si anak kecil menawarkan pada sang pengemis…. "apakah bapak masih mau dengan nasi sisa saya ini?" … jawab sang pengemis yang kebetulan muslim, …..Al-Khamdulillah… terima kasih ya ALLAH dan terima kasih Nak,…. hari ini aku bisa makan enak"…. kata sang pengemis dengan bahagia…..

Mungkin ada manfaatnya :
1. Nasi sisa makan pun sangat manfaat bagi pengemis.
2. Apakah nasi sisa makan ini bermanfaat bag seorang pegawai PNS
3. Bagaimanakah pandangan seorang mursyid terhadap pengemis dan
pegawai PNS tersebut

ASTAGFIRULLAH……

Balas ke MLaporkan

Kiriman 37

M Imron Pribadi membalas kiriman Kevipada 25 Juni 2009 jam 5:29

AL-KHAMDULILLAH… tulisan yang mulia dan benar sekali, mengingatkanku akan indahnya saat-saat belajar sejarah IBLIS SEBAGAI SEKRETARIS ALLAH……

Apakah diri kita sudah paham akan makna dan hakekat dari HALAL ,HARAM, ZINA, DAN MINUMMINUMAN KERAS….secara Syariat, Thorikat, Hakekat dan Makrifat…. Subhanallah…… apabila diriku dan dirimu sudah paham akan hal ini ….. INSYA ALLAH DIRIKU DAN DIRIMU TAHU HAL YANG SEBENARNYA….. AMIN

Balas ke MLaporkan

Kiriman 38

M Imron Pribadi membalas kiriman Kevipada 25 Juni 2009 jam 5:39

MENURUT AL-QUR’AN …. BERZINA DAN MINUM-MINUMAN KERAS HUKUMNYA ADALAH ….. MUTLAK HARAM………..

LANTAS BAGAIMANAKAH PADA HAKEKATNYA….. BERZINA DAN MINUM-MINUAN KERAS ITU?

"MAKNA BERZINA DAN MINUM-MINUMAN KERAS PADA HAKEKATNYA ITU HALAL"…..

Maaf…. berarti tugas pikiranku dan pikiranmu adalah mengukur dan melihat kadar zina dan minum-minuman keras itu tidak sekedar hanya dipandang dari segi Syariat, Tharikat, Makrifat…. saja…. tetapi lebih facus penglihatan kita pada sudup pandang HAKEKAT….. astagfirullah…..

Balas ke MLaporkan

Kiriman 39

1 balasan

Arwides Nugraha menulispada 25 Juni 2009 jam 6:45

Mas,,, Klo syekh siti jenar masih hidup, ente bisa dikemplang pake kentutnya….
ane aja yang keturunannya ga kaya ente pikirannya. payah ente….
Belajar lagi sana!!!!

Balas ke ArwidesLaporkan

Kiriman 40

Muhammad Arif Darmawan (Universitas Gadjah Mada) membalas kiriman Arwidespada 25 Juni 2009 jam 7:10

@ Mas Arwides :

Sabar Mas. he he he. banyak orang "edan" disini…..

Balas ke MuhammadLaporkan

Kiriman 41

1 balasan

M Natzer Waiulung membalas kiriman Mpada 25 Juni 2009 jam 19:07

bisa tolong jelaskan tarekat dalam syariat hakekat dalam syarietdan makrifat dalam syariat. truz bagemana seseorang mencapai kaqam makrifatullah. makasih
TTD
dari SEORANG HAMBA YANG TERMULIA Dari semua mahkluk

Balas ke M NatzerLaporkan

Kiriman 42

Lingga Pradana menulispada 25 Juni 2009 jam 20:03

saya hanya mau mengatakan pada kalian
yang menggangap
BERZINA DAN MINUM-MINUMAN KERAS PADA HAKEKATNYA ITU HALAL

mau dari segi Hakikat , Syariat , Makrifat / yg lainnya

brri anda telh KUFUR terhadap ALLAH ingat lah al-quran di ciptakan sebagai pedoman hidup manusia

barng siapa yang menentang isi al-quran maka ia bukan ISLAM ingat RUKUN IMAN

ingat kedudukan Al-quran lebih tinggi dari Makrifat’a SITI JENAR !!
ingat lah itu !!

Balas ke LinggaLaporkan

Kiriman 43

M Imron Pribadi menulispada 25 Juni 2009 jam 23:06

Astagfirullah…. Subhanallah…

Balas ke MLaporkan

Kiriman 44

M Imron Pribadi menulispada 25 Juni 2009 jam 23:19

Ya…. ALLAH….
benar sekali mungkin dihadapan semua orang aku telah kufur, fasiq, murtad, dan manusia yang hina dina dan tidak berarti apa-apa,bahkan lebih hina dari bangkai anjing yang mati tertabrak truk dan dibuang dikolong jembatan karena dosaku yang tidak bisa aku hitung bahkan isi dunia tidak mampu untuk menebusnya

Ya….ALLAH
Aku tidak peduli apakah aku muslim atau tidak tetapi… YA… ALLAH… aku telah Berikrar bahwa seluruh pikiranku, hatiku, jiwaku, dan gerakan aliran darahku akan aku perintahkan untuk BERDZIKIR kepadaMu… agar mampu mengampuni dosaku……agar aku tidak pernah sedetikpun melupakan DiriMu dari cintaku PadaMu … Ya… ALLAH

Ya…. ALLAH
Hadirlah didalam jiwaku, didalam seluruh aliran darahku mengalir, didalam seluruh gerakan indraku, agar aku mampu mencintaiMu tanpa batas ruang dan waktu…agar aku sujud hanya untukMu dalam setiap waktu…

Ya…ALLAH
Hinakanlah diriku……agar tidak ada satu orangpun yang tahu bahwa sesungguhnya aku sangat mencintaiMu…..

Astagfirullah….. Astagfirullah….Astagfirullah……

Balas ke MLaporkan

Kiriman 45

Hary Suwung menulispada 25 Juni 2009 jam 23:53

udah dech.. ga ada yang halal n haram di dunia ini, yang ada hanya klo kita melakukan sesuatu perbuatan akibatnya merasa bahagia ato menderita..tapi semuanya tidak kekal koq..rasional ja..klo dah nikah kan ga digerbeg hansip ato ga disangka berselingkuh..he3, klo minuman kerasnya oplosan yah akibatnya paling masuk rs ato mati ha3…bersetubuh dan mabuk bisa jelas bisa menimbulkan kebahagiaan tapi yah itu tidak kekal..yah pandai2 melihat akibatnya ja deh..jangan dipikir halal ato haram yang pasti siap menghadapi resiko2 akibatbya..klo mo zina n mabuk di negara barat ja aman..gunakan hukum relativitas, salahnya pas zaman seh siti jenar hukum relativitasnya enstein belum ditemukan teorinya seh.. ha3

Balas ke HaryLaporkan

Kiriman 46

M Natzer Waiulung menulispada 26 Juni 2009 jam 0:48

to bang M IMRAN
apa yang akan saya bahasakan disini bukan sebuah keterwakilan dari keseluruhan pengetahuan tapi hanya sedikit saja yang mungkin akan mendekati kebenaran.karna terlahir dari kesadaran bahwa hanya dia (allah) sang pemilik pengetahuan sejati.
saya paham apa yang coba anda berusaha sajikan untuk teman2 semua dan saya sangat paham dan sepakat dengan pemikiran serta pemahaman anda apa yang anda bahasakan adalah sebuah kebenaran dan saya juga sepakat dengan apa yang di bahasakan oleh semua teman2 lain pada umumnya. jadi intinya jika kita berbicara mengenai tuhan buat saya tidak ada yang salah. karna semuanya mewakili kebenaran tuhan.
tetapi harus di ingat bahwa ketika kita berbicara hanya pada konteks tuhan maka kita hanya membicarakan bagian2 dari tuhan tidak secara keseluruhan
karna allah itu meliputi gaib dan nyata.
hidup ini hanya sebuah perulng ulangan semata karna sesungguhnya kehidupan ini hanya panggung sandiwara belaka dan sis sia.
ketika saya kutip bahasanya plato dia mengatakan bahwa pengetahuan kita telah ada kita hanya perlu mengingat kembali tentang pengetahuan kita di alam sebelumnya karna alam dunia adalah alam yang ketiga yang kita singgahi, sesuatu yang ada di dunia ini merupakan barang baru jadi menurut saya kita harus mampu memahami hakekat diri agar kita mampu menghidupkan diri kita di alam kematian ini dan juga mampu menjadi rahmat buat siapa saja yaitu mampu menghidupkan siapa saja/orang2 yang kita cintai.rasulullah datang ke dunia untuk menghidupkan orang2 yang telah hidup sehingga bagaimana kita mampu menghidupkan muhamad dalam diri kita sehingga kita mampu mengenal siapa diri kita agar kita bisa mengenal dia yang rahman dan yang rahim dari sini maka kita harus betul-betul memahami apakah kita sudah hidup sebagai manusia ataukah hanya hidup sebagai mahkluk saja sehingga kita bisa tau mana yang benar dan mana yang salah.
saya mohon maaf kalo terkesan menggurui saya sadar mungkin pengetahuan bang imran sudah sangat jauh dari saya tapi saya hanya mencoba membagi pemahaman saya walau hanya sedikit saja bagi saya kita manusia hidup menggunakan 2 logika pertama logika sebai mahkluk dan yang kedua logika sebagai manusia tak usah saya berpanjang lebar membahasakan pa itu logka mahkluk maupun logika manusia saya yakin bang imran sudah sangat paham.sihingga buat saya ada beberapa klasifiaksi tingkat pemahaman atau kapasitas sesorang krna itu tidaklah sama maka di bagi menjadi beberapa bagian yaitu orang awam, cerdas, memiliki ilmu serta pengetahuan jadi pada dasranya kita harus melihat dengan siapa kita berhadapan sampai dimana tingkat pemahamannya agar kita bisa menyesuaikan pengetahuan kita dengannya sehingga tidak terjadi pengklaiman2 atau vonis memvonis yang masing2 menganggap diri paling benar karna sesungguhnya tidak ada suatu kebaikan pun yang masuk selama kita masih menggunakan ego kita dalam berkata berbuat serta berbagi.
buat saya semua yang terjadi adalah aktifitas tuhan dan ini telah masuk dalam prodak kun nya dia manusia hanya mem fayakunkan saja. tergantunga dari manusia itu sendiri.karana hakekatnya kita hidup di antara dua hal di dunia ini baik buruk ada tidak bagus jelek dsb buat saya 2 hal inilah yang kadang sulit untuk kita bedah dan pisahkan karan ego naluri perasaan hati pengetahuan sifat akal kesemuanya inilah yang mempengaruhi budi atau jati diri sehingga kita sebagai manusia kadang sulit untuk membedakan antara kebenran dan kesalahan. sesungguhnya gaib menuju nyata dan nyata menuju gaib inilah eksistensi hidup. jika anda mendiskusikan konsep tasawuf kepada seorang awam dan tak beriman maka dia akan mengatakan kepada anda adalah kafir, sesat kufur bahkan gila, begitupun sebaliknya jika anda membicarakan duniawi ini kepada seorang sufi maka dia akan menangis karna kasihan kepada anda.buat saya tidak ada sesorangpun di dunia ini yang sempurna kecuali allah taala jadi tidak layak seseorang menilai orang lain, atau sampai menvonis dosa dan tidak haram atau halal karna semua itu adalah milik dia penguasa langit dan bumi sang pemilik pengetahuan sejati.
sekali lagi saya tidak mewakili keseluruhan pengetahuan tapi mugkin sedikit saja jika da kekeliruan itu dari saya pribadi jika di dalamnya da kebenaran itu milik allah taala. ini hanya pemahaman saya yang bodoh ini jika pemahaman ini melahirkan pengetahuan yang keliru mohon di luruskan dan saya berharap di bimbing dari bang arman yang mungkin sudah tinggi maqamnya.semoga allah swt melimpah kan rahmat dan karunia nya kepada kita sekalian dan semoga kita semua mendapatkan pengetahuaan yang di ridhoi oleh dia sang pemilik pengetahuaan itu sendiri. akhir kata wasalam.

Balas ke M NatzerLaporkan

Kiriman 47

Lingga Pradana menulispada 26 Juni 2009 jam 9:49

@ Imron
bagaimana anda mau menycampai maqam tertinggi di HADAPAN ALLAH sedangkan anda menghalalkan apa yang d HARAM kan ALLAH

Apakah anda kira dengan bezdikir saja cukup untuk mendekatkan diri terhadap ALLAH

semudah itukah mencapai ALLAH !!
SYARIAT’akita harus mematuhi segala peraturan ALLAH dan HAKIKAT’a kita harus menjalani apa yang telah di tetapkan ALLAH

Balas ke LinggaLaporkan

Kiriman 48

Pulung Tri Handoko menulispada 26 Juni 2009 jam 10:14

Bismillah
terkadang kita lupa dari jaman dahulu kala ada satu eksistensi hasil pemikiran yang selalu keluar dari diri kita sebut saja hasil2 pemikiran kaum yahudi
di dalam memahami hal-hal seperti ini gak usah pusing and ribet….
semua ada dasarnya….
kalo saja di katakan ada banyak tingkatan maqam dalam kehidupan ini sekarang ya monggo bagaimana anda menjalankan eksistensi maqam anda dan orang yang tahu dimana tingkatan dia berada tentunya akan berbicara sesuai dengan tingkatannya

saya contohkan perdebatan antara Nabi Musa dengan Nabi Khidir lebih jelasnya silahkan baca di Al-Quran.
di situ jelas terjadi perdebatan kenapa nabi khidir membunuh, melubangi perahu

di situ jelas ada eksistensi perbedaan tingkatan dalam perdebatan tetapi bisa di katakan semuanya benar dengan prinsip masing-masing

menurut saya bukan masalah mas semua mau melakukan apa aja atau siapapun melakukan apa aja karena tolak ukurnya dan hasilnya ada pada diri masing2 di sini kita hanya bisa saling mengingatkan karena jelas tugas kita sesama manusia hanya saling mengingatkan dan bukan memaksa atau memvonis segala sesuatu
Wallahu, alam bi shawaf

semoga Allah ridha dengan kita semua…..

Balas ke PulungLaporkan

Kiriman 49

Pulung Tri Handoko menulispada 26 Juni 2009 jam 10:17

maaf sebelumnya maksud saya bilang hasil pemikiran kaum yahudi di sini bukan berarti bilang mas imran yahudi….tetapi saya hanya menegaskan untuk pola pemikiran tataran yahudi jago2 dalam pemikiran, mohon jangan di salah artikan ya mas imran

Balas ke PulungLaporkan

Kiriman 50

1 balasan

M Imron Pribadi menulispada 26 Juni 2009 jam 12:30

Astagfirullah…..hahahahhaha…. aku ini hanya seorang salesman jalanan yang sedang mengemis dan mencari hidup dari perusahaan satu keperusahaan lain dari sabang sampai meroke…..

Aku bukan apa-apa… aku hanya imron yang berjalan karena berfikir akan dosa yang sangat besar yang telah aku perbuat pada ALLAH dan aku akan menebusnya karena perbuatannku…..

Aku hanyalah manusia yang penuh nafsu, riya, ujub, sumah, iri, dengki, tamak, rakus, sombong, pemarah, rakus, dll…. aku hanya ingin semua sifat ini menjadi murid-muridku didalam diriku….. sehingga mereka semua bekerja untuk aku dan akan aku perintahkan untuk sujud dan takluk kepada ALLAH… Tuhan yang telah aku selingkuhi, yang telah aku hianati, yang telah aku coreng mukaNya ALLAH karena dosa-dosaku……hahahahahah… maafkan semua teman dan saudara… aku hanyalah pecundang dosa yang ingin minta ketulusan ALLAH untuk memimpinku kejalan yang benar..

Aku cemburu pada ALLAH…. karena dia telah mengasihi orang-orang sholeh, orang orang mukmin, orang orang pasa suhadak dan orang oran gyang jihad karena ALLAh…. tetapi aku hanya seorang pengemis yang meminta ampunan dan restuNya…. ALLAH untuk menerimaku sebagai SAHABATNYA dan KEKASINYA…. karena aku SANGAT MERINDUKANNYA….
Maafkan aku…. aku hanya pengemis yang jalanan……yang tidak ada gunaya bagi orang lain…. tetapi aku selalu menyusahkan orang lain…

karena pada hakekatnya aku adalah kebodohan yang sedang berjalan….

ASTAGFIRULLAH……

Balas ke MLaporkan

  • Iklan

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    w

    Connecting to %s