Posted on

Berzina dan minuman Keras Pad Hakekatnya Halal – 7

Kiriman 100

Pulung Tri Handoko menulispada 05 Juli 2009 jam 18:30

weleh-weleh sama2 orang islam yo mari padha rukun sama2 nyari kebenaran katanya kok malah jadi kebathilan ingat mas banyak cara setan menjerumuskan kita termasuk dengan ilmu yang kita punya hehehehe

Balas ke PulungLaporkan

Kiriman 101

Lingga Pradana menulispada 05 Juli 2009 jam 19:39

@ PULUNG

hehehehee tnng MAS sya bukn trmasuk orng2 yg suka emosi ko ,,
heheheh
"ANALLAH MA’AL SOBIRIN"

heheheh

tnng sja wlw gmna pun sya tidk akn MARAH !!

thx ats sran’a OM

Balas ke LinggaLaporkan

Kiriman 102

Zainal Abidin A menulispada 05 Juli 2009 jam 22:57


(clingak-clinguk sambil garuk2 kepala…trus geleng2) ha..ha..ha…
selama belum ada orang yang mati trus hidup lagi…boleh saja berbeda pendapat….karena kita nggak akan tau yang benar…sebelum kerangkeng keterbatasan manusia itu hilang…semuanya tampak samar..

Balas ke ZainalLaporkan

Kiriman 103

Ahmad Nur Kholid menulispada 08 Juli 2009 jam 11:08

Post #102
Zainal Abidin A:

Tidak harus begitu mas….Kalau saya begini, argumentasi memang bisa apa saja. Tetapi ada argumentasi yang argumentatif dan ada argumentasi yang tidak argumentatif…

Parameter-nya ya hujjah-nya atau dalilnya. Karenanya persoalan mengklasifikasi dalil menjadi sangat penting…..

Balas ke AhmadLaporkan

Kiriman 104

Betza Aldyz menulispada 08 Juli 2009 jam 12:36

dogma adalah dogma… hukum adalah hukum… setinggi apapun ilmu kita, tetaplah kita ini makhluk ciptaan Illahi…. Jika Sang Pencipta sdh menggariskan ttg halal dan haram, bagaimana bisa kita ingin merubahnya or menganalisa sesuai dg kemauan kita shg menjadi samar?

cobalah posisikan diri kita sbg seorang hamba yg hrs patuh pd rambu2 yg dibuat Sang Pencipta. memang kita manusia biasa yg selalu penuh tanya dan kemauan… tp kita jg terbatas krn kita makhlukNya

Al-Qur’an dan Hadist adalah pegangan hidup terbaik tp bukan berarti kita boleh menyitir ayat sesuai keinginan kita, apalg memenggal2 utk memenuhi hasrat duniawi…

saya sendiri sdg menata diri utk semakin dekat dg Nya… sbg seorg ibu dg 3 anak yg belum baligh, tdk gampang mengarahkan mereka. Tp saya yakin bahwa Allah akan membantu saya membimbing ke 3 anak saya tersebut krn mereka bukan milik saya tp milik Allah…. Allah hanya menitipkan pd saya.. dan saya telah berani menerima titipan ini…. Saya merasa sangat sombong… astagfirullah…

namun Allah menunjukan sifat rahman n rahhimNYa… Allahuakbar..Allahuakbar….saya diberi banyak kemudahan dlm membimbing, mereka mulai memahami hukum2 Allah meski dr yg sangat sederhana sekalipun…

tp bukankah kita hrs pahami yg sangat sederhana lebih dahulu agar tidak terjebak dalam kerumitan yg tersamar?

Balas ke BetzaLaporkan

Kiriman 105

Putri Iyan menulispada 09 Juli 2009 jam 8:32

@UNTUK ANDA SEMUA :
Saya negeri sekali melihat tautan ini dan seketika saya mengucapkan SUBHANALLAH…. ASTAGFIRULLAH….. ALLAHU AKBAR….. karena ini adalah tulisan yang sangat berisiko tinggi, tetapi setelah saya lihat dasar dari tulisan ini saya menjadi tenang dan lega, mengapa demikian, coba ANDA LIHAT, di dunia ini siapa yang mampu berbuat demikian dalam berbuat kemaksiatan, yang sering orang tidak pernah peduli akan hal ini, coba ANDA KALIAN SEMUA SIMAK DENGAN PIKIRAN POSITIF akan tautan ini :

============================

Cobalah ANDA melakukan perzinahan dan minum-minuman keras, tetapi sebelum melakukan hal tersebut JANGAN LUPA pastikan anda telah melakukan hal-hal sebagai berikut :
1. ambillah wudhu terlebih dahulu sebagai iktikag baik anda akan minum dan barzina

2. Pada saat itu lakukanlah berdzikir sepanjang perjalanan menuju tempat berzina dan minum-minuman keras

3. Pada saat anda berzina dan minuman keras terus dalam hati anda tiada henti hentinya berdzikir dan berdzikir pada Allah hingga pastikan secara jasmani anda telah lupa bahwa anda telah berzina tetapi secara rohani pastikan anda tidak berzina tetapi berdzikir pada Allah…..

Karena aku pernah melakukan hal ini, tetapi masih pada batas minum minuman keras saja yaitu minum BLACK LABEL DAN CIVAS REGAL…

subhanallah….. aku mabuk tetapi dalam mabukku aku secara totalitas pikiranku hanya untuk Allah….. bahkan pada saat itu justru Allah semakin dekat padaku… secara fisik aku adalah ahli NAR tetapi benarkah aku pada saat seperti itu ahli NAR?

ini adalah proses pencarianku kepada Allah melalui jalur perbuatan haram, TETAPI tidak dapat aku katakan bahwa sangat luar biasa kebesaran ALLAH pada saat itu. .

Atau sebenarnya aku ini memang sudah ahli NAR ATAU iblis yang menjelma dalam diriku … karena aku berbuat demikian,,,, menyatukan Allah dalam konspirasi HARAM MENJADI HALAL….

Sehingga …. kata teman-temanku dan atasanku bahwa aku uni kalau mabuk yaitu selalu berdzikir dan berdzikir terus….. bahkan melakukan sholat tahajud…..

Bagaimana menurut ANDA konsep ini ?
apakah tetap HARAM?
APAKAH AKU SEBENARNYA BERJIWA IBLIS?…..

================

Ini menurutku sebuah perjalanan batin yang sangat pemberani, sehingga demi mencari Allah dan meminta tulus ikhlas darinya dia tidak peduli apakah dirinya akan menjadi iblis, asal semua itu karena kehendak Allah. sebuah proses perjalanan batin yang ikhlas karena Allah……

Dalam tulisan ini coba anda lihat, sang penulis tidak pernah menyalahkan sedikitpun dari tulisan dan komentar dari anda semua, tetapi dia selalu membenarkan apa yang dia tulis, mungkin dia hanya kadang-kadang kalau kurang sepaham dengan anda dia hanya menulis, bahwa kebenaran yang anda tulis adalah benar, minimal untuk anda sendriri. ini adalah sebuah WISDOM YANG BERJALAN dalam pikiran sang penulis.

Proses perjalanan batin yang berisiko tinggi dan cenderung mencari guru dari alam sebagai guru tertingginya dia, saya yakin bukan dia tidak punya mursyid, tetapi dia lebih cenderung mencari kekuatan dan kekuasaan Allah sebagai guru terpenting dalam perjalanan dia.

Sebuah proses perjalanan batin yang mencari hakekat HALAL DAN HARAM, saya yakin kalau dia sudah mendaptkan hal ini dia akan berdakwah pada orang yang pemabuk dan pejina, sehingga tempatnya di lokalisasi, mungkin dia orang yang peduli nasib wanita yang terjerat di lokalisasi sehingga dia mencari format pada Allah untuk membimbing saudara kita yang terjebak pada dunia prostitusi, saya yakin inilah niat yang mendasari dia untuk melakukan hal ini. liha tsaja dia aalah seorang salesman, pasti dunia dia keluar masuk lokalisasi. atau minal dia menangis saat melihat para kaum hawa sebagai yang telah melahirkan dirinya terjebak dalam lembah nista…. teruskan perjuanganmu mas… semoga inilah yang menjadi tujuan anda….. kalau tidak berusahalah untuk hal ini… saya yakin anda lebih bijak … maaf…. sok menggurui… mas Imron dan ANDA SEKALIAN….

Balas ke IyanLaporkan

Kiriman 106

Putri Iyan menulispada 09 Juli 2009 jam 8:40

maaf… semua saya tidak bisa menulis dan buta tasawuf… saya menulis ini karena belajar dari tulisan ANDA SEMUA…. TERUSLAH MENULIS… APA YANG ADA DALAM HATI ANDA… JANGAN TAKUT… SALAH ATAU DOSA… KARENA INI ADALAH PROSES BELAJAR DAN PERJALANAN…. MAKA KUNCINYA ADALAH BERDZIKIR DALAM BERFIKIR…..

Balas ke IyanLaporkan

Kiriman 107

1 balasan

Pulung Tri Handoko menulispada 09 Juli 2009 jam 12:20

waduh bingung ini memberi komentarnya tulisannya panjang…..
simpel aja deh…. berfikir dan berdzikir ada landasan dasarnya ya itu jiwa yang tenang….. kalo berzina dan minumnya sambil ngos2an bgmana di lakukan dengan tenang hehehe

Balas ke PulungLaporkan

Kiriman 108

Pulung Tri Handoko menulispada 09 Juli 2009 jam 12:28

kalo ga’ takut salah dan dosa bolak-balik lagi jadi pas ga’ berfikir dong hehehe

Balas ke PulungLaporkan

Kiriman 109

1 balasan

Rahmat Dwi Cahyono menulis8 jam yang lalu

khusus mabuk saja, karena saya tidak suka berzina
mabuk
menurut kabar burung yang saya dengar orang2 rastafari di afrika sono menggunakan mabuk ganja sebagai ritual mendekatkan diri kepada tuhannya
opini
bagi diri saya sendiri saya ingin melupakan tuhan ketika saya mabuk, karena saya tahu mabuk itu salah dan saya takut tuhan melihat saya mabuk

Balas ke RahmatLaporkan

Kiriman 110

Anda membalas kiriman Rahmat18 menit yang lalu

Hehehehe…. Mas rahamt ini orangnya jujur dan polos yaaa… emang suka mabuk juga yaa…

Aku orangnya selalu ingin tahu, makanya untuk mengetahui hukumnya mabuk itu haram, maka saya harus menguji lewat berbagai alternatif tentang hakekat mabuk dengan berbagai versi. Dengan demikian kita akan lebih pas memahami hakekat orang mabuk dan mabuk dilihat dari berbagai sudut pandang halal, haram, enaknya, akibatnya, penyebabnya, hal-hal yang mempengaruhi dll.

Maka perlu juga diuji secara tharikat, hakikat dan makrifatnya tentang mabuk. Sehingga diri ini paham akan sebuah hakikatnya. Sehingga tidak mudah untuk dipengaruhi dan mudah untuk mempengaruhi orang lain untuk tidak mabuk. karena kita telah tahu terapi dan alternatif lain untuk menghindari mabuk.

memahami hukum Allah akan lebih obyektif kalau dilihat dari segi positif dan negatifnya dari berbagai sudut pandang, sehingga islam, iman, dan ihsan kita tidak sekedar warisan atau ikut-ikutan dari orang lain.

Perjalanan batin adalah sangat penting untuk aktualisasi diri pada Illahi Robbi.
Bagiku Allah itu bukan untuk ditakuti, tetapi Allah itu penting untuk dihadirkan dalam diri kita yaitu untuk menempati singgasana kecil yang ada di hati kita.

Memahami Allah lebih mudah daripada memahmi manusia lain, karena kita tidak mungkin memahami orang lain sebelum kita memahami hakikat diri dan siapa diri kita sebenarnya dalam kontek manusia, Allah dan diri kita sendiri.

Maka explorasi batin sangat lah penting dilakukan secara terus menerus dengan berbekal syariat, tharikat, hakikat untuk obtimalisasi pencapaian makrifatullah…. hingga kita bisa merasakan fana dalam diri kita dari segala belenggu jiwa. Amin

Mohon maaf… atas salah dan dosaku….

Balas Kiriman Anda IniHapus Kiriman

 

Kiriman 111

Anda membalas kiriman Pulung6 menit yang lalu

hehehehe… mas pulung ini jujur sekali, simple praktis dan enak dibawa dan dimakan umpama mas pulung ini kue lemper heheheh… enak… ini kue kesukaanku… berarti pemikiran ma spulung adalah kue lemper kesukaanku…enak dan nikmat heehehehe… makan lagi ah… kue lempernya…

makanya kalau mau berzina dan minum-minuman keras itu jangan ngos-ngosan, jadi harus dilakukan dengan jiwa yang tenang, ikhlas pada Allah, tawaduk, tawakal dan selalu berfikir dan berdzikir, agar kita bisa menikmati indahnya berdzina dan minum-minuman keras. Artinya jangan berzina dan minum-minuman keras kalau jiwanya tidak tenang atau tidak bisa ikhlas karena Allah, tawakal dan tawaduk karena kalau tidak maka perbuatannya akan haram… makanya jangan berdzina sembarangan, ada aturannya mas kalau mau berdzina ……hehehehe… bener ya… mas kue lemper…. eh…sori … mas pulung yang ganteng.

Mas suka kue lemper juga…

 

Kiriman 111

Anda membalas kiriman Pulungpada 11 Juli 2009 jam 7:31

hehehehe… mas pulung ini jujur sekali, simple praktis dan enak dibawa dan dimakan umpama mas pulung ini kue lemper heheheh… enak… ini kue kesukaanku… berarti pemikiran ma spulung adalah kue lemper kesukaanku…enak dan nikmat heehehehe… makan lagi ah… kue lempernya…

makanya kalau mau berzina dan minum-minuman keras itu jangan ngos-ngosan, jadi harus dilakukan dengan jiwa yang tenang, ikhlas pada Allah, tawaduk, tawakal dan selalu berfikir dan berdzikir, agar kita bisa menikmati indahnya berdzina dan minum-minuman keras. Artinya jangan berzina dan minum-minuman keras kalau jiwanya tidak tenang atau tidak bisa ikhlas karena Allah, tawakal dan tawaduk karena kalau tidak maka perbuatannya akan haram… makanya jangan berdzina sembarangan, ada aturannya mas kalau mau berdzina ……hehehehe… bener ya… mas kue lemper…. eh…sori … mas pulung yang ganteng.

Mas suka kue lemper juga…

Balas Kiriman Anda IniHapus Kiriman

Kiriman 112

Rahmat Dwi Cahyono menulispada 11 Juli 2009 jam 7:41

untuk mas imron >>
saya begitu "muda" sehingga hanya pedoman2 horiaontal yang saya jalankan, sedangkan pedoman2 yang bersifat fertikal saya sangatlah dangkal sehingga saya kurang mengamalkannya.

ketika saya mabuk tidak ada yang saya rugikan, bandingkan dengan berzina,
untuk diketahui, saya tidak pernah mabuk untuk lari dari kenyataan, saya tidak pernah mabuk ketika datang masalah, saya hanya mabuk ketika masalah sudah selesai. wkkkkkkkkkkk……..

maaf saya ngelantur

Balas ke RahmatLaporkan

Kiriman 113

Pulung Tri Handoko menulispada 11 Juli 2009 jam 9:59

heheheeh kue lemper boleh kalo kue lempar jangan ya….
yah begitulah mas imran kalo sudah pada titik dengan jiwa yang tenang dengan kata lain kita sebenarmya sudah bisa menundukkan hawa nafsu

Balas ke PulungLaporkan

Kiriman 114

1 balasan

Zainal Abidin A membalas kiriman Ahmadpada 11 Juli 2009 jam 13:24

@Akhmad Nur Kholid
yang namanya kebenaran sejati itu hanya Allah yang tau, kita hanya mencoba untuk mendekati kebenaran itu…memang benar juga bahwa segala sesuatu harus ada dalil nya..dalil itu sendiri banyak penafsirannya..tergantung siapakan yang menafsirkan dalil itu..apakah sesuai dengan "pandangan" Tuhan atau tidak..kalau tidak,dikhawatirkan akan jauh dari apa yang dimaksudkan tuhan dari dalil itu..di dunia ini memang tidak ada sesuatu yang pasti karena "rahasia" itu selalu tertutup dari pandangan orang2 terutama yang tidak "mengenal"nya
dalam agama islam sendiri banyak terjadi perbedaan pandangan..Rasul sendiri telah menyadari hal itu..masing2 golongan mempunyai "dalil" tersendiri dan mempunyai pandangan berbeda tentang AlQur’an dan hadits..sayangnya dari mereka meng-klaim bahwa pandangannya lah yang paling benar…kalau begini yang salah AlQuran atau pandangan orang2nya?
maap mas mungkin keterangan saya ini tidak argumentatif dan tidak didasari oleh dalil2…saya cuma nenyampaikan yang terlintas dalam pikiran saya..kalau salah yah maklum lah mas..heheh

Balas ke ZainalLaporkan

Kiriman 115

Ahmad Nur Kholid membalas kiriman Zainalpada 11 Juli 2009 jam 23:16

Post #1
Zainal Abidin A

Pertama:
Pendapat yang menyatakan dalil itu sendiri banyak penafsirannya dah lumrah dan banyak digunakan orang. Tapi perlu diperjelas, apakah mutlak untuk semua dalil atau tidak? juga apakah semua dalil penafsiran tersebut benar atau tidak?

Mudah itu mas….. Dalil (nas) di sampaikan dalam bahasa Arab. Tinggal lihat bahasanya aja…. misalnya begini, andaikan saya mengatakan "saya makan singkong", maka pengertiannya "ya makan singkong", bukan makan roti. kalau ada yang mengatakan "enggak ah, penafsirannya kamu makan roti, maka ia menyalahi kebenaran"…..hehehehe

Lalu bagaimana cara memilah mana yang banyak penafsiran, nah pelajari ulumuttafsir mas…. Namanya orang itu harus terus belajar kan….

Kedua:
betul Tuhan yang menentukan kebenaran. Dengan apa? Ya Alquran yang sudah dijelaskan oleh nabi Muhammad. Betul juga Nabi sudah tahu perbedaan ummatnya, makanya dia mengatakan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan semuanya masuk neraka kecuali jamaah….gitu…. kan hadisnya ada to…hehehehe

Balas ke AhmadLaporkan

Kiriman 116

1 balasan

Taufik Andianto menulispada 13 Juli 2009 jam 20:52

nderek urun rembug,
saya akui tingkatan saya belum sampai syariat
tapi kalau BERZINA DAN MINUM2AN KERAS ITU HARAM
menurut saya itu sudah jelas dan gak bisa ditawar-tawar lagi
walaupun dengan ambir air wudhu, berdoa dll kayaknya koq menghina Sang Maha Kuasa.

kalau dinalar aja , jika dilakukan benar2 minum lama-kelamaan akan hilang juga kesadaran pribadinya, ujungnya pasti gak ada yang namanya dikir, yang ada cuman bicaranya ngelantur kemana-mana.

demikian, kalau ada yang salah mohon dimaafkan

Balas ke TaufikLaporkan

Kiriman 117

Lingga Pradana menulispada 13 Juli 2009 jam 22:30

biarkan saja yang mengatakan berzina / meminuman keras halal berarti dia sudah secara sadar menentang ALLAH n ROSUL

sudh jels dalil’a ko msih d bantah !!
apapun jaln’a tpi klo sudh brtentngn dgn AL kitab n assunah brrti MENANTANG ketetapan ALLAH n ROSUL

maka pertanggung jawabkan kepada anda2 yg menghalakan’a

Balas ke LinggaLaporkan

Kiriman 118

Lutfi Fajri menulispada 14 Juli 2009 jam 13:38

@mas imron pribadi: sory bru balas postingan anda. maz yg namanya SIRR tidak bisa kita niati ato kta kehendaki smaunya scara sadar maupun tdk sadar… SIRR yg sya mksud dlm hal ini adlah SIRRULLAH. letaknya jauh dari NIAT…,ANGAN2..,NAFSU…,BUDI….AKAL… SIRR AKAN MUNCUL DGN SENDIRINYA… SEKEHENDAK empunya.. Siapa empunya SIRR? ya tentunya jwabannya: sama dgn empunya anda. jdi SIRR tdk bisa kita rekayasa… itu HAK PREROGRATIF tuhan…
Kalo anda msh bingung dgn SIRR kita ambil contoh yg gampang aja..ANDA TENTUNYA TAHU NURANI??? apakah nurani anda bisa anda tipu??bisa anda rekayasa??? NURANI akan brkata jujur…KARENA NURANI MENCERMINKAN/MANIFESTASI SIFAT2,DZAT,AF’AL(PERBUATAN) TUHAN. dgn kaitannya kasus dan ksh pribadi anda tsbt..bukan berarti anda manusia yg terkutuk.. krna seorang sekelas kekasih tuhanpun mskipun dlm kondisi hina suatu saat… dengan petunjuknya pasti akan kembali ke jln yg benar…krena KEHINAAN TSBT MERUPAKAN JLN HIDUP ORG TSBT..SPYA BSA BLAJAR DARI HIKMAH UNTUK BSA INSTROPEKSI,MAWAS DIRI… semua yg kita lakukan kalo itu buruk adlah dari kta sendiri… kalo kita pas BAIK berarti kita pas mendapat petunjukNYA..Smua org juga punya jln hdp kelam tmasuk sya pribadi tdk putih jga mas…TPI BKAN BERARTI KITA MENYETEL KEINGINAN TUHAN SEMAU KITA.. atoPUN MENYALAHKAN nasib karena TUHAN…

SIRR LETAKNYA SANGAT JAUH DARI AKAL,PIKIRAN,ANGAN2,NAFSU dan BUDI MANUSIA>>>>DIBALIK SIRRR>>>ADA ROH AGUNG….>>>>> SANG HYANG MANNON. suwun…Wassalam

Balas ke LutfiLaporkan

Kiriman 119

Pulung Tri Handoko menulispada 14 Juli 2009 jam 15:32

biarkan saja yang mengatakan berzina / meminuman keras halal berarti dia sudah secara sadar menentang ALLAH n ROSUL

sudh jels dalil’a ko msih d bantah !!
apapun jaln’a tpi klo sudh brtentngn dgn AL kitab n assunah brrti MENANTANG ketetapan ALLAH n ROSUL

maka pertanggung jawabkan kepada anda2 yg menghalakan’a
————————————————————————————————-
heheh…galak amat mas lingga tapi ya begitulah ketetapan hati….
tapi jangan membenci siapaun ya hehehe

Balas ke PulungLaporkan

Kiriman 120

Lingga Pradana menulispada 14 Juli 2009 jam 18:35

@ PULUNG

hehehe

bukn galak OM ..

ktegasn dlam BERIMAN KEPADA ALLAH n ROSUL sja agar sya bsa sllu mnghakikatkan syariat yg susuai dgn AL KITAB n ASSUNAH

Balas ke LinggaLaporkan

 

 

 

 

 

 

 

           

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s