Posted on

Berzina dan Minum-Minuman Keras Pada Hakekatnya Halal – 2

Balas ke MuhammadLaporkan

Kiriman 16

2 balasan

Fuad Masuku menulispada 20 Juni 2009 jam 21:42

batinya adam lahirnya muhamad, lahirnya muhamad adanya aLLAh,,,,
intinya jangan pernah sobong dan angkuh dalam menuju konsep bertarikat,,,, muhasaba adalah jalan menuju maqam2 yang selanjutnya,,, Allah tidak menyeruh untuk kalian semuanya mepertontonkan konsep yang terllalu jauh,,, intinya penguatan amalan dulu yaa,
mau haram dan tidaknya tergantung kepada kalian yang mengartikanya seperti apa, karna konsep manusia itu ada pada niatnya,,,, jngan terllu masuk pada kulih,,, harus isinya dong,
sudahkah kalian bertemu dengan sehk siti jenar,,,
tarekat yang paling asli dan masi dipahami yang paling kental sekali di MALUKU kalu mau belajar,..

Balas ke FuadLaporkan

Kiriman 17

Anda menulispada 21 Juni 2009 jam 4:41

Terima kasih… kawan semua, guru-guru semua dan penyejuk iman semua, sebuah nasehat yang semuanya adalah benar apabila menulisnya dengan tulus ikhlas lahir bathin dengan kebenaran yang sesungguhnya dari benar karena ALLAH SWT dan bukan karena takut akan HALAL dan HARAM dalam menulis, berbuat, berfikir, bertindak, berkelakuan dan sejenisnya.

Apakah memang benar TAKUT PADA HALAL DAN HARAM itu?

Apakah yang benar adalah TAKUTLAH KAMU HANYA KEPADA ALLAH DIMANA KAMU BERADA daripada kamu TAKUT PADA HALAL DAN HARAM?

Apakah yang benar JANGAN TAKUT KEPADA ALLAH TETAPI TULUS IKHLASLAH KEPADA ALLAH daripada TULUS IKHLAS kepada HALAM DAN HARAM?

Apakah yang benar TUNDUK, PATUH, HORMAT,SAYANG, CINTA KASIH DAN LENYAPKANLAH DIRIKU KEPADA DAN DIHADAPAN ALLAH daripada DIHADAPAN HALAL DAN HARAM?

Apakah yang benar DIRIKU TIDAK PERNAH ADA KARENA ADANYA ALLAH DALAM DIRIKU TETAPI DIRIKU INI BUKANLAH ALLAH daripada adanya diriku karena tulus ikhlas, lahir batin, tunduk hanya pada HALAM DAN HARAM?

Apakah yang benar DIRIKU INI HARAM karena yang HALAL HANYA ALLAH SWT?

Apakah yang benar TIDAK ADA DIRIKU DIRIMU, TIDAK ADA HALAL HARAM dalam diriku karena yang ada hanya adaNya ALLAH SWT?

Apakah yang benar TIDAK ADA SEMUANYA KARENA YANG ADA HANYA TITIK DZAT ALLAH SWT daripada yang ada dalam diriku HALAL DAN HARAM?

Apakah memang yang benar HANYA ALLAH SWT?

Subhanallah………. Subhanallah………. Subhanallah……..

Semua telah berfikir dalam explorasi pikiran kita untuk mengenal diri kita, karena banyak pikiran-pikiran kita yang hebat tetapi tidak mengenal diri kita masing-masing………….. bahkan mengenal diri kita masing-masing………… bukan mengenal diri kita karena ALLAH

Semua telah menghasilkan pemikiran-pemikiran kebenaran, pembelajaran dan keimanan serta keislaman semoga tidak hanya bertumpu pada hakekat HALAL DAN HARAM tetapi tulus – keikhlsan hanya kepada ALLAH SWT?

MASIH ADAKAH HALAL DAN HARAMnya sebuah perbuatan apabila semuanya telah tulus dengan ikhlas HANYA KEPADA ALLAH SWT KARENA MEMANG YANG ADA HANYA ALLAH?

Apakah HALAL DAN HARAM itu hak manusia atau HAK ALLAH? mohon maaf…. menurutku HALAL HARAM itu hanya HAK ALLAH setitik katapun bahkah setitik niatpun HALAL HARAM hanya HAK ALLAH DAN MILIK ALLAH SERTA PREROGATIF PENUH HAK ALLAH karena HALAL DAN HARAM adalah sebuah VONIS yang hanya dimiliki oleh ALLAH SWT bagaimana kita dapat menyebut sebuah perbuatan itu HALAL ATAU HARAM sementara itu hanya hak prerogatif ALLAH secara mutlak?

MUNGKIN KARENA DAMPAK KATA-KATA HALAL DAN HARAM YANG SERING DIUCAPKAN OLEH SEORANG MUSLIM, BERIMAN, KYAI, USTAD,SYAIKH dan lainnya ORANG MENJADI TAKUT MASUK ISLAM, ORANG MENJADI TAKUT BELAJAR SYARIAT ISLAM, KARENA ADANYA HALAL HARAM dan tudingan sebuah perbuatan itu HALAL DAN HARAM.

LANTAS BAGAIMANA KALAU KITA MASIH SERING TERJEBAK DAN MEMVONIS SEGALA SESUATU ITU HALAL DAN HARAM sementara vonis itu hanya HAK ALLAH semata

Semoga dihati kita semua hanya yang ada tulus iklash kepada ALLAH SWT. hingga kita dapat menyebarkannya kesemua umat manusia. Amin……..Amin…..Amin…………….

Balas Kiriman Anda IniHapus Kiriman

Kiriman 18

1 balasan

Pulung Tri Handoko menulispada 21 Juni 2009 jam 11:26

bismillah
numpang nimbrung sakderenge sedaya lepat nyuwun ngapunten
mas2 semua perlu kita sadari kenapa kita harus memahami Al-quran dengan kaffah atau bahasa jelasanya sempurna.
di sini kita harus bisa memahami makna2 apa yang di katakan seseorang dalam arti implisit ataupun explisit
jika saya baca Al-quran dengan jelas di situ tertulis bahwa segala sesuatu yang membuat kita lupa atau memabukkan jelas haram.
tapi kita pahami juga segala sesuatu akan menjadi HALAL jika ada sebab musababnya.
misal : babi haram tapi jika tidak ada yang lain selain babi jadi halal
jadi perlu dasar apa yang menyebabkan waktu itu mas imran minum khamr
apapun bentuknya dan apapun jenis perbuatan ataupun pemaknaan perlu kita menggunakan landasan yang jelas karena dalam memahami kekaffahan Al-quran perlu hati yang bersih dan jernih.
ingat apa arti bersih dan jernihpun di sini dalam pemaknaan yang luas…
dan saya sendiri tidak akan memvonis apakah mas imran saat itu iblis atau hamba Allah yang dalam proses dekat dengan Allah… cukup mas imran yang tahu. justru di sini perlu kita pahami bagaimana sebenarnya Allah ikhlas dengan kita bukan hanya kita berusaha ikhlas kepada Allah
semoga Allah selalu bersama kita
Wallahu’alam bi shawaf

Balas ke PulungLaporkan

Kiriman 19

1 balasan

Otong Isme menulispada 21 Juni 2009 jam 15:34

mungkin anda tahu betul dalm Fiqih Islam,bahwa menenggak minuman keras itu hukumnya apa….seseorang ingin menuju Raab nya harus kuat syariatnya………..

Balas ke OtongLaporkan

Kiriman 20

Otong Isme menulispada 21 Juni 2009 jam 15:49

yang namanya Haram gak bisa dihalalkan……begitu sebaliknya…………..itu semua tergantung dengan penahaman personal terhadap islam……..klo mau minum ya silakan,hanya saja gak bisa diblang halal…Ajaran siti jenar tidak seprti itu,yang haram jadi halal,yang halal jadi haram….ajaran siti jenar ajaran sufistik….zuhud…belajar mengenal diri sendri……dan syariatnya musti kuat….

Balas ke OtongLaporkan

Kiriman 21

1 balasan

Muhammad Arif Darmawan (Universitas Gadjah Mada) membalas kiriman Fuadpada 21 Juni 2009 jam 20:08

"tarekat yang paling asli dan masi dipahami yang paling kental sekali di MALUKU kalu mau belajar,.."

ya, memang kita harus bertarikat. terlepas tarekatnya apa.

namun demikian, qta tdk bisa memvonis tarekat mana yang paling asli, karena bagi pengamalnya, tarekat dialah yang paling membawa kepada pengenalan Diri.

kalau saya melihatnya kok begini, bagiku, untuk mengenal Guru di dalam diri-ku aku membutuhkan seorang mursyid untuk tahapo awal. dan Guru dhahir atau mursyid inilah satu-satunya yang membaiatku dan membimbingku sehingga aku bisa mengenal sean-setan dalam diriku sehingga kemudian bisa mengenal Diri-ku di dalam diri.

Bagiku, guru dhahir inilah satu-satu-nya yang asli karena ada sanadnya. masing-masing guru memiliki syarat minimal menjadi mursyid. Mana yang lebih tinggi ?

Anda-pun juga tidak tahu, hanya Allah-lah yang tahu. Namun sanad dan syarat menjadi mursyid udah ada, maka aku tinggal meyakini bahwa beliaulah yang memperkenalkan aku pada Diri-ku.

Balas ke MuhammadLaporkan

Kiriman 22

Anda membalas kiriman Fuadpada 21 Juni 2009 jam 21:04

Subhanallah…… apapun yang sudah tertulis oleh anda adalah sebuah kebenaran yang secara realitas pantas untuk dijalankan setiap mukmin……

Kebenaran tersebut bertumpu pada sejauh mana kita telah berlaku benar dengan barometer kebenaran yang telah kita conclusikan pada hati dan pikiran.
Amin…. Amin…..Amin….. kebenaran telah datang dari anda dan andalah barometer kebenaran yang telah anda buat…. sendiri…. tentunya untuk mencapai kebenaran mutlak harus diuji oleh kebenaran-kebenaran yang lebih tinggi lagi nilai eksistensi dan konsistensinya kebenaran itu sendiri. Hingga pada akhirnya AL-QURAN menjadi tolak uji sebuah kebenaran dari yang teruji dan terseleksi dari sejumlah kebenaran.
Astagfirullah…..

Balas Kiriman Anda IniHapus Kiriman

Kiriman 23

Anda membalas kiriman Muhammadpada 21 Juni 2009 jam 21:24

Akhamdulillah…. Mas Arif Darmawan telah menunjukkan salah satu jalan tarekat, berarti masih banyak lagi jalan tarekat yang lainnyaa…….

Tarekat yang baik tetapi belum masih yang terbaik adalah cara memandang segala sesuatu dari segala sudut sudut penjuru sehingga tercipta makna hasil penafsirannya tidak terkesan dari sudut pandang segala penjuru tersebut…. jadi hasil akhirnya adalah sebuah kesejukan iman, islam, ihsan bagi orang yang menjalankannya, mengamalkannya, bahkan orang disekitarnya. padahal jalan yang ditempuhnya penuh onak dan duri yang sulit untuk dicerna.

Orang intelektual bilang , inilah yang disebut tarikat ala grafitasi bumi yang berputar tetapi mahluk diatasnya tidak merasakannya proses berputar itu sendiri". Subhanallah……

Balas Kiriman Anda IniHapus Kiriman

Kiriman 24

Anda membalas kiriman Otongpada 21 Juni 2009 jam 21:42

Astagfirullah…. semoga dihati ini setitikpun tidak pernah merasa tahu betul tentang fiqh Dinul Islam, menurutku orang yang tahu betul 100% tentang Fiqh Dinul Islam hanyalah Muhammad Rosulullah SAW. Kita hanya dapat belajar dan mempelajarinya saja tanpa setitikpun boleh merasa tahu tentang fiqh dinul islam.

Fiqh dinul islam adalah seluas bumi dan langitpun masih belum mampu memuatnya…. sebab fiqh dinul islam adalah seluas pikiran, hati, perbuatan Rosulullah SAW dan seluas ucapan ALLAH SWT………sehingga tidak bisa dimaknai sesempit makna pikiran kita saja dalam salah satu ayat Al-Quran yang menyebutkan bahwa minuman keras itu adalah haram.

Balas Kiriman Anda IniHapus Kiriman

Kiriman 25

1 balasan

Anda membalas kiriman Pulungpada 21 Juni 2009 jam 22:03

Astagfirullah…… Allahu Akbar…….
apa yang ada tulis adalah merupakan sebuah tingkat dan nilai kedewasaan berfikir yang menuju titik keseimbangan dalam berpola pikir untuk menafsirkan pemahaman tentang hakekat halal dan haram…….

"Sekedar pola pikir kecil saja "………….
………..JIKA SEGALA SESUATU YANG MEMBUAT KITA LUPA ATAU MEMABUKKAN ITU JELAS HARAM …………….
………..MAKA JIKA SEGALA SESUATU YANG MEMBUAT KITA LUPA ATAU MEMABUKKAN ITU HARAM, LANTAS BAGAIMANA JIKA SEGALA SESUATU YANG MEMBUAT LUPA ATAU MEMABUKKAN ITU JUSTRU SEMAKIN MEMBUAT TIDAK LUPA DAN TETAP MABUK TETAPI JUSTRU SEMAKIN MENINGKATKAN KEIMANAN DAN KECINTAAN KEPADA ALLAH YANG SANGAT LUAR BIASA DALAM DIRINYA…….

Seperti …… orang yang paling bahagia dalam hidup ini adalah orang yang dapat menerima segala penderitaan hidup, kegagalan hidup menurut orang lain tetapi dirinya justru merasa mendapat kebahagiaan yang sangat luar biasa…… intinya bahagia adalah terletak pada sejauh mana hati dan pikiran kita memaknainya….. bukan terletak pada hakekat sumber bahagia seperti harta,tahta dan wanita…….

Balas Kiriman Anda IniHapus Kiriman

Kiriman 26

Bintang Bramandaru menulispada 22 Juni 2009 jam 6:46

halal atau tidaknya kan dah tertulis….
mau di kaji apa lagi???

Balas ke BintangLaporkan

Kiriman 27

Otong Isme membalas kiriman Andapada 22 Juni 2009 jam 17:28

Singkat kata.. ajaran Rasullah Nabi Allah Muhammad,untuk mendkatkan diri tidak harus mabuk ato menempuh jalan Haram. Sudah jelas sekali, untuk mencapai kedkatan dengn ALLAh sudah jlas sekli di dalam Al-quran da Hadist……..

Balas ke OtongLaporkan

Kiriman 28

1 balasan

Giri Pakuan menulispada 22 Juni 2009 jam 20:38

sebelum mengetukkan palu untuk menentukan halal-haram (ngeluarin fatwa) dan berbicara tentang hakikat apakah ada yang bisa bantu saya untuk menafsirkan arti kata "HAKIKAT" ?

Balas ke GiriLaporkan

Kiriman 29

M Natzer Waiulung menulispada 23 Juni 2009 jam 2:32

aku adalah dia yang tersembunyi
jika engkau berhasrat utuk menebar keberadaanmu maka engkau akan bertebarang tatkala bintang di langit.

Balas ke M NatzerLaporkan

Kiriman 30

Anda membalas kiriman Giripada 23 Juni 2009 jam 14:15

HAKIKAT menurut pikiran saya adalah memiliki makna yang dalam sekali…

Hakikat adalah merupakan esensi dari suatu kebenaran realitas dari intisari kebenaran mutlak yang bersumber dari kebenaran yang tertera didalam pikiran Allah.

Hakikat adalah sesuatu yang benar dari yang terbenar setelah mengalami proses ujian hingga akhirnya kebenaran itu sendiri tidak bisa di uji lagi kebenarannya karena sudah benar adanya.

Hakikat adalah seuatu nilai yang tidak memiliki dampak sisi nengatif maupun positif, karena hakekat adalah intisari kebenaran kebenaran yang tidak terbatas pada ruang dan waktu.

Lantas bagaimana hakikat akan menjadi HALAL ATAU HARAM padahal hakikat itu sudah tidak terbatas pada ruang dan waktu. sementara HALAL DAN HARAM hukum ALLAH yang masih merupakan mahluk yang terbatas pada ruang dan waktu….

SEMOGA DAPAT DISEMPURNAKAN LAGI…. INILAH HASIL PEMIKIRANKU…

Balas Kiriman Anda IniHapus Kiriman

 

Tampilkan 31 – 38 dari 38 kiriman dari 18 orang.

Kiriman 31

Zainal Abidin A menulis23 jam yang lalu


HAKIKAT…Sesuatu yang berada diluar pemahaman manusia biasa…untuk memahami HAKIKAT..lepaskan pemahaman manusia biasa…lalu "memakai" pemahaman sang pemilik HAKIKAT itu..

Balas ke ZainalLaporkan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s