Posted on

Membicarakan Mengapa Harus Marah Terjadi

Mengapa Harus Marah Terjadi

 Sering kali kita tiba-tiba marah tidak terkendali. Berapa kali kita harus marah dalam sehari, seminggu atau sebulan. Marah kadang-kadang harus kita lakukan dan kadang-kadang sangat amat tidak kita harapkan, apalagi kita yang dimarahi. Dimarahi adalah sesuatu yang amat tidak kita sukai. Hal ini terjadi karena kita pada hakekatnya lebih suka memarahi karena memarahi sudah menjadi hobi atau  sudah terbiasa terjadi. Terbiasa memarahi atau dimarahi sama –sama tidak berarti mengingat keduanya sama-sama merugi. Memarahi merugi karena dengan memarahi pribadi kita telah tidak terkendali oleh hati nurani begitu jua dimarahi sudah jelas merugi karena pribadi kita terasa dicaci maki. Ini berarti marah atau dimarahi harus dan bagaimana agar tidak terjadi, mengingat keduanya sama-sama merugi.

          Marah adalah sesuatu yang tidak terkendali didalam diri sendiri, ini berarti telah hilang, tertutupi atau berhentinya pikiran yang disebabkan tekanan yang datang secara spontan, maka terjadilah marah. Dimarahi terjadi karena telah lupa diri, tidak terkendalinya diri akan sesuatu yang sebenarnya tidak disukai oleh orang lain. Terjadinya lupa diri disebabkan masing-masing fungsi unsur-unsur pribadi  seperti sifat, karakter, tabiat, watak, pikiran dan prilaku yang bekerja dengan sendiri-sendiri tanpa ada yang mengepalai.

          Marah dapat dihentikan secara pribadi dengan melatih diri-sendiri untuk senantiasa memonitor, mengkontrol serta mengevaluasi unsur-unsur diri agar berperan aktif pada waktu yang cepat dan tepat pada saat dipanggil oleh pikiran untuk melakukan tindakan. Begitu juga agar dimarahi tidak terjadi pada diri kita sendiri maka harus dihindari segala sesuatu yang menyebabkan kita tidak kontrol unsur-unsur pribadi untuk melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan pikiran, maka inilah yang disebut kelalaian.

          Marah bukan sesuatu yang tidak bisa dihindari dari pribadi kita. Dilihat dari segi terjadinya marah yang disebabkan karena terhenti dan tidak ada koordinasi antara pikiran dengan hati nurani. Jadi sebenarnya orang marah bukan karena tindakan, perbuatan orang lain yang salah menurut kita, marah hakekatnya adalah soal kekuatan dapat tidaknya mengendalikan diri dan emosi. Maka sifat marah adalah spontanitas, marah yang berlarut-larut berarti berhentinya pikiran atau bekerjanya pikiran secara negatif. Dengan demikian berfikir positif juga dapat mengurangi dan menghilangkan marah dari diri kita sendiri.( created by : M.Imron)

         

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s