Posted on

Berzina Itu Indah

 Hidup terasa indah dengan hadirnya cinta bersama kekasih hati yang saling mengasihi, memberi dan menerima  pelukan, belaian, cumbuan, rayuan serta manisnya kata-kata asmara. Terasa sukma penuh gairah dengan tatapan-tatapan wajahnya yang cantik jelita, tampan rupawan. Segalanya berbunga-bunga hingga jatuhnya hasrat, gairah yang tertuang dalam ranjang cinta. Puncak nikamt kasih keindahan cinta terasa lega pada saat-saat detik akhir tumpahnya air putih suci yang tersembur kedalam gua surga sang kekasih. Begitu juga detik-detik dimulainya tekanan-tekanan keras terasa lembut menembus hingga ke ulu hati dan melayang terbang terbuai dalam mimpi pelukannya. Dua insan telah menyatu padu, menumpahkan segala hasrat jiwa, tanpa peduli bahwa dia belum tercipta dalam sebuah hubungan pernikahan. Terasa indah segalanya, terasa nikmat hidup yang dilaluinya. Siapa yang tidak suka, siapa yang tidak mencarinya, siapa yang tidak berani berkata bahwa berzina itu indah?

            Sudah bukan rahasia lagi bahwa memang berzina itu indah. Kenyataan telah beredar,  keindahan perzinahan telah membudaya dan sudah dinikmati oleh muda-mudi dalam usia dini. Bukan sesuatu yang tabu kalau kita berpacaran, bukan jamannya berpacaran tanpa ciuman, bukan ciuman kalau tanpa rabaan dan belaian, ciuman dengan rabaan dan belaian suatu kenimatan bila dilanjutkan langsung dimasukkan, ditenggelamkan dengan penuh kemesaraan. Oh….. indahnya perzinahan.

            Berzina itu indah, indahnya berzina terletak pada nikmatnya bersenggama tanpa doa restu kedua orang tua. Berzina itu indah, karena anak muda telah meniru prilaku orang tua. Orang tua sering berzina diluar pernikahannya dengan wanita-wanita yang lebih muda. Tidak salah kalau anak muda melakukan berzina seperti orang tua sebelum yang muda dihabiskan oleh orang tua. Orang tua dan anak muda sudah sama-sama berzina sebagai prilakunya. Keindahan berzina sudah tidak ada batas usia tua atau muda, semua sudah membudaya bercinta dengan berzina.

            Mengapa anak muda berzina? Yang jelas berzina itu indah dan seuatu yang sangat amat nikmat. Indahnya karena sudah terlupanya dosa –dosa didalam dirinya, bahkan sudah terlupakan hakekat zina adalah turunnya nilai jiwa manusia menjadi bukan manusia. Sudah tidak perduli nilai manusianya dirinya orang-orang yang telah berzina, bahwa indahnya berzina adalah tertutupnya jiwa pada dirinya oleh kebutaan pikiran yang sudah melupakan hakekat adanya Tuhan. Keindahan yang dibuat tanpa hadirNya, restuNya Tuhan adalah keindahan yang akan membunuh dirinya sendiri kedalam ruang kehampaan pikiran, kegelapan pikiran, kenistaan pikiran hingga terwujudnya duka nestapa. Hilangnya ketenangan jiwa dan  keluarga  telah diambil oleh indahnya berzina.

           Hasrat berzina timbul dari bersatunya pikiran dengan perasaan dimana tanpa kehadiran Tuhan. Kehampaan pikiran timbul dari banyaknya permasalahan, sulitnya menghadapi kehidupan. Indahnya  berzina menjadi solusi terciptanya bahagia yang bersifat hanya sementara. Manusia sudah menjadi buta jiwanya hingga mencari bahagia dengan menikmati indahnya berzina. Wanita mengorbankan mahkotanya pada pria karena tertutupnya oleh rasa indahnya berzina dengan orang yang dicintainya. Pria melakukan berzina pada hakekatnya karena pikirannya telah menikmati sesuatu yang indah dari orang yang dicintainya. Rasa cinta tanpa melihat akan kodratnya sebagai manusia beragama  maka dia  telah melahirkan beberapa penyakit yang mempengaruhi jiwanya. Penyakit yang paling bahaya adalah hadirnya duka nestapa dan hilangnya rasa bahagia didalam pikirannya. Mental seperti inilah yang menyebabkan kita dapat melakukan menikmati indahnya berzina. (created by : M. Imron)

           

Iklan