Posted on

Maaf… Bukan Maksud Pornografi

<Lelaki normal yang melihat pasti sekejap akan terpesona, mata melotot dan tidak kedip seditik pun. Sangat mubadir kalau pemandangan indah ini kita sia-siakan. Bahkan beragam pertanyaan didalam dadanya seperti, bagaimana enaknya apabila dinikmati diatas ranjang? Wah asik betul kalau dibolak balik dengan berbagai mode dan pose? Masih banyak pertanyaan lain yang serupa akan timbul. Tetapi akan sedikit berbeda kalau yang melihat pemandangan tersebut adalah seorang yang beriman, beragama kuat serta berkepribadian luhur. Dia memang sesaat melihat sambil berkata “subhannallah, astagfirulla al-adzim”.

Sekarang mari kita coba melihat pemandangan sexy tersebut dilihat oleh lelaki tanpa melihat keimanan, tingkat keagamaan, moralitas yang dimilki oleh seseorang yang melihatnya. Mari kita lihat dengan menggunakan pikiran murni tanpa ikut campurnya nafsu birahi brengsek kita yang haus akan sex dan tidak tahan melihat pantat dan buah dada nongkrong dengan hormat, juga tanpa ikut campurnya sifat ego, amarah, dan berbagai sifat lainnya yang ada dalam jiwa kita. Bagamana cara melihat dengan pola seperti ini. Mari kita lihat dengan cara pikiran dalam kondisi sebagai berikut  :

  1. Pastikan bahwa didalam pikiran kita buah dada yang montok dan besar, juga pantat sexy yang berisi, bibir mungil yang seperti merah delima tersebut kita lihat dan kita pikirkan bahwa eksistensinya hal  tersebut adalah sebuah benda sja yang memag letaknya rapi dengan bentuk sempurna.
  2. Pastikan bahwa dalam pikiran kita pantat sexy dan berisi tersebut adalah sebuah tonjolan daging yang terletak dengan tepat dan rapi dibelakang dan tepat dibawah puggung seorang wanita, dan hal ini juga bisa dimiliki oleh orang lain bahkan binatang juga punya.
  3. Pastikan bahwa dalam pikiran kita bahwa pantat sexy, buah dada montok, bibir sexy dan bahkan lekukan diantara kedua paha atas yang nyaris terlihat tersebut kita lihat dan kita bayangkan bagaimana kalau hal tersebut terdapat pada orang yang mati kena penayakit kusta.

Dengan tanpa melihat status orang tersebut harus memiliki nilai agama yang kuat, tingkat kefantikan terhadap hukum syar’i yang tidak diragukan lagi atau seorang pastur atau pendeta sekalipun. Maka siapapun orangnya dalam kondisi tersebut kami yakin nilai pikiran kotor, bejat, rusak dan haus akan sexy akan terkurangi dan bahkan lenyap hilang sama sekali setitikpun tidak akan tergoda dan terlintas nafsu binatangnya. Berarti orang tersbut telah dapat mempartisi unsur-unsur jiwa  seperti pikiran, hawa nafsu, hasrat, sifat sifat lainnya dan bahkan telah memberinya sebuah pasword atau proteksi. Pada kondisi jiwa manusia seperti ini dia telah mencapai kesempurnaan jiwa dan dapat berfikir dengan benar sesuai garis Tuhan dan kebenaran.

Sekarang bagaimana cara mempartisi unsur-unsur jiwa menjadi beberapa sub folder dan memproteksinya. Berarti untuk menjadi manusia yang memiliki jiwa stabil dan sempurna adalah manusia yang dapat mempartisi  dan proteksi seluruh unsur jiwa hingga tidak bercampur aduk satu sama lain. Karena apabila unsur jiwa bercampur aduk seperti es campur, maka bersiap-siaplah menjadi manusia yang mudah emosi, tidak dapat berfikir dengan benar, egois, sombong, pemarah, dan bersifat lainnya. Kita lihat, manusia emosi karena faktor tidak terkendalinya unsur jiwa pikiran yang tidak dapat mengendalikan sifat ego. Manusia memiliki sifat sombong karena terjadinya sifat merendahkan orang lain  dan siapapun dianggap bodoh/miskin. Hal ini terjadi karena bercampurnya berbagai sifat di dalam jiwa yang bergerak tanpa diatur terlebih dahulu. Juga karena begitu mudahnya unsur jiwa  bercampur tanpa harus terlebih dahulu dipanggil oleh pemimpin  jiwa yaitu pikiran. Juga tidak pernah terjadinya sharring dalam menghadapi masalah antara pikiran dan hati nurani kita. Dengan kata lain jiwa yang kerdil, penakut, pemalas, bodoh, dungu dan lainnya adalah manusia yang tidak pernah memimpin unsur-unsur jiwa dengan pikiran atau hati nurani.

Cara mempertisi unsur-unsur jiwa adalah dengan cara setiap melihat segala sesuatu masalah pastikan masalah tersebut sebelumnya telah didaftarkan kepada sekretaris jiwa yaitu alat panca indra kita, yaitu mata, telinga, kulit,hidung dan mulut. Kemudian setelah masalah didaftarkan pada salah satu alat panca indra kemudian dilaporkan pada sang pemimpin jiwa  yaitu pikiran atau sang penasehat jiwa yaitu hati nurani. Disinilah pikiran akan menjadi sang pengendali jiwa. Kemudian pikiran akan memanggil masing-masing sub folder jiwa sesuai kebutuhahnnya. Misalnya  pikiran akan memanggil sub folder jiwa yang bernama nafsu birahi. Pikiran ini  harus memastikan bahwa dia telah menerima laporan, membuka data  dari alat panca indra. Pastikan mata telah melihat wanita sexy, dengan pantat besar berisi, buah dada besarpadat,  kencang, bibir mungil merah delima, bodi sexy seperti gitar tua dan bahkan yang terpenting telah telanjang bulat alias bugil diatas ranjang dan penuh gairah dan sambil disertai kata-kata “Mas …. Mas…., Mass…. aku sudah siap dan tidak tahan”. Pada saat seperti inilah pikiran telah membaca data dari panca indra dengan sempurna. Inilah contoh kasus pikiran yang sehat, cerdas, pintar, dan selalu positif cara mengendalikan hawa nafsu birahi. Mengapa demikian, karena dari hasil dari panca indra telah dipastikan wanita tersebut adalah ISTRINYA.(by – m. imron)

 

 

 

Iklan