Posted on

Cara Berfikir Ala Tuhan

 

.

Malam ini aku sendiri, tanpa ada sesuatu aktifitas yang berarti, mengingat saat ini adalah hari-hari  dimana aku menjelang mimpi. Menghayal adalah sesuatu yang aku benci, karena menghayal adalah mimpi yang terjadi pada saat diri tidak lagi terkendali oleh pikiran. Bicara soal pikiran akan lebih terhormat kalau diawali dengan mengingat Tuhan. Pikiran tanpa kehadiran Tuhan akan berdampak pada kehancuran. Kehancuran adalah sesuatu yang lahir dari pikiran-pikiran besar, jiwa-jiwa besar, hasil karya para pakar, serta manivestasi dari imajinasi, inovasi dan kreasi yang didalamnya tanpa adanya unsur Illahi.

Pikiranku dan pikiranmu dapat menjadikan diriku dan dirimu sebuah gudang ilmu. Pengetahuan lahir dari sebuah hasil pikiran yang dimanivestasi kedalam sesuatu bentuk, pola, system, doktrin dan kultural dari suatu kaum, suku, adat budaya. Tidak banyak orang yang mampu berfikir hingga akhir dari berpikir, padahal setiap orang adalah memiliki pikiran untuk berfikir. Pikiran sebagai komando, pikiran sebagai leader, pikiran sebagai power, pikiran sebagai alat untuk pembaharuan dapat menjelma pada setiap jiwa. Pribadi insani yang hakiki lahir karena adanya esensi Illahi yang menemani. Pertemanan Illahi dengan pikiran adalah merupakan satu kesatuan pada setiap insan. Karena inilah maka manusia mendapat julukan insan yang paling mulia dari seluruh ciptaanNya.

Bicara soal pikiran maka kita harus ingat Tuhan, bicara soal pikiran tanpa ingat Tuhan maka kita akan lupa Tuhan, menghianati Tuhan, selingkuh dari Tuhan, tidak mengabdi pada Tuhan, kadang ingat kadang tidak pada Tuhan. Ini bukan berarti esensi Tuhan adalah sebuah pikiran. Tetapi pikiran itu dapat menjelma seperti Tuhan, membuat karya seperti karya Tuhan, menghiasi dunia seperti Tuhan menciptaNya, maka kadang kala kita dapat percaya pada esensi pikiran adalah Tuhan, Tuhan adalah pikiran, Pikiran tercipta pada insan, maka sebenarnya Tuhan itu tidak ada karena yang ada adalah pikiran. Inilah hebatnya pikiran hingga lupa akan Tuhan. Karena pada hakekatnya pikiran itu adalah Tuhan.

 

Pikiran pada hakekatnya dapat menjadi kekuatan Tuhan, apabila digunakan oleh setiap insan dengan cara berfikir menggunakan pikiran Tuhan. Pikiran Tuhan adalah gabungan dari esensi-esensi seluruh pikiran yang digunakan hanya untuk berfikir tentang hakekat pikiran itu sendiri. Sehingga hakekat pikiran Tuhan adalah kekuatan Tuhan yang serba maha. Pikiran Tuhan yang terhebat terletak pada kata-kata Tuhan yang disebut firman Tuhan didalam Al-Quran “INNAMA AMRUHU IDA ARODHA SAY-AN, AY-YAKULALAHU KUN FAYA-KUN”. Sesungguhnya apa yang dikatakan atau yang diinginkan oleh Tuhan maka Tuhan hanya berkata “KUN-FAYAKUN” jadi, maka jadilah apa yang dikehendaki.

Kehebatan pikiran Tuhan terletak pada kata-kata Tuhan langsung menjadi sesuatu yang dicipta pada saat itu juga. Tidak sedikit insan didunia yang memiliki gaya pikiran Tuhan, polo pikiran Tuhan, system pikiran Tuhan dan serupa hakekat pikiran Tuhan. George Bush adalah salah satu presiden Amirika Serikat yang memiliki gaya pikiran Tuhan, pada saat perang Irak, dia ada di gedung putih, dengan kata-katanya yang terucap secara serentak dia berkata “hancurkan Irak” maka hancurlah negeri seribu satu malam itu. Begitu hebatnya pikiran Tuhan, sehingga Tuhan pun dengan pikirannya mentakdirkan dan mengkabulkan permintaan gaya pikiran Tuhan presiden AS yang nyata-nyata adalah insan laknat Tullah yahudi yang ditakdirkan sebagai ahli nar. Pengkabulan Tuhan pada pikiran gaya Tuhan George Bush adalah mirip dan serupa pada pengkabulan gaya pikiran Tuhan Fir’un laknat Tullah.

Ternyata kehebatan pikiran Tuhan dapat kita pikirkan bahwa seakan-akan Tuhan tidak pernah berfikir pada insan yang mengabdi padaNya. Dari sini kita dapat belajar dan berfikir bahwa begitu hebatnya pikirian, hingga pikiran itu serupa dengan Tuhan, seakanakan Tuhan tidak peduli akan dampak dari hasil karya cipta pikiran yang selalu dikabulkannya, pada setiap insan yang menggunakan pikiran, walau hasil pikiran itu menghancurkan insan yang benar-benar mengabdi, berbudi pekerti dan taat pada Illahi. Inilah kehebatan pikiran, inilah pikiran Tuhan, inilah esensi pikiran bila digunakan. Bahkan hakekat pikiran dan Tuhan nyaris tidak terbedakan. Astagfirullah, Subhanallah, Allahu-Akbar, Lailaha Illallah, semoga Allah mengerti bahwa kami sedang explorasi tentang hakiki Illahi. Amin (by – m.imron)

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s