Berzina dan Minuman Keras Pada Hakekatnya Halal – 8

Kiriman 110

Anda membalas kiriman Rahmat18 menit yang lalu

Hehehehe…. Mas rahamt ini orangnya jujur dan polos yaaa… emang suka mabuk juga yaa…

Aku orangnya selalu ingin tahu, makanya untuk mengetahui hukumnya mabuk itu haram, maka saya harus menguji lewat berbagai alternatif tentang hakekat mabuk dengan berbagai versi. Dengan demikian kita akan lebih pas memahami hakekat orang mabuk dan mabuk dilihat dari berbagai sudut pandang halal, haram, enaknya, akibatnya, penyebabnya, hal-hal yang mempengaruhi dll.

Maka perlu juga diuji secara tharikat, hakikat dan makrifatnya tentang mabuk. Sehingga diri ini paham akan sebuah hakikatnya. Sehingga tidak mudah untuk dipengaruhi dan mudah untuk mempengaruhi orang lain untuk tidak mabuk. karena kita telah tahu terapi dan alternatif lain untuk menghindari mabuk.

memahami hukum Allah akan lebih obyektif kalau dilihat dari segi positif dan negatifnya dari berbagai sudut pandang, sehingga islam, iman, dan ihsan kita tidak sekedar warisan atau ikut-ikutan dari orang lain.

Perjalanan batin adalah sangat penting untuk aktualisasi diri pada Illahi Robbi.
Bagiku Allah itu bukan untuk ditakuti, tetapi Allah itu penting untuk dihadirkan dalam diri kita yaitu untuk menempati singgasana kecil yang ada di hati kita.

Memahami Allah lebih mudah daripada memahmi manusia lain, karena kita tidak mungkin memahami orang lain sebelum kita memahami hakikat diri dan siapa diri kita sebenarnya dalam kontek manusia, Allah dan diri kita sendiri.

Maka explorasi batin sangat lah penting dilakukan secara terus menerus dengan berbekal syariat, tharikat, hakikat untuk obtimalisasi pencapaian makrifatullah…. hingga kita bisa merasakan fana dalam diri kita dari segala belenggu jiwa. Amin

Mohon maaf… atas salah dan dosaku….

Balas Kiriman Anda IniHapus Kiriman

 

Kiriman 111

Anda membalas kiriman Pulung6 menit yang lalu

hehehehe… mas pulung ini jujur sekali, simple praktis dan enak dibawa dan dimakan umpama mas pulung ini kue lemper heheheh… enak… ini kue kesukaanku… berarti pemikiran ma spulung adalah kue lemper kesukaanku…enak dan nikmat heehehehe… makan lagi ah… kue lempernya…

makanya kalau mau berzina dan minum-minuman keras itu jangan ngos-ngosan, jadi harus dilakukan dengan jiwa yang tenang, ikhlas pada Allah, tawaduk, tawakal dan selalu berfikir dan berdzikir, agar kita bisa menikmati indahnya berdzina dan minum-minuman keras. Artinya jangan berzina dan minum-minuman keras kalau jiwanya tidak tenang atau tidak bisa ikhlas karena Allah, tawakal dan tawaduk karena kalau tidak maka perbuatannya akan haram… makanya jangan berdzina sembarangan, ada aturannya mas kalau mau berdzina ……hehehehe… bener ya… mas kue lemper…. eh…sori … mas pulung yang ganteng.

Mas suka kue lemper juga…

 

Kiriman 111

Anda membalas kiriman Pulungpada 11 Juli 2009 jam 7:31

hehehehe… mas pulung ini jujur sekali, simple praktis dan enak dibawa dan dimakan umpama mas pulung ini kue lemper heheheh… enak… ini kue kesukaanku… berarti pemikiran ma spulung adalah kue lemper kesukaanku…enak dan nikmat heehehehe… makan lagi ah… kue lempernya…

makanya kalau mau berzina dan minum-minuman keras itu jangan ngos-ngosan, jadi harus dilakukan dengan jiwa yang tenang, ikhlas pada Allah, tawaduk, tawakal dan selalu berfikir dan berdzikir, agar kita bisa menikmati indahnya berdzina dan minum-minuman keras. Artinya jangan berzina dan minum-minuman keras kalau jiwanya tidak tenang atau tidak bisa ikhlas karena Allah, tawakal dan tawaduk karena kalau tidak maka perbuatannya akan haram… makanya jangan berdzina sembarangan, ada aturannya mas kalau mau berdzina ……hehehehe… bener ya… mas kue lemper…. eh…sori … mas pulung yang ganteng.

Mas suka kue lemper juga…

Balas Kiriman Anda IniHapus Kiriman

Kiriman 112

Rahmat Dwi Cahyono menulispada 11 Juli 2009 jam 7:41

untuk mas imron >>
saya begitu "muda" sehingga hanya pedoman2 horiaontal yang saya jalankan, sedangkan pedoman2 yang bersifat fertikal saya sangatlah dangkal sehingga saya kurang mengamalkannya.

ketika saya mabuk tidak ada yang saya rugikan, bandingkan dengan berzina,
untuk diketahui, saya tidak pernah mabuk untuk lari dari kenyataan, saya tidak pernah mabuk ketika datang masalah, saya hanya mabuk ketika masalah sudah selesai. wkkkkkkkkkkk……..

maaf saya ngelantur

Balas ke RahmatLaporkan

Kiriman 113

Pulung Tri Handoko menulispada 11 Juli 2009 jam 9:59

heheheeh kue lemper boleh kalo kue lempar jangan ya….
yah begitulah mas imran kalo sudah pada titik dengan jiwa yang tenang dengan kata lain kita sebenarmya sudah bisa menundukkan hawa nafsu

Balas ke PulungLaporkan

Kiriman 114

1 balasan

Zainal Abidin A membalas kiriman Ahmadpada 11 Juli 2009 jam 13:24

@Akhmad Nur Kholid
yang namanya kebenaran sejati itu hanya Allah yang tau, kita hanya mencoba untuk mendekati kebenaran itu…memang benar juga bahwa segala sesuatu harus ada dalil nya..dalil itu sendiri banyak penafsirannya..tergantung siapakan yang menafsirkan dalil itu..apakah sesuai dengan "pandangan" Tuhan atau tidak..kalau tidak,dikhawatirkan akan jauh dari apa yang dimaksudkan tuhan dari dalil itu..di dunia ini memang tidak ada sesuatu yang pasti karena "rahasia" itu selalu tertutup dari pandangan orang2 terutama yang tidak "mengenal"nya
dalam agama islam sendiri banyak terjadi perbedaan pandangan..Rasul sendiri telah menyadari hal itu..masing2 golongan mempunyai "dalil" tersendiri dan mempunyai pandangan berbeda tentang AlQur’an dan hadits..sayangnya dari mereka meng-klaim bahwa pandangannya lah yang paling benar…kalau begini yang salah AlQuran atau pandangan orang2nya?
maap mas mungkin keterangan saya ini tidak argumentatif dan tidak didasari oleh dalil2…saya cuma nenyampaikan yang terlintas dalam pikiran saya..kalau salah yah maklum lah mas..heheh

Balas ke ZainalLaporkan

Kiriman 115

Ahmad Nur Kholid membalas kiriman Zainalpada 11 Juli 2009 jam 23:16

Post #1
Zainal Abidin A

Pertama:
Pendapat yang menyatakan dalil itu sendiri banyak penafsirannya dah lumrah dan banyak digunakan orang. Tapi perlu diperjelas, apakah mutlak untuk semua dalil atau tidak? juga apakah semua dalil penafsiran tersebut benar atau tidak?

Mudah itu mas….. Dalil (nas) di sampaikan dalam bahasa Arab. Tinggal lihat bahasanya aja…. misalnya begini, andaikan saya mengatakan "saya makan singkong", maka pengertiannya "ya makan singkong", bukan makan roti. kalau ada yang mengatakan "enggak ah, penafsirannya kamu makan roti, maka ia menyalahi kebenaran"…..hehehehe

Lalu bagaimana cara memilah mana yang banyak penafsiran, nah pelajari ulumuttafsir mas…. Namanya orang itu harus terus belajar kan….

Kedua:
betul Tuhan yang menentukan kebenaran. Dengan apa? Ya Alquran yang sudah dijelaskan oleh nabi Muhammad. Betul juga Nabi sudah tahu perbedaan ummatnya, makanya dia mengatakan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan semuanya masuk neraka kecuali jamaah….gitu…. kan hadisnya ada to…hehehehe

Balas ke AhmadLaporkan

Kiriman 116

1 balasan

Taufik Andianto menulispada 13 Juli 2009 jam 20:52

nderek urun rembug,
saya akui tingkatan saya belum sampai syariat
tapi kalau BERZINA DAN MINUM2AN KERAS ITU HARAM
menurut saya itu sudah jelas dan gak bisa ditawar-tawar lagi
walaupun dengan ambir air wudhu, berdoa dll kayaknya koq menghina Sang Maha Kuasa.

kalau dinalar aja , jika dilakukan benar2 minum lama-kelamaan akan hilang juga kesadaran pribadinya, ujungnya pasti gak ada yang namanya dikir, yang ada cuman bicaranya ngelantur kemana-mana.

demikian, kalau ada yang salah mohon dimaafkan

Balas ke TaufikLaporkan

Kiriman 117

Lingga Pradana menulispada 13 Juli 2009 jam 22:30

biarkan saja yang mengatakan berzina / meminuman keras halal berarti dia sudah secara sadar menentang ALLAH n ROSUL

sudh jels dalil’a ko msih d bantah !!
apapun jaln’a tpi klo sudh brtentngn dgn AL kitab n assunah brrti MENANTANG ketetapan ALLAH n ROSUL

maka pertanggung jawabkan kepada anda2 yg menghalakan’a

Balas ke LinggaLaporkan

Kiriman 118

Lutfi Fajri menulispada 14 Juli 2009 jam 13:38

@mas imron pribadi: sory bru balas postingan anda. maz yg namanya SIRR tidak bisa kita niati ato kta kehendaki smaunya scara sadar maupun tdk sadar… SIRR yg sya mksud dlm hal ini adlah SIRRULLAH. letaknya jauh dari NIAT…,ANGAN2..,NAFSU…,BUDI….AKAL… SIRR AKAN MUNCUL DGN SENDIRINYA… SEKEHENDAK empunya.. Siapa empunya SIRR? ya tentunya jwabannya: sama dgn empunya anda. jdi SIRR tdk bisa kita rekayasa… itu HAK PREROGRATIF tuhan…
Kalo anda msh bingung dgn SIRR kita ambil contoh yg gampang aja..ANDA TENTUNYA TAHU NURANI??? apakah nurani anda bisa anda tipu??bisa anda rekayasa??? NURANI akan brkata jujur…KARENA NURANI MENCERMINKAN/MANIFESTASI SIFAT2,DZAT,AF’AL(PERBUATAN) TUHAN. dgn kaitannya kasus dan ksh pribadi anda tsbt..bukan berarti anda manusia yg terkutuk.. krna seorang sekelas kekasih tuhanpun mskipun dlm kondisi hina suatu saat… dengan petunjuknya pasti akan kembali ke jln yg benar…krena KEHINAAN TSBT MERUPAKAN JLN HIDUP ORG TSBT..SPYA BSA BLAJAR DARI HIKMAH UNTUK BSA INSTROPEKSI,MAWAS DIRI… semua yg kita lakukan kalo itu buruk adlah dari kta sendiri… kalo kita pas BAIK berarti kita pas mendapat petunjukNYA..Smua org juga punya jln hdp kelam tmasuk sya pribadi tdk putih jga mas…TPI BKAN BERARTI KITA MENYETEL KEINGINAN TUHAN SEMAU KITA.. atoPUN MENYALAHKAN nasib karena TUHAN…

SIRR LETAKNYA SANGAT JAUH DARI AKAL,PIKIRAN,ANGAN2,NAFSU dan BUDI MANUSIA>>>>DIBALIK SIRRR>>>ADA ROH AGUNG….>>>>> SANG HYANG MANNON. suwun…Wassalam

Balas ke LutfiLaporkan

Kiriman 119

Pulung Tri Handoko menulispada 14 Juli 2009 jam 15:32

biarkan saja yang mengatakan berzina / meminuman keras halal berarti dia sudah secara sadar menentang ALLAH n ROSUL

sudh jels dalil’a ko msih d bantah !!
apapun jaln’a tpi klo sudh brtentngn dgn AL kitab n assunah brrti MENANTANG ketetapan ALLAH n ROSUL

maka pertanggung jawabkan kepada anda2 yg menghalakan’a
————————————————————————————————-
heheh…galak amat mas lingga tapi ya begitulah ketetapan hati….
tapi jangan membenci siapaun ya hehehe

Balas ke PulungLaporkan

Kiriman 120

Lingga Pradana menulispada 14 Juli 2009 jam 18:35

@ PULUNG

hehehe

bukn galak OM ..

ktegasn dlam BERIMAN KEPADA ALLAH n ROSUL sja agar sya bsa sllu mnghakikatkan syariat yg susuai dgn AL KITAB n ASSUNAH

Balas ke LinggaLaporkan

 

 

 

 

 

 

 

Tampilkan 121 – 122 dari 122 kiriman dari 33 orang.

Kiriman 121

M Natzer Waiulung membalas kiriman Iyanpada 15 Juli 2009 jam 1:00

mba iyan sesorang yang akan menemukan kebenaran sejati harus berangkat dari kesalahan SEJATI ITU SENDIRI jadi menurt saya semuanya benar dan semuanya salah karna dalam tasawuf tak ada benar dan tak ada salah tak ada dosa dan tak ada pahala yang ada hanya kebenaran itu sendiri yang ada hanya dia itu sendiri yang menciptakan ada dari sebuah ketiadaan karna ketiadaan dalah ada itu sendiri.he he he kok aq jdi bingung sendiri.
MBA IYAN TERLALU MERENDAH KARNA SESEORANG YANG BISA DAN MAMPU MENILAI ORANG LAIN TENTUNYA DIA LEBIH HEBAT DARI ORANG YANG DINILAINYA ITU.

Balas ke M NatzerLaporkan

Kiriman 122

Anda membalas kiriman Taufikpada 18 Juli 2009 jam 17:52

Artinya belajar syariat adalah belajar seluruh ucapan Rosulullah
Artinya belajar thariqat adalah belajar seluruh cara rosululloh beribadah
Artinya belajar haqiqat adalah belajar prilaku dan kehidupan Rosulullah
Artinya belajar makrifat adalah belajar pengalaman rosululloh dalam mengenal Allah.

Kiriman 122

Anda membalas kiriman Taufikpada 18 Juli 2009 jam 17:52

Artinya belajar syariat adalah belajar seluruh ucapan Rosulullah
Artinya belajar thariqat adalah belajar seluruh cara rosululloh beribadah
Artinya belajar haqiqat adalah belajar prilaku dan kehidupan Rosulullah
Artinya belajar makrifat adalah belajar pengalaman rosululloh dalam mengenal Allah.

Balas Kiriman Anda IniHapus Kiriman

Kiriman 123

Anda membalas kiriman M Natzer2 detik yang lalu

Terima kasih semua … karena Anda telah sangat kuat sekali Iman Anda dan telah mengharamkan apa yang digariskan Allah adalah haram dan begitu juga sebaliknya.

Karena dengan menghalalkan yang haram kalau tidak tahu akan maknanya dan tujuannya maka anda akan terjebak pada halal dan haram, sepanjang yang anda yakini itu haram maka hukumnya itu haram, tetapi sesuatu yang haram dan anda yakini itu halal maka anda harus melepas enaknya haram dan tidak enaknya halal sebagai satu kesatuan, maka anda dalam suluk akan benar -benar menjadi salik yang sejati. Karena halal dan haram hanyalah ujian bagi salik dalam memahaminya. Amin

Balas Kiriman Anda IniHapus KirimanSunting Kiriman