Hipnolangsing Methode Sholat Tepat Waktu

Hipnolangsing Methode Sholat Tepat Waktu

Created by : M Imron Pribadi

HIPNOLANGSING adalah Sebuah strategy instalasi pikiran bawah sadar kita untuk tidak tebujuk rayu oleh nafsu makan. Dengan menginstal ulang dan menformat aplikasi dan software yang sudah terinstal dalam diri kita yaitu aplikasi software tentang nafsu makan dengan software aplikasi makan pola hipnolansing dengan menggunakan teraphy methode sholat tepat waktu untuk membunuh HIPNOGEMUK dan rayuan manis fenomena hipnogemuk.

HIPNOLANGSING sebagai methode pengendalian pikiran bawah sadar adalah merupakan cara mengontrol diri kita sendiri dengan mengumpamakan kita telah melihat diri kita sebagaimana kita melihat handpone ditangan kita, laptop kesayangan kita dll. Bahwa kita makan pastikan harus wajib hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan tubuh saja untuk tidak lapar, sakit, kebutuhan vitamin, energy dan gizi saja tanpa berlebihan.

HIPNLANGSING adalah sangat erat sekali dipengaruhi oleh pikiran bawah sadar kita, karena dalam pikiran bawah sadar kita telah di instalsi beraneka software dan aplikasi tentang makanan yang pada intinya semua makanan harus dimakan hingga habis dan puas.

HIPNOLANGSING adalah bukan merupakan pola diet untuk tidak makan makanan tertentu dan juga makan makanan tertentu. Tetapi lebih mementingkan bahwa apapun boleh saja dimakan dan tidak ada pantangannya, dengan konsep bahwa makanlah sekedar untuk kebtuhan tubuh saja, bukan untuk kebutuhan nafsu makan, nafsu diri sendiri, ego diri sendiri dan yang lainnya pokoknya hanya untuk secukupnya kebutuhan tubuh kita saja dan jangan dibiarkan secara liar nafsu makan mengendalikan kita. Mulai dengan kata-kata STOP. Tentunya bagi yang muslim halal-haramnya diperhatikan yaa…….

HIPNOLANGSING ini telah aku mencobanya tetapi cuma pernah turun 12 kg, tetapi yang paling sulit pada hipnolangsing ini merawatnya, karena prinsipnya harus seperti kita taat pada sholat 5 waktu bagi yang muslim. kalau terapy hipnolangsing ini sudah bisa kita instalasi dalam otak bawah sadar kita seperti taatnya menjalankan sholat 5 waktu, wah…

hebat… mau berat badan idial berapapun pasti OK… dan dalam sekejab berat badan akan idial sesuai kehendak kita sendiri.

HIPNOLANGSING sebagai strategy pengendalian pikiran bawah sadar yang harus di instal ulang aplikasi dan software yang sudah terlanjur terinstal dalam diri kita harus kita uninstal dan kalau perlu kita format ulang. Software dan aplikasi tersebut adalah :

Software aplikasi nafsu makan sepuasnya

Software aplikasi makan apa saja

Software aplikasi bebas makan sekenyangnya

Software aplikasi hidup mubadzir tidak dimakan

Software aplikasi mumpung ada makanan

Software aplikasi kesempatan makan gratis

Software dan aplikasi lainnya yang sejenis

Semua sotfware aplikasi tersebut harus kita uninstal dan kita format ulang dari pikiran bawah sadar kita dengan aplikasi software baru yang lebih sesuai dengan pola hipnolangsing. Software aplikasi tersebut adalah :

Software aplikasi makan untuk kebutuhan tubuh saja

Software aplikasi bebas makan apa saja yang penting bagi tubuh kita

Software aplikasi stop makan berlebihan

Software aplikasi stop makan makanan yang tidak diperlukan oleh tubuh kita

Sotfware aplikasi makan tepat waktu sebagaimana sholat 5 (lima) waktu.

HIPNOLANGSING sebuah teraphy untuk menurunkan berat badan secara drastis ini berprilaku seperti seorang muslim yang taat pada menjalankan perintah sholat 5 (lima) waktu yang selalu tepat waktu dan setiap masing-masing sholat aturannya tidak bisa dirubah-rubah se-enaknya oleh diri kita. Karena semuanya sudah baku dan tidak bisa dirubah, kalau aturan sholat telah dirubah maka sholatnya bisa batal bahkan dosa besar.

HIPNOLANGSING yang terinspirasi oleh konsep sholat 5 (lima) waktu ketaatannya dalam mensikapi pola makan serta aturan makannya, maka akan membuat badan tetap idial selamanya bahkan sehat selamanya atas ijin Allah karena ketaatan makan sebagaimana kita taat dalam menjalankan sholat 5 (lima) waktu.

HIPNOLANGSING tidak memiliki hubungan erat dan langsung dengan olah raga, karena olah raga sebenarnya bukan untuk konsep menurunkan berat badan tetapi untuk menyehat bugarkan badan kita agar tidak pegal pegal, linu, sakit, lemas dan sejenisnya.

HIPNOLASNGSING sebagai teraphy melangsingkan tubuh dan menurunkan berat badan harus mampu juga membuang hipnotis fenomena HIPNOGEMUK yaitu makan, seperti ada oleh-oleh makanan langsung santap… padahal tubuh kita belum saatnya membutuhkan, ingat seperti waktu sholat, bahwa sholat belum tepat pada waktunya… ada tok-tok-tok… suara orang jual bakso langsung nafsu makan diturutinya, padahal tubuh kita belum saatnya membutuhkan , ingat sholat belum tepat pada waktunya, dan seterusnya… ini sebagai perawatan dalam hipnolangsing dan jangan terjebak oleh rayuan hipnogemuk.

HIPNOLANGSING memiliki pasword nya yaitu mencegah nafsu makan menjadi makan untuk sekedar kebutuhan saja…

SELAMAT MENCOBA SEMOGA TURUN SECARA DRASTIS, INSYA ALLAH.

Komentar dalam Facebook

Diperbarui 11 jam yang lalu · Komentar · Suka

clip_image001

Ali Imron

amin,,,,

10 jam yang lalu · Hapus

clip_image002

Adekian Liem

Trims

10 jam yang lalu · Hapus

clip_image003

Siti Umi

wah…, blm kebaca semua boss…, ntar dilanjutin lg deh… tp seru lo…

10 jam yang lalu · Hapus

clip_image004

Haji Fachrozie

lanjutin dulu dong

38 menit yang lalu · Hapus

clip_image005

M Imron Pribadi

bahwa kita gemuk memang ada faktor genetik, tetapi semuanya bukan takdir tetapi bisa diatasi oleh pola pikir kita yang tercipta dalam PBS sepakat untuk melakukan stop hipnogemuk yaitu nafsu makan yang tidak tepat pada waktunya untuk konsumsi makanan.
clip_image006

Betty Nursilawati

AjaRi i i i…im sEriuz…

13 jam yang lalu · Hapus

13 jam yang lalu · Hapus

clip_image007

Otty Pratiwi

Gimana hipnotisny y mas?hrs yakin dl yah?tp klo liat makanan enak py?apalagi msk sndr..xixixixi..

13 jam yang lalu · Hapus

Proses gemuk adalah proses kemapanan dalam hidup yang dikendalikan oleh nafsu makan yang tidak … Lihat Selengkapnya

35 menit yang lalu · Hapus

Antonius Moedjiana menyukai ini

clip_image005[1]

M Imron Pribadi

aku mencoba cuma pernah turun 12 kg, tetapi yang paling sulit pada hipnolangsing ini merawatnya, karena prinsipnya harus seperti kita taat pada sholat 5 waktu bagi yang muslim. kalau terapy hipnolangsing ini sudah bisa kita instalasi dalam otak bawah sadar kita seperti taatnya menjalankan sholat 5 waktu, wah… hebat… mau berat badan idial berapapun pasti OK… selamat mencoba!!!!

13 jam yang lalu · Hapus

clip_image008

Nia Susanti

Masa c mas?tolong cara detailny gmana?

clip_image005[2]

M Imron Pribadi

coba baca dan sharing di tulisan saya "HIPNOLANGSING METHODE SHOLAT TEPAT WAKTU"

11 jam yang lalu · Hapus

clip_image005[3]

M Imron Pribadi

Melaknisme hipnolangsing dapat dilakukan dengan prosedur sbb :
pertama lakukan pola makan tepat pada waktunya seperti mengerjakan sholat.
kedua makan tidak boleh lebih dari sekedar kebuthan tubuh kita kita sebagaimana sholat rekaatnya tidak bisa ditambah-tambah.
… Lihat Selengkapnya

27 menit yang lalu · Hapus

clip_image009

Dedeh Sutimah

mo dong diajari….piye metodene

8 jam yang lalu · Hapus

clip_image005[4]

M Imron Pribadi

ngemil boleh saja… karena ngemil seperti sholat sunat muakad.. maka juga tidak boleh melebihi dari kebutuhan tubuh kita…kuncinya apabila ngemil dirasakan sudah cukup maka berhentilah.. jangan dilanjut sampai puas, maka sampai puas inilah yang tidak dibutuhkan oleh tubuh kita

27 menit yang lalu · Hapus

clip_image005[5]

M Imron Pribadi

hipnolangsing bukanlah diet dengan tidak makan makanan teretentu justru bebas makan apa saja, tetapi tidak boleh lebih dari kebutuhan tubuh kita..
kasarnya tidak boleh makan atau ngemil sampai puas… karena dalam shlat tepat waktu tidak ada orang yang dapat melakukan sholat sampai puas….
anda dapat melakukan makan siang sebelum sholat duhur dan makan malam sebelum sholat isak dan minum air putih sebelum sholat subuh…

20 menit yang lalu · Hapus

clip_image005[6]

M Imron Pribadi

makanlah sebelum sholat….
ngemil jangan sebelum sholat.. usahakan lakukan sesudah sholat.. karena kalau kita ngemil sebelum sholat maka kita biasanya malas untuk sholat…
mengapa pakai pedoman sholat? sholat itu adalah sebuah kumpulan dari ribuan hipnoterapy…yang dibutuhkan oleh manusia dalam hidupnya… inilah salah satu rahasia Allah yang tersembunyi dalam sholat.. makanya sholat disamping pakai bacaan menggunakan banyak gerakan.

13 menit yang lalu · Hapus

Apakah Hukum Merokok atau Rokok Itu Sendiri

APAKAH HUKUM MEROKOK ATAU ROKOK ITU SENDIRI

 

Pendahuluan

   
   

Blog Windows Live Writer                                                                                             Imron Kantor  - Bunga [1600x1200]  Segala pujian bagi Allah, selawat dan salam kepada pesuruhNya ( Nabi Muhammad S.A.W ),ahli keluarganya, sahabat-sahabat juga orang-orang yang mengikut jejak langkahnya.

          Sesungguhnya telah muncul pokok ini yang dikenali dengan nama "  والتتن       " التمباك "  والتبغ والدخان "   di akhir kurun ke sepuluh hijrah. Oleh kerana pokok ini digunakan secara meluas di kalangan orang ramai, maka ianya telah memaksa alim ulama di zaman itu membahas dan mengkajinya untuk memberi penjelasan hukum dari segi syarak.

          Memandangkan masalah ini adalah masalah baru,  tidak ada hukum yang di keluarkan oleh Fuqaha, Mujtahidin yang lalu serta ulama-ulama selepas mereka dari kalangan Ahli Takhrij dan Tarjih dalam mazhab berkenaan perkara ini. Mereka juga tidak mendapat gambaran yang jelas tentang hakikat dan implikasinya berdasarkan kajian ilmiah yang betul,maka  berlakulah perbedaan pendapat yang ketara di kalangan ulama pada waktu itu. Ada di kalangan mereka yang memfatwakan haram, ada yang memfatwakan makruh,ada yang mengatakannya harus dan ada yang mengambil sikap berdiam diri tanpa membincangkannya. Fenomena ini juga berlaku kepada ke empat-empat mazhab ahli sunnah waljamaah.

          Justeru itu kita tidak boleh menisbahkan kepada mana-mana mazhab, pendapat atau fatwa yang nengatakan merokok itu harus,atau haram atau makruh.

          Nyata kepada saya bahawasanya perbezaan pendapat di kalangan ulama mazhab-mazhab,  ketika permulaan  munculnya rokok,  penggunaannya begitu meluas dan berlaku perbezaan mereka dalam mengeluarkan hukum tentangnya,bukanlah perbezaan dari segi dalil-dalil, bahkan perbezaan berlaku dalam menentukan `ilat (مناط ) yang ada pada rokok.

          Ada di kalangan mereka yang mendakwa terdapat beberapa manfaat atau faedah pada merokok. Ada juga ulamak yang mendakwa terdapat mudarat dan manfaat yang sama berat pada rokok. Terdapat juga ulamak  yang tidak menyabitkan apa-apa faedah pada rokok tetapi menafikan terdapat mudarat pada rokok. Ini bermakna sekiranya mereka dapat memastikan ada mudarat pada perkara ini, pasti mereka mengharamkannya tanpa wujud perdebatan.

          Di sini kami berpendapat untuk menyabitkan ada dan tidak ada implikasi buruk terhadap tubuh badan pada rokok dan benda-benda lain yang ada unsur ketagihan,ianya bukan bidang kuasa ahli feqah,bahkan ianya adalah bidang kuasa ahli perubatan dan penganalisis. Merekalah sepatutnya yang dirujuk dalam masalah ini kerana mereka adalah ahli sains dan banyak pengalaman. Firman Allah S.W.T yang bermaksud :” Tanyalah orang yang tahu tentang perkara itu”, “ Tidak boleh menceritakan kepada engkau seperti mana orang yang alim”.

         Secara umumnya para doktor dan penganalisis sebulat suara menjelaskan implikasi buruk merokok ke atas tubuh badan secara umum, dan secara khususnya terhadap paru-paru dan organ pernafasan, seterusnya boleh membawa kepada kanser paru-paru. Inilah faktor yang meyebabkan  masyarakat dunia sejak tahun-tahun kebelakangan ini menyeru agar berhati-hati terhadap aktiviti merokok.

          Sepatutnya di zaman kita ini para ulamak sepakat membuat keputusan ini. Sesungguhnya keputusan ahli feqah dalam masalah ini diasaskan atas pandangan pakar perubatan. Bilamana pakar perubatan menjelaskan bahawa gejala ini (merokok) meninggalkan implikasi buruk kepada kesihatan manusia. Sepatutnya ahli feqah menetapkan hukum haram kepada aktiviti merokok, kerana setiap perkara yang meninggalkan implikasi buruk kepada kesihatan manusia  mesti diharamkan di sisi syarak.

Sebab diharamkan:

Ada sesetengah orang mengatakan “ Bagaimanakah mereka boleh mengharamkan pokok ini tanpa nas ? “

Jawapannya :

Sesungguhnya tidak mesti penggubal undang-undang menaskan setiap satu perkara-perkara yang diharamkan , memadailah mereka menetapkan garis panduan atau kaedah-kaedah yang akan termasuk di bawahnya pecahan-pecahan dan unit-unit. Kaedah-kaedah ini boleh membataskannya. Adapun perkara-perkara yang khusus maka tidak mungkin membataskannya.

          Memadai bagi penggubal undang-undang mengharamkan sesuatu yang jelek dan memudaratkan, supaya termasuk di bawahnya kebanyakan makanan dan minuman lain yang juga mempunyai unsur jelek dan memudaratkan. Kerana inilah ulamak sepakat mengharamkan pokok Hasyisyah ( pokok yang menyebabkan ketagih ) dan pokok lain yang mempunyai unsur ketagihan,walaupun tidak ada nas tertentu yang mengharamkannya secara khusus.

          Imam Abu Muhammad Bin Hazam Azzahiri, kita sedia maklumi dia seorang yang berpegang dengan zahir nas, walaupun begitu beliau tetap mengharamkan sesuatu yang memudaratkan dengan memakannya, kerana berpegang dengan nas-nas yang umum. Beliau mengatakan : “ Setiap sesuatu yang boleh memudaratkan maka ianya adalah haram, berdasarkan sabda nabi S.A.W yang bererti : “ Sesungguhnya Allah mewajibkan berlaku ihsan terhadap sesuatu, maka sesiapa memudaratkan dirinya sendiri atau orang lain maka dia telah tidak melakukan ihsan dan sesiapa yang tidak melakukan ihsan, maka dia telah menyalahi ketetapan,iaitu ketetapan Allah mesti melakukan ihsan  terhadap segala sesuatu.”

          Boleh juga menjadikan dalil untuk hukum ini, sabda Nabi S.A.W yang bererti : “ tidak boleh memudaratkan dan tidak boleh dimudaratkan” , begitu juga firman Allah yang bermaksud : “ Janganlah kamu membunuh diri kamu, sesungguhnya Allah sangat mengasihi kamu”.

          Antara ungkapan feqah yang paling baik berhubung pengharaman memakan makanan yang boleh memudaratkan ialah ungkapan Iam Nawawi didalam kitab ‘ Raudah ‘, beliau berkata ;” Setiap sesuatu yang memudaratkan  apabila dimakan seperti kaca, batu, racun maka hukum memakannya adalah haram. Setiap sesuatu yang suci yang tidak menimbulkan mudarat memakannya maka hukum memakannya adalah halal kecuali sesuatu yang dianggap jelek seperti mani dan hingus, maka memakannya adalah haram mengikut pendapat yang betul. Harus meminum ubat yang mengandungi sedikit racun yang tidak membahayakan, jika diperlukan.

Mudarat Harta

          Manusia tidak harus membelanjakan hartanya kepada perkara yang tidak berfaedah sama ada di dunia atau akhirat, kerana mereka sebenarnya pemegang amanah ke atas harta yang ditinggalkan kepada mereka. Sebenarnya kesihatan dan harta adalah dua amanah Allah,maka tidak harus manusia memudaratkannya  atau mensia-siakannya. Kerana hakikat inilah,maka Nabi S.A.W melarang sesorang mensia-siakan hartanya.

          Perokok membeli kemudaratan dirinya dengan kesucian hartanya, ini tidak harus di sisi syarak. Firman Allah yang bermaksud : “ Janganlah kamu membazir,sesungguhnya  Allah tidak suka kepada orang-orang yang membazir.

Tidak ragu-ragu lagi bahawa menghabiskan harta dengan merokok adalah perbuatan mensia-siakan harta. Maka bagaimana pula jika di samping merosakkan harta ( kerosakan yang diyakini berlaku atau tidak yakin ) wujud juga perbuatan merosakkan badan ?

Mudarat Penghambaan

          Di sana ada kemudaratan lain yang biasanya tidak disedari oleh penulis-penulis mengenainya, iaitulah kejiwaan, saya maksudkan dengan mudarat jiwa ialah kebiasaan merokok dan seumpamanya akan memperhambakan jiwa manusia dan seterusnya kebiasaan yang hina ini akan menjadikan jiwa manusia sebagai mangsanya. Manusia tidak mampu meloloskan diri daripadanya dengan mudah apabila mereka ingin melakukannya pada sesuatu ketika kerana sebab-sebab tertentu,seperti kemunculan bahaya pada badannya, menampakkan kesan yang negatif dalam pendidikan anaknya ataupun kerana keperluannya yang mendesak untuk membelanjakan harta pada benda lain yang lebih berguna dan sepatutnya ataupun untuk sebab-sebab lain.

          Melihatkan kepada mudarat penghambaan jiwa ini , kami mendapati sesetengah perokok sanggup menganiayai makan minum anak-anaknya dan perbelanjaan asas keluarganya, kerana ingin memuaskan tabiatnya ini, kerana dia sememangnya sudah tidak boleh dianggap orang yang mampu membebaskan diri daripadanya. Di suatu hari nanti apabila perokok telah menjadi lemah seumpama ini, kehidupannya pasti goyah, pertimbangannya jadi tidak seimbang, keadaannya hina, pemikirannya bercelaru dan emosinya mudah tertekan kerana satu-satu sebab atau tanpa sebarang sebab. Tidak ragu-ragu lagi kemudaratan seumpama ini patut diambil kira dalam mengeluarkan hukum merokok.

Merokok diharamkan disisi syarak :

          Di zaman kita ini tidak ada pendapat yang boleh menghalalkan merokok dalam apa bentuk sekalipun, selepas Persatuan Sains Perubatan membicarakan panjang lebar implikasi buruk merokok serta kesannya yang negatif, golongan  elit dan orang awam juga mengetahui keburukan merokok dan dikuatkan lagi oleh perangkaan.

          Apabila telah gugur pendapat bahawa merokok harus secara mutlak, maka yang ada hanyalah pendapat makruh dan haram. Sesungguhnya telah jelas kepada kita melalui perbincangan  lalu bahawa hujjah haram merokok lebih kemas dan mantap. Inilah pendapat kita . Perbincangan lalu juga dijadikan garis panduan bagi memastikan terdapat mudarat pada tubuh badan, mudarat pada harta, dan mudarat pada jiwa dengan sebab merokok berterusan. Sesungguhnya setiap perkara yang boleh menjejaskan kesihatan manusia ianya mesti diharamkan disisi syarak.

          Allah Taala berfirman dan maksudnya : “ Dan janganlah kamu campakkan diri-diri kamu ke kancah kebinasaan”, “ Dan janganlah kamu membunuh diri-diri kamu,sesungguhnya Allah amat mengasihi kamu”  ,   “ Dan janganlah kamu membazir, sesungguhnya Allah tidak suka  kepada  orang-orang yang membazir”.  “ Dan janganlah kamu   melakukan pembaziran,sesungguhnya orang-orang yang membazir adalah saudara syaitan.”  Di sana ada kemudaratan tubuh badan dan di sana juga ada kemudaratan harta benda, maka menggunakan sesuatu yang memudaratkan manusia adalah diharamkan, berdasarkan firman Allah yang bermaksud :  “ Janganlah kamu membunuh diri-diri kamu “. Kerana fakta inilah wajib kita berfatwa, merokok adalah haram di zaman kita ini.

          Hakikat yang tidak boleh diragukan lagi bahawa kalangan doktor sepakat mengatakan terdapat kesan yang sangat buruk dalam aktiviti merokok.  Benar kesan buruknya tidak segera tapi beransur-ansur. Namun kesan mudarat segera dan  beransur-ansur adalah sama saja dari segi haramnya. Racun yang memberi kesan lambat atau segera sama saja, kedua-duanya diharamkan.

          Manusia tidak harus memudaratkan atau membunuh dirinya dan mereka juga tidak boleh memudaratkan orang lain. Berkenaaan ini Nabi S.A.W bersabda : “ Tidak memudaratkan dan tidak boleh dimudaratkan “ , iaitu engkau tidak boleh memudaratkan diri engkau dan orang lain.

          Merokok meninggalkan implikasi yang sangat buruk kepada diri manusia mengikut kesepakatan doktor sedunia, lantaran ini kerajaan-kerajaan sedunia mewajibkan syarikat yang mengiklan rokok menyebut “ Merokok Membahayakan Kesihatan”, selepas mereka yakin merokok memudaratkan semua orang. Justeru itu golongan fuqaha  tidak boleh berselisih pendapat tentang mengharamkan merokok.

          Lima unsur asasi yang disebut oleh ahli-ahli usul dan orang yang mendalam dalam bidang agama, serta mewajibkan supaya bersungguh-sungguh dijaga dan tidak boleh dimudaratkannya, ialah Agama,  Jiwa, Akal, Keturunan dan Harta Benda. Maka kesan merokok terhadap agama : ada di kalangan orang ramai tidak dapat berpuasa di bulan Ramadhan lantaran tidak dapat menahan diri dari merokok.

Keturunan turut menerima kesan buruk dari merokok, samada perokok itu salah seorang dari ibu, bapa atau kedua-duanya. Bahkan janin akan menerima kesan buruk ekoran ibu  yang merokok. Ini bermakna  perokok tidak memudaratkan dirinya sahaja bahkan ianya turut memudaratkan orang lain. Di sini ada yang dinamakan merokok secara terpaksa ataupun merokok dengan paksaan. Ini boleh berlaku melalui orang lain yang merokok tanpa rasa malu, sedangkan dia tidak merokok,  dia hanya menyedut asap rokok secara tidak langsung ketika dia duduk berhampiran perokok atau berada di persekitaran yang ada aktiviti merokok.

          Maka anda wahai perokok, secara tidak langsung anda telah memudaratkan diri anda sendiri dan juga orang lain. Maka kerana kemudaratan ini dan kemudaratan yang lain merokok mesti diharamkan dan ulamak mesti sepakat mengharamkannya. Sesungguhnya ada sesetengah ulamak meletakkan sebagai paksi sebilangan besar hukum merokok di atas kemampuan kebendaan sahaja. Maka haram merokok bila mana perokok berada dalam kesempitan duit untuk merokok dan makruh bagi orang yang mampu membeli rokok. Ini adalah pendapat yang tidak betul dan tidak mantap.

          Para ulamak dan doktor sedunia sepakat, menjadikan faktor mudarat tubuh badan dan mudarat jiwa sebagai satu faktor besar dalam menentukan hukum merokok, disamping mudarat harta. Sesungguhnya orang kaya tidak berhak membelanjakan dan menghabiskan hartanya dengan sewenang-wenangnya,kerana  hartanya itu  sebenarnya milik Allah dan masyarakat.

          Orang Islam yang rasional sepatutnya menjauhkan diri dari penyakit yang merosakkan ini, kerana rokok telah diyakini mempunyai unsur-unsur yang jelek,ianya tidak tergolong dalam makanan yang berkualiti lantaran tiada faedah samada untuk dunia  dan akhirat.

          Nasihat saya kepada pemuda-pemuda  secara khusus, supaya mereka mengelak diri dari terjebak dengan penyakit yang boleh merosakkan kesihatan mereka, melemahkan kekuatan dan kesuburan mereka. Mereka hendaklah tidak menjadi mangsa kekeliruan yang dibayangkan kepada mereka, bahawa merokok adalah tanda kelelakian dan tanda  peribadi merdeka.

          Mana-mana individu dari kalangan pemuda yang terlibat dengan aktiviti merokok, mampu melepaskan diri daripadanya dan mengalahkannya  (kerana beliau masih diperingkat awal ) sebelum penyakit ini bertapak kukuh dan mengalahkannya jika tidak nanti sukar baginya melepaskan diri dari cengkamannya kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah.

          Menjadi tanggungjawab media massa memfokuskan kempen yang teratur dengan berbagai cara  untuk menjelaskan keburukan merokok. Tanggungjawab penyusun skrip, pengeluar dan penerbit filem, teater dan drama bersiri pula ialah mengekang propoganda ke arah merokok dengan mempamerkan rokok dalam gambaran yang sesuai dan tidak sesuai pada setiap keadaan.

          Tanggungjawab kerajaan pula ialah berganding bahu membasmi penyakit ini dan membebaskan rakyat dari bahananya walaupun kerajaan mengalami kerugian cukai berjuta-juta, namun kesihatan rakyat  dan anak bangsa dari segi jasmani dan spiritual lebih penting dan berharga dari wang ringgit. Sebenarnya kerajaan menanggung kerugian dari segi kebendaan ketika mana kerajaan mengizinkan merokok. Ini adalah kerana kos yang dikeluarkan oleh kerajaan untuk menjaga pesakit yang menghidap pelbagai penyakit dan ancaman ekoran aktiviti merokok berlipat kali ganda melebihi hasil kutipan cukai yang dikenakan ke atas tembakau, kalau dibandingkan kerugian ekoran kekurangan produktiviti negara dengan sebab ramai perokok tidak dapat menjalankan tugas lantaran menderita pelbagai penyakit.

          Kami memohon ke hadrat Allah Taala agar menyinari hati-hati kami memberi kefahaman yang mendalam kepada kami tentang agama kami,mengajar apa yang boleh memberi faedah kepada kami,memberi faedah dengan sesuatu yang kami telah tahu, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi hampir dengan hamba-hambaNya. Selamat dan salam ke atas penghulu kami Muhammad S.A.W,ahli keluarganya dan sahabat-sahabatnya.

WALLAHU  A`LAM

TEKS ASAL

ما هو حكم التدخين أو الدخان؟
مقدمة
علة التحريم
الضرر المالي
ضرر الاستعباد
التدخين محرم شرعا
مقدمة
الحمد لله والصلاة والسلام على رسوله وعلى آله وصحبه ومن نهج نهجه، أما بعد فقد ظهر هذا النبات المعروف الذي يطلق عليه اسم "الدخان" او "التبغ " أو " التمباك " أو " التتن"، في آخر القرن العاشر الهجري، وبدأ استعماله يشيع بين الناس، مما أوجب على علماء ذلك العصرأن يتكلموا في بيان حكمه الشرعي.
ونظرا لحداثته وعدم وجود حكم سابق فيه للفقهاء المجتهدين، ولا من لحقهم من أهل التخريج والترجيح في المذاهب، وعدم تصورهم لحقيقته ونتائجه تصورا كاملا ، مبنيا على دراسة علمية صحيحة، اختلفوا فيه اختلافا بينا فمنهم من ذهب إلى حرمته ، ومنهم من أفتى بكراهته ، ومنهم من قال بإباحته ، ومنهم من توقف فيه وسكت عن البحث عنه، وكل أهل مذهب من المذاهب الأربعة- السنية- فيهم من حرمه، وفيهم من كرهه، وفيهم من أباحه. ولهذا لا نستطيع أن ننسب إلى مذهب القول بإباحة أو تحريم أو كراهة.
ويبدو لي أن الخلاف بين علماء المذاهب عند ظهور الدخان، وشيوع تعاطيه، واختلافهم في إصدار حكم شرعي في استعماله، ليس منشؤه في الغالب اختلاف الأدلة، بل الاختلاف في تحقيق المناط. فمنهم من أثبت للتدخين عدة منافع في زعمه. ومنهم من أثبت له مضار قليلة تقابلها منافع موازية لها. ومنهم من لم يثبت له أية منافع، ولكن نفى عنه الضرر وهكذا. ومعنى هذا أنهم لو تأكدوا من وجود الضرر في هذا الشيء لحرموه بلا جدال.
وهنا نقول: إن إثبات الضرر البدني أو نفيه في "الدخان " ومثله مما يتعاطى ليس من شأن علماء الفقه،. بل من شأن علماء الطب والتحليل. فهم الذين يسألون هنا، لأنهم أهل العلم والخبرة. قال تعالى: "فاسأل به خبيراً" وقال: "ولا ينبئك مثل خبير". أما علماء الطب والتحليل فقد قالوا كلمتهم في بيان آثار التدخين الضارة على البدن بوجه عام، وعلى الرئتين والجهاز التنفسي بوجه خاص، وما يؤدي إليه من الإصابة بسرطان الرئة مما جعل العالم كله في السنوات الأخيرة يتنادى بوجوب التحذير من التدخين.
وفي عصرنا ينبغي أن يتفق العلماء على الحكم وذلك أن حكم الفقيه هنا يبنى على رأي الطبيب، فإذا قالت الطبيب إن هذه الآفة- التدخين- ضارة بالإنسان فلابد أن يقول الفقيه هذه حرام، لأن كل ما يضر بصحة الإنسان يجب أن يحرم شرعا.
على أن من أضرار التدخين مالا يحتاج إثباته إلى طبيب اختصاصي ولا إلى محلل كيماوي، حيث يتساوى في معرفته عموم الناس، من مثقفين وأميين.
علة التحريم
أما ما يقوله بعض الناس: كيف تحرمون هذا النبات بلا نص؟
فالجواب أنه ليس من الضروري أن ينص الشارع على كل فرد من المحرمات، وإنما هو يضع ضوابط أو قواعد تندرج تحتها جزئيات نخشى، وأفراد كثيرة. فإن القواعد يمكن حصرها. أما الأمور المفردة فلا يمكن حصرها. ويكفي أن يحرم الشارع الخبيث أو الضار، ليدخل تحته ما لا يحصى من المطعومات والمشروبات الخبيثة أو الضارة، ولهذا أجمع العلماء على تحريم الحشيشة ونحوها من المخدرات، مع عدم وجود نص معين بتحريمها على الخصوص.
وهذا الإمام أبو محمد بن حزم الظاهري، نراه متمسكا بحرفية النصوص وظواهرها، ومع هذا يقرر تحريم ما يستضر بأكله، أخذا من عموم النصوص. قال: " وأما كل ما أضر فهو حرام لقول النبي صلي الله عليه وسلم : "إن الله كتب الإحسان على كل شيء، فمن أضر بنفسه أو بغيره فلم يحسن، ومن لم يحسن فقد خالف كتاب " أي كتابة الله الإحسان على كل شئ".
ويمكن أن يستدل لهذا الحكم أيضأ بقوله صلى الله عليه وسلم : " لا ضرر ولا ضرار". كما يمكن الاستدلال بقوله تعالى: " ولا تقتلوا أنفسكم إن الله كان بكم رحيما " ومن أجود العبارات الفقيهة في تحريم تناول المضرات عبارة الإمام النووي في روضته قال: "كل ما أضر أكله، كالزجاج والحجر والسم، يحرم أكله. وكل طاهر لا ضرر في أكله يحل أكله، إلا المستقذرات الطاهرات، كالمني والمخاط. فإنها حرام على الصحيح… ويجوز شرب دواء فيه قليل سم إذا كان الغالب السلامة، واحتيج إليه.
الضرر المالي
لا يجوز للإنسان أن ينفق ماله فيما لا ينفعه لا في الدنيا ولا في الدين، لأن الإنسان مؤتمن على ماله مستخلف فيه. وكذلك فإن الصحة والمال وديعتان من الله ولذا لا يجوز للإنسان أن يضر صحته أو يضيع ماله. ولذلك نهى النبي صلى الله عليه وسلم عن إضاعة المال.
والمدخن يشتري ضرر نفسه بحر ماله. وهذا أمر لا يجوز شرعا. قال الله تعالى: " ولا تسرفوا، إنه لا يحب المسرفين " ولا يخفى أن إنفاق المال في التدخين إضاعة له. فكيف إذا كان مع الإتلاف للمال ضرر متحقق يقينا أو ظنا. أي أنه اجتمع عليه إتلاف المال وإتلاف البدن معا.
ضرر الاستعباد
وهناك ضرر آخر، يغفل عنه عادة الكاتبون في هذا الموضوع وهو الضرر النفسي، وأقصد به، أن الاعتياد على التدخين وأمثاله، يستعبد إرادة الإنسان، ويجعلها أسيرة لهذه العادة السخيفة، بحيث لا يستطيع أن يتخلص منها بسهولة إذا رغب في ذلك يوما لسبب ما، كظهور ضررها على بدنه، أو سوء أثرها في تربية ولده، أو حاجته إلى ما ينفق فيها لصرفه في وجوه أخرى أنفع وألزم، أو نحو ذلك من الأسباب.
ونظرا لهذا الاستعباد النفسي، نرى بعض المدخنين، يجور على قوت أولاده، والضروري من نفقة أسرته، من أجل إرضاء مزاجه هذا، لأنه لم يعد قادرا على التحرر منه. وإذا عجز مثل هذا يوما عن التدخين، لمانع داخلي أو خارجي، فإن حياته تضطرب، وميزانه يختل، وحاله تسوء، وفكره يتشوش، وأعصابه تثور لسبب أولغيرسبب. ولاريب أن مثل هذا الضررجدير بالاعتبار في إصدارحكم على التدخين.
التدخين محرم شرعا
ليس للقول بحل التدخين أي وجه في عصرنا بعد أن أفاضت الهيئات العلمية الطبية في بيان أضراره، وسيء آثاره، وعلم بها الخاص والعام، وأيدتها لغة الأرقام.
وإذا سقط القول بالإباحة المطلقة، لم يبق إلا القول بالكراهة أو القول بالتحريم. وقد اتضح لنا مما سبق أن القول بالتحريم أوجه وأقوى حجة. وهذا هو رأينا. وذلك لتحقق الضرر البدني والمالي والنفسي باعتياد التدخين. لأن كل ما يضر بصحة الإنسان يجب أن يحرم شرعا.
والله تعالى يقول: " ولا تلقوا بأيديكم إلى التهلكة " ويقول جل جلاله " ولا تقتلوا أنفسكم إن الله كان بكم رحيما " ويقول الله عزوجل " ولا تسرفوا إنه لا يحب المسرفين" ، " ولا تبذر تبذيرا إن المبذرين كانوا إخوان الشياطين " ، فهناك ضرر بدني ثابت وهناك ضرر مالي ثابت كذلك، فتناول كل ما يضر الإنسان يحرم، لقوله تعالى: " ولا تقتلوا أنفسكم " . من أجل هذا يجب أن نفتي بحرمة هذا التدخين في عصرنا.
والواقع الذي لاشك فيه هو ان الأطباء يجمعون على أن في التدخين ضررا مؤكدا. صحيح أن ضرره ليس فوريا ، ولكنه ضرر تدريجي. والضرر التدريجي كالضرر الفوري في التحريم، فالسم البطيء كالسم السريع كلاهما يحرم تناوله على الإنسان .
والانتحار محرم بنوعيه السريع والبطيء، والمدخن ينتحر انتحارا بطيئا. والإنسان لا يجوز أن يضر أو يقتل نفسه، ولا أن يضر غيره. ولهذا قال النبي صلي الله عليه وسلم : " لا ضرر ولا ضرار" أي لا تضر نفسك ولا تضر غيرك، فهذا ضرر مؤكد على نفس الإنسان بإجماع أطباء العالم، لهذا أوجبت دول العالم على كل شركة تعلن عن التدخين أن تقول إنه ضار بالصحة بعد أن استيقن ضرره للجميع، لهذا لا يصح أن يختلف الفقهاء في تحريمه.
والضرورات الخمس التي ذكرها الأصوليون وفقهاء الدين، وأوجبوا الحرص على المحافظة عليها وعدم الإضرار بها هي الدين والنفس والعقل والنسل والمال. وكلها تتأثر بهذه الآفة. فدين الإنسان يتأثر، فمن الناس من لا يصوم رمضان لأنه لا يستطيع أن يمتنع عن التدخين. والنسل يتضرر بالتدخين، سواء كان المدخن أحد الأبوين أو كلاهما، بل إن الجنين يتضرر من تدخين أمه، بما يعني أن المدخن لا يضر نفسه فقط وإنما يضر غيره، وهناك ما يسمى الآن التدخين القسري، أو التدخين بالإكراه، فيدخن الإنسان رغم أنفه وهو لا يتناول السجارة وإنما يتناولها قهرا عندما يجلس بجوار إنسان مدخن أو في بيئة فيها التدخين.
فأنت أيها المدخن تضر نفسك وتضر غيرك رغم إرادته وأنفه، فمن أجل هذا الضرر وغيره يجب أن يحرم التدخين وأن يجمع العلماء على تحريمه. وقد أدار بعض العلماء معظم الحكم في التدخين على المقدرة المالية وحدها، أو عدمها، فيحرم في حالة عجز المدخن عن مصاريف التدخين، ويكره للقادر عليه. وهذا رأي غير سديد ولا مستوعب. فإن الضرر البدني والنفسي الذي أجمع العلماء والأطباء في العالم على تحققه له اعتباره الكبير، بجوار الضرر المالي. ثم إن الغني ليس من حقه أن يضيح ماله، ويبعثره فيما يشاء. لأنه مال الله أولا، ومال الجماعة ثانيا .
وينبغي للإنسان المسلم العاقل أن يمتنع عن هذه الآفة الضارة الخبيثة، فالتبغ لاشك من الخبائث، وليس من الطيبات، إذ ليس فيه أي نفع دنيوي أو نفع ديني.
ونصيحتي للشباب خاصة، أن ينزهوا أنفسهم عن الوقوع في هذه الآفة، التي تفسد عليهم صحتهم، وتضعف من قوتهم ونضرتهم، ولا يسقطوا فريسة للوهم الذي يخيل إليهم أن التدخين من علامات الرجولة، أو استقلال الشخصية.
ومن تورط منهم في ارتكابها يستطيع التحرر منها، والتغلب عليها وهو في أول الطريق، قبل أن تتمكن هي منه، وتغلب عليه، ويعسر عليه فيما بعد النجاة من براثنها، إلا من رحم ربك.
وعلى أجهزة الإعلام أن تشن حملة منظمة بكل الأساليب على التدخين، وتبين مساوئه. وعلى مؤلفي ومخرجي ومنتجي الأفلام والتمثيليات والمسلسلات، أن يكفوا عن الدعاية للتدخين، بوساطة ظهور السيجارة بمناسبة وغير مناسبة في كل المواقف.
وعلى الدولة أن تتكاتف لمقاومة هذه الآفة، وتحرير الأمة من شرورها، وإن خسرت خزانة الدولة الملايين فإن صحة الأمة وأبنائها، الجسمية والنفسية، أهم وأغلى من الملايين. والواقع أن الدولة هي الخاسرة ماليا عندما تسمح بالتدخين، لأن ما تننفقه في رعاية المرضى الذين يصيبهم التدخين بأمراض عديدة وخطيرة تبلغ أضعاف ما تجنيه من ضرائب تفرضها على التبغ، بالإضافة إلى ما تخسره من نقص الإنتاج بسبب زيادة تغيب المدخنين عن العمل نتيجة ما يعانونه من أمراض.
نسأل الله تبارك وتعالى أن ينير بصائرنا، وأن يفقهنا في ديننا، وأن يعلمنا ما ينفعنا، وينفعنا بما علمنا، إنه سميع قريب. وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم. والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

التدخين حرام تعاطيه واستيراده وبيعه والترويج له والإعلان عنه
في أحدث فتاواه التي أصدرها مؤخرا أعاد فضيلة العلامة القرضاوي القول بحرمة التدخين، وأوضح سبب ذهابه للحرمة – وليس مجرد الكراهة، كما يشيع عند بعضهم – بأنه ضار مسبب للسرطان، ليس للمدخن فقط ولكن لمن يجالسه أيضا، ورآه إسرافا وتبذيرا مضرا بالضرورات الخمس. جاء ذلك في فتوى أصدرها فضيلته ردا على سؤال حول التدخين توجهت به إليه جمعية الهلال الأحمر القطرية.
حيث قال فضيلته: إنه حرام، لأنه مضر بالصحة، مسبب للسرطان، وهو قتل بطيء للنفس، والله تعالى يقول: (ولا تقتلوا أنفسكم إن الله كان بكم رحيما) وهو حرام، لأنه يضر بمن يجالس المدخن، ويشركه في التدخين رغما عنه، والحديث النبوي يقول: «لا ضرر ولا ضرار».
وهو حرام، لأنه خبيث في رائحته وفي أثره، والإسلام جاء ليحل الطيبات ويحرم الخبائث.. وهو حرام، لأنه من باب الإسراف أو التبذير وإضاعة المال فيما لا ينفع في الدنيا والآخرة.. وهو حرام لأنه يضر الضرورات الخمس: يضر بالدين، ويضر بالنفس، ويضر بالنسل، ويضر بالعقل، ويضر بالمال، لهذا كان تعاطيه محرما، واستيراده محرما، وبيعه محرما، والترويج له والإعلان عنه محرما.. وختم فضيلته بقوله: اللهم اكفنا بحلالك عن حرامك، وبطاعتك عن معصيتك، آمين.
المصدر جريدة الشرق القطرية

Berzina dan Minuman Keras Pada Hakekatnya Halal – 8

Kiriman 110

Anda membalas kiriman Rahmat18 menit yang lalu

Hehehehe…. Mas rahamt ini orangnya jujur dan polos yaaa… emang suka mabuk juga yaa…

Aku orangnya selalu ingin tahu, makanya untuk mengetahui hukumnya mabuk itu haram, maka saya harus menguji lewat berbagai alternatif tentang hakekat mabuk dengan berbagai versi. Dengan demikian kita akan lebih pas memahami hakekat orang mabuk dan mabuk dilihat dari berbagai sudut pandang halal, haram, enaknya, akibatnya, penyebabnya, hal-hal yang mempengaruhi dll.

Maka perlu juga diuji secara tharikat, hakikat dan makrifatnya tentang mabuk. Sehingga diri ini paham akan sebuah hakikatnya. Sehingga tidak mudah untuk dipengaruhi dan mudah untuk mempengaruhi orang lain untuk tidak mabuk. karena kita telah tahu terapi dan alternatif lain untuk menghindari mabuk.

memahami hukum Allah akan lebih obyektif kalau dilihat dari segi positif dan negatifnya dari berbagai sudut pandang, sehingga islam, iman, dan ihsan kita tidak sekedar warisan atau ikut-ikutan dari orang lain.

Perjalanan batin adalah sangat penting untuk aktualisasi diri pada Illahi Robbi.
Bagiku Allah itu bukan untuk ditakuti, tetapi Allah itu penting untuk dihadirkan dalam diri kita yaitu untuk menempati singgasana kecil yang ada di hati kita.

Memahami Allah lebih mudah daripada memahmi manusia lain, karena kita tidak mungkin memahami orang lain sebelum kita memahami hakikat diri dan siapa diri kita sebenarnya dalam kontek manusia, Allah dan diri kita sendiri.

Maka explorasi batin sangat lah penting dilakukan secara terus menerus dengan berbekal syariat, tharikat, hakikat untuk obtimalisasi pencapaian makrifatullah…. hingga kita bisa merasakan fana dalam diri kita dari segala belenggu jiwa. Amin

Mohon maaf… atas salah dan dosaku….

Balas Kiriman Anda IniHapus Kiriman

 

Kiriman 111

Anda membalas kiriman Pulung6 menit yang lalu

hehehehe… mas pulung ini jujur sekali, simple praktis dan enak dibawa dan dimakan umpama mas pulung ini kue lemper heheheh… enak… ini kue kesukaanku… berarti pemikiran ma spulung adalah kue lemper kesukaanku…enak dan nikmat heehehehe… makan lagi ah… kue lempernya…

makanya kalau mau berzina dan minum-minuman keras itu jangan ngos-ngosan, jadi harus dilakukan dengan jiwa yang tenang, ikhlas pada Allah, tawaduk, tawakal dan selalu berfikir dan berdzikir, agar kita bisa menikmati indahnya berdzina dan minum-minuman keras. Artinya jangan berzina dan minum-minuman keras kalau jiwanya tidak tenang atau tidak bisa ikhlas karena Allah, tawakal dan tawaduk karena kalau tidak maka perbuatannya akan haram… makanya jangan berdzina sembarangan, ada aturannya mas kalau mau berdzina ……hehehehe… bener ya… mas kue lemper…. eh…sori … mas pulung yang ganteng.

Mas suka kue lemper juga…

 

Kiriman 111

Anda membalas kiriman Pulungpada 11 Juli 2009 jam 7:31

hehehehe… mas pulung ini jujur sekali, simple praktis dan enak dibawa dan dimakan umpama mas pulung ini kue lemper heheheh… enak… ini kue kesukaanku… berarti pemikiran ma spulung adalah kue lemper kesukaanku…enak dan nikmat heehehehe… makan lagi ah… kue lempernya…

makanya kalau mau berzina dan minum-minuman keras itu jangan ngos-ngosan, jadi harus dilakukan dengan jiwa yang tenang, ikhlas pada Allah, tawaduk, tawakal dan selalu berfikir dan berdzikir, agar kita bisa menikmati indahnya berdzina dan minum-minuman keras. Artinya jangan berzina dan minum-minuman keras kalau jiwanya tidak tenang atau tidak bisa ikhlas karena Allah, tawakal dan tawaduk karena kalau tidak maka perbuatannya akan haram… makanya jangan berdzina sembarangan, ada aturannya mas kalau mau berdzina ……hehehehe… bener ya… mas kue lemper…. eh…sori … mas pulung yang ganteng.

Mas suka kue lemper juga…

Balas Kiriman Anda IniHapus Kiriman

Kiriman 112

Rahmat Dwi Cahyono menulispada 11 Juli 2009 jam 7:41

untuk mas imron >>
saya begitu "muda" sehingga hanya pedoman2 horiaontal yang saya jalankan, sedangkan pedoman2 yang bersifat fertikal saya sangatlah dangkal sehingga saya kurang mengamalkannya.

ketika saya mabuk tidak ada yang saya rugikan, bandingkan dengan berzina,
untuk diketahui, saya tidak pernah mabuk untuk lari dari kenyataan, saya tidak pernah mabuk ketika datang masalah, saya hanya mabuk ketika masalah sudah selesai. wkkkkkkkkkkk……..

maaf saya ngelantur

Balas ke RahmatLaporkan

Kiriman 113

Pulung Tri Handoko menulispada 11 Juli 2009 jam 9:59

heheheeh kue lemper boleh kalo kue lempar jangan ya….
yah begitulah mas imran kalo sudah pada titik dengan jiwa yang tenang dengan kata lain kita sebenarmya sudah bisa menundukkan hawa nafsu

Balas ke PulungLaporkan

Kiriman 114

1 balasan

Zainal Abidin A membalas kiriman Ahmadpada 11 Juli 2009 jam 13:24

@Akhmad Nur Kholid
yang namanya kebenaran sejati itu hanya Allah yang tau, kita hanya mencoba untuk mendekati kebenaran itu…memang benar juga bahwa segala sesuatu harus ada dalil nya..dalil itu sendiri banyak penafsirannya..tergantung siapakan yang menafsirkan dalil itu..apakah sesuai dengan "pandangan" Tuhan atau tidak..kalau tidak,dikhawatirkan akan jauh dari apa yang dimaksudkan tuhan dari dalil itu..di dunia ini memang tidak ada sesuatu yang pasti karena "rahasia" itu selalu tertutup dari pandangan orang2 terutama yang tidak "mengenal"nya
dalam agama islam sendiri banyak terjadi perbedaan pandangan..Rasul sendiri telah menyadari hal itu..masing2 golongan mempunyai "dalil" tersendiri dan mempunyai pandangan berbeda tentang AlQur’an dan hadits..sayangnya dari mereka meng-klaim bahwa pandangannya lah yang paling benar…kalau begini yang salah AlQuran atau pandangan orang2nya?
maap mas mungkin keterangan saya ini tidak argumentatif dan tidak didasari oleh dalil2…saya cuma nenyampaikan yang terlintas dalam pikiran saya..kalau salah yah maklum lah mas..heheh

Balas ke ZainalLaporkan

Kiriman 115

Ahmad Nur Kholid membalas kiriman Zainalpada 11 Juli 2009 jam 23:16

Post #1
Zainal Abidin A

Pertama:
Pendapat yang menyatakan dalil itu sendiri banyak penafsirannya dah lumrah dan banyak digunakan orang. Tapi perlu diperjelas, apakah mutlak untuk semua dalil atau tidak? juga apakah semua dalil penafsiran tersebut benar atau tidak?

Mudah itu mas….. Dalil (nas) di sampaikan dalam bahasa Arab. Tinggal lihat bahasanya aja…. misalnya begini, andaikan saya mengatakan "saya makan singkong", maka pengertiannya "ya makan singkong", bukan makan roti. kalau ada yang mengatakan "enggak ah, penafsirannya kamu makan roti, maka ia menyalahi kebenaran"…..hehehehe

Lalu bagaimana cara memilah mana yang banyak penafsiran, nah pelajari ulumuttafsir mas…. Namanya orang itu harus terus belajar kan….

Kedua:
betul Tuhan yang menentukan kebenaran. Dengan apa? Ya Alquran yang sudah dijelaskan oleh nabi Muhammad. Betul juga Nabi sudah tahu perbedaan ummatnya, makanya dia mengatakan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan semuanya masuk neraka kecuali jamaah….gitu…. kan hadisnya ada to…hehehehe

Balas ke AhmadLaporkan

Kiriman 116

1 balasan

Taufik Andianto menulispada 13 Juli 2009 jam 20:52

nderek urun rembug,
saya akui tingkatan saya belum sampai syariat
tapi kalau BERZINA DAN MINUM2AN KERAS ITU HARAM
menurut saya itu sudah jelas dan gak bisa ditawar-tawar lagi
walaupun dengan ambir air wudhu, berdoa dll kayaknya koq menghina Sang Maha Kuasa.

kalau dinalar aja , jika dilakukan benar2 minum lama-kelamaan akan hilang juga kesadaran pribadinya, ujungnya pasti gak ada yang namanya dikir, yang ada cuman bicaranya ngelantur kemana-mana.

demikian, kalau ada yang salah mohon dimaafkan

Balas ke TaufikLaporkan

Kiriman 117

Lingga Pradana menulispada 13 Juli 2009 jam 22:30

biarkan saja yang mengatakan berzina / meminuman keras halal berarti dia sudah secara sadar menentang ALLAH n ROSUL

sudh jels dalil’a ko msih d bantah !!
apapun jaln’a tpi klo sudh brtentngn dgn AL kitab n assunah brrti MENANTANG ketetapan ALLAH n ROSUL

maka pertanggung jawabkan kepada anda2 yg menghalakan’a

Balas ke LinggaLaporkan

Kiriman 118

Lutfi Fajri menulispada 14 Juli 2009 jam 13:38

@mas imron pribadi: sory bru balas postingan anda. maz yg namanya SIRR tidak bisa kita niati ato kta kehendaki smaunya scara sadar maupun tdk sadar… SIRR yg sya mksud dlm hal ini adlah SIRRULLAH. letaknya jauh dari NIAT…,ANGAN2..,NAFSU…,BUDI….AKAL… SIRR AKAN MUNCUL DGN SENDIRINYA… SEKEHENDAK empunya.. Siapa empunya SIRR? ya tentunya jwabannya: sama dgn empunya anda. jdi SIRR tdk bisa kita rekayasa… itu HAK PREROGRATIF tuhan…
Kalo anda msh bingung dgn SIRR kita ambil contoh yg gampang aja..ANDA TENTUNYA TAHU NURANI??? apakah nurani anda bisa anda tipu??bisa anda rekayasa??? NURANI akan brkata jujur…KARENA NURANI MENCERMINKAN/MANIFESTASI SIFAT2,DZAT,AF’AL(PERBUATAN) TUHAN. dgn kaitannya kasus dan ksh pribadi anda tsbt..bukan berarti anda manusia yg terkutuk.. krna seorang sekelas kekasih tuhanpun mskipun dlm kondisi hina suatu saat… dengan petunjuknya pasti akan kembali ke jln yg benar…krena KEHINAAN TSBT MERUPAKAN JLN HIDUP ORG TSBT..SPYA BSA BLAJAR DARI HIKMAH UNTUK BSA INSTROPEKSI,MAWAS DIRI… semua yg kita lakukan kalo itu buruk adlah dari kta sendiri… kalo kita pas BAIK berarti kita pas mendapat petunjukNYA..Smua org juga punya jln hdp kelam tmasuk sya pribadi tdk putih jga mas…TPI BKAN BERARTI KITA MENYETEL KEINGINAN TUHAN SEMAU KITA.. atoPUN MENYALAHKAN nasib karena TUHAN…

SIRR LETAKNYA SANGAT JAUH DARI AKAL,PIKIRAN,ANGAN2,NAFSU dan BUDI MANUSIA>>>>DIBALIK SIRRR>>>ADA ROH AGUNG….>>>>> SANG HYANG MANNON. suwun…Wassalam

Balas ke LutfiLaporkan

Kiriman 119

Pulung Tri Handoko menulispada 14 Juli 2009 jam 15:32

biarkan saja yang mengatakan berzina / meminuman keras halal berarti dia sudah secara sadar menentang ALLAH n ROSUL

sudh jels dalil’a ko msih d bantah !!
apapun jaln’a tpi klo sudh brtentngn dgn AL kitab n assunah brrti MENANTANG ketetapan ALLAH n ROSUL

maka pertanggung jawabkan kepada anda2 yg menghalakan’a
————————————————————————————————-
heheh…galak amat mas lingga tapi ya begitulah ketetapan hati….
tapi jangan membenci siapaun ya hehehe

Balas ke PulungLaporkan

Kiriman 120

Lingga Pradana menulispada 14 Juli 2009 jam 18:35

@ PULUNG

hehehe

bukn galak OM ..

ktegasn dlam BERIMAN KEPADA ALLAH n ROSUL sja agar sya bsa sllu mnghakikatkan syariat yg susuai dgn AL KITAB n ASSUNAH

Balas ke LinggaLaporkan

 

 

 

 

 

 

 

Tampilkan 121 – 122 dari 122 kiriman dari 33 orang.

Kiriman 121

M Natzer Waiulung membalas kiriman Iyanpada 15 Juli 2009 jam 1:00

mba iyan sesorang yang akan menemukan kebenaran sejati harus berangkat dari kesalahan SEJATI ITU SENDIRI jadi menurt saya semuanya benar dan semuanya salah karna dalam tasawuf tak ada benar dan tak ada salah tak ada dosa dan tak ada pahala yang ada hanya kebenaran itu sendiri yang ada hanya dia itu sendiri yang menciptakan ada dari sebuah ketiadaan karna ketiadaan dalah ada itu sendiri.he he he kok aq jdi bingung sendiri.
MBA IYAN TERLALU MERENDAH KARNA SESEORANG YANG BISA DAN MAMPU MENILAI ORANG LAIN TENTUNYA DIA LEBIH HEBAT DARI ORANG YANG DINILAINYA ITU.

Balas ke M NatzerLaporkan

Kiriman 122

Anda membalas kiriman Taufikpada 18 Juli 2009 jam 17:52

Artinya belajar syariat adalah belajar seluruh ucapan Rosulullah
Artinya belajar thariqat adalah belajar seluruh cara rosululloh beribadah
Artinya belajar haqiqat adalah belajar prilaku dan kehidupan Rosulullah
Artinya belajar makrifat adalah belajar pengalaman rosululloh dalam mengenal Allah.

Kiriman 122

Anda membalas kiriman Taufikpada 18 Juli 2009 jam 17:52

Artinya belajar syariat adalah belajar seluruh ucapan Rosulullah
Artinya belajar thariqat adalah belajar seluruh cara rosululloh beribadah
Artinya belajar haqiqat adalah belajar prilaku dan kehidupan Rosulullah
Artinya belajar makrifat adalah belajar pengalaman rosululloh dalam mengenal Allah.

Balas Kiriman Anda IniHapus Kiriman

Kiriman 123

Anda membalas kiriman M Natzer2 detik yang lalu

Terima kasih semua … karena Anda telah sangat kuat sekali Iman Anda dan telah mengharamkan apa yang digariskan Allah adalah haram dan begitu juga sebaliknya.

Karena dengan menghalalkan yang haram kalau tidak tahu akan maknanya dan tujuannya maka anda akan terjebak pada halal dan haram, sepanjang yang anda yakini itu haram maka hukumnya itu haram, tetapi sesuatu yang haram dan anda yakini itu halal maka anda harus melepas enaknya haram dan tidak enaknya halal sebagai satu kesatuan, maka anda dalam suluk akan benar -benar menjadi salik yang sejati. Karena halal dan haram hanyalah ujian bagi salik dalam memahaminya. Amin

Balas Kiriman Anda IniHapus KirimanSunting Kiriman               

Berzina dan minuman Keras Pad Hakekatnya Halal – 7

Kiriman 100

Pulung Tri Handoko menulispada 05 Juli 2009 jam 18:30

weleh-weleh sama2 orang islam yo mari padha rukun sama2 nyari kebenaran katanya kok malah jadi kebathilan ingat mas banyak cara setan menjerumuskan kita termasuk dengan ilmu yang kita punya hehehehe

Balas ke PulungLaporkan

Kiriman 101

Lingga Pradana menulispada 05 Juli 2009 jam 19:39

@ PULUNG

hehehehee tnng MAS sya bukn trmasuk orng2 yg suka emosi ko ,,
heheheh
"ANALLAH MA’AL SOBIRIN"

heheheh

tnng sja wlw gmna pun sya tidk akn MARAH !!

thx ats sran’a OM

Balas ke LinggaLaporkan

Kiriman 102

Zainal Abidin A menulispada 05 Juli 2009 jam 22:57


(clingak-clinguk sambil garuk2 kepala…trus geleng2) ha..ha..ha…
selama belum ada orang yang mati trus hidup lagi…boleh saja berbeda pendapat….karena kita nggak akan tau yang benar…sebelum kerangkeng keterbatasan manusia itu hilang…semuanya tampak samar..

Balas ke ZainalLaporkan

Kiriman 103

Ahmad Nur Kholid menulispada 08 Juli 2009 jam 11:08

Post #102
Zainal Abidin A:

Tidak harus begitu mas….Kalau saya begini, argumentasi memang bisa apa saja. Tetapi ada argumentasi yang argumentatif dan ada argumentasi yang tidak argumentatif…

Parameter-nya ya hujjah-nya atau dalilnya. Karenanya persoalan mengklasifikasi dalil menjadi sangat penting…..

Balas ke AhmadLaporkan

Kiriman 104

Betza Aldyz menulispada 08 Juli 2009 jam 12:36

dogma adalah dogma… hukum adalah hukum… setinggi apapun ilmu kita, tetaplah kita ini makhluk ciptaan Illahi…. Jika Sang Pencipta sdh menggariskan ttg halal dan haram, bagaimana bisa kita ingin merubahnya or menganalisa sesuai dg kemauan kita shg menjadi samar?

cobalah posisikan diri kita sbg seorang hamba yg hrs patuh pd rambu2 yg dibuat Sang Pencipta. memang kita manusia biasa yg selalu penuh tanya dan kemauan… tp kita jg terbatas krn kita makhlukNya

Al-Qur’an dan Hadist adalah pegangan hidup terbaik tp bukan berarti kita boleh menyitir ayat sesuai keinginan kita, apalg memenggal2 utk memenuhi hasrat duniawi…

saya sendiri sdg menata diri utk semakin dekat dg Nya… sbg seorg ibu dg 3 anak yg belum baligh, tdk gampang mengarahkan mereka. Tp saya yakin bahwa Allah akan membantu saya membimbing ke 3 anak saya tersebut krn mereka bukan milik saya tp milik Allah…. Allah hanya menitipkan pd saya.. dan saya telah berani menerima titipan ini…. Saya merasa sangat sombong… astagfirullah…

namun Allah menunjukan sifat rahman n rahhimNYa… Allahuakbar..Allahuakbar….saya diberi banyak kemudahan dlm membimbing, mereka mulai memahami hukum2 Allah meski dr yg sangat sederhana sekalipun…

tp bukankah kita hrs pahami yg sangat sederhana lebih dahulu agar tidak terjebak dalam kerumitan yg tersamar?

Balas ke BetzaLaporkan

Kiriman 105

Putri Iyan menulispada 09 Juli 2009 jam 8:32

@UNTUK ANDA SEMUA :
Saya negeri sekali melihat tautan ini dan seketika saya mengucapkan SUBHANALLAH…. ASTAGFIRULLAH….. ALLAHU AKBAR….. karena ini adalah tulisan yang sangat berisiko tinggi, tetapi setelah saya lihat dasar dari tulisan ini saya menjadi tenang dan lega, mengapa demikian, coba ANDA LIHAT, di dunia ini siapa yang mampu berbuat demikian dalam berbuat kemaksiatan, yang sering orang tidak pernah peduli akan hal ini, coba ANDA KALIAN SEMUA SIMAK DENGAN PIKIRAN POSITIF akan tautan ini :

============================

Cobalah ANDA melakukan perzinahan dan minum-minuman keras, tetapi sebelum melakukan hal tersebut JANGAN LUPA pastikan anda telah melakukan hal-hal sebagai berikut :
1. ambillah wudhu terlebih dahulu sebagai iktikag baik anda akan minum dan barzina

2. Pada saat itu lakukanlah berdzikir sepanjang perjalanan menuju tempat berzina dan minum-minuman keras

3. Pada saat anda berzina dan minuman keras terus dalam hati anda tiada henti hentinya berdzikir dan berdzikir pada Allah hingga pastikan secara jasmani anda telah lupa bahwa anda telah berzina tetapi secara rohani pastikan anda tidak berzina tetapi berdzikir pada Allah…..

Karena aku pernah melakukan hal ini, tetapi masih pada batas minum minuman keras saja yaitu minum BLACK LABEL DAN CIVAS REGAL…

subhanallah….. aku mabuk tetapi dalam mabukku aku secara totalitas pikiranku hanya untuk Allah….. bahkan pada saat itu justru Allah semakin dekat padaku… secara fisik aku adalah ahli NAR tetapi benarkah aku pada saat seperti itu ahli NAR?

ini adalah proses pencarianku kepada Allah melalui jalur perbuatan haram, TETAPI tidak dapat aku katakan bahwa sangat luar biasa kebesaran ALLAH pada saat itu. .

Atau sebenarnya aku ini memang sudah ahli NAR ATAU iblis yang menjelma dalam diriku … karena aku berbuat demikian,,,, menyatukan Allah dalam konspirasi HARAM MENJADI HALAL….

Sehingga …. kata teman-temanku dan atasanku bahwa aku uni kalau mabuk yaitu selalu berdzikir dan berdzikir terus….. bahkan melakukan sholat tahajud…..

Bagaimana menurut ANDA konsep ini ?
apakah tetap HARAM?
APAKAH AKU SEBENARNYA BERJIWA IBLIS?…..

================

Ini menurutku sebuah perjalanan batin yang sangat pemberani, sehingga demi mencari Allah dan meminta tulus ikhlas darinya dia tidak peduli apakah dirinya akan menjadi iblis, asal semua itu karena kehendak Allah. sebuah proses perjalanan batin yang ikhlas karena Allah……

Dalam tulisan ini coba anda lihat, sang penulis tidak pernah menyalahkan sedikitpun dari tulisan dan komentar dari anda semua, tetapi dia selalu membenarkan apa yang dia tulis, mungkin dia hanya kadang-kadang kalau kurang sepaham dengan anda dia hanya menulis, bahwa kebenaran yang anda tulis adalah benar, minimal untuk anda sendriri. ini adalah sebuah WISDOM YANG BERJALAN dalam pikiran sang penulis.

Proses perjalanan batin yang berisiko tinggi dan cenderung mencari guru dari alam sebagai guru tertingginya dia, saya yakin bukan dia tidak punya mursyid, tetapi dia lebih cenderung mencari kekuatan dan kekuasaan Allah sebagai guru terpenting dalam perjalanan dia.

Sebuah proses perjalanan batin yang mencari hakekat HALAL DAN HARAM, saya yakin kalau dia sudah mendaptkan hal ini dia akan berdakwah pada orang yang pemabuk dan pejina, sehingga tempatnya di lokalisasi, mungkin dia orang yang peduli nasib wanita yang terjerat di lokalisasi sehingga dia mencari format pada Allah untuk membimbing saudara kita yang terjebak pada dunia prostitusi, saya yakin inilah niat yang mendasari dia untuk melakukan hal ini. liha tsaja dia aalah seorang salesman, pasti dunia dia keluar masuk lokalisasi. atau minal dia menangis saat melihat para kaum hawa sebagai yang telah melahirkan dirinya terjebak dalam lembah nista…. teruskan perjuanganmu mas… semoga inilah yang menjadi tujuan anda….. kalau tidak berusahalah untuk hal ini… saya yakin anda lebih bijak … maaf…. sok menggurui… mas Imron dan ANDA SEKALIAN….

Balas ke IyanLaporkan

Kiriman 106

Putri Iyan menulispada 09 Juli 2009 jam 8:40

maaf… semua saya tidak bisa menulis dan buta tasawuf… saya menulis ini karena belajar dari tulisan ANDA SEMUA…. TERUSLAH MENULIS… APA YANG ADA DALAM HATI ANDA… JANGAN TAKUT… SALAH ATAU DOSA… KARENA INI ADALAH PROSES BELAJAR DAN PERJALANAN…. MAKA KUNCINYA ADALAH BERDZIKIR DALAM BERFIKIR…..

Balas ke IyanLaporkan

Kiriman 107

1 balasan

Pulung Tri Handoko menulispada 09 Juli 2009 jam 12:20

waduh bingung ini memberi komentarnya tulisannya panjang…..
simpel aja deh…. berfikir dan berdzikir ada landasan dasarnya ya itu jiwa yang tenang….. kalo berzina dan minumnya sambil ngos2an bgmana di lakukan dengan tenang hehehe

Balas ke PulungLaporkan

Kiriman 108

Pulung Tri Handoko menulispada 09 Juli 2009 jam 12:28

kalo ga’ takut salah dan dosa bolak-balik lagi jadi pas ga’ berfikir dong hehehe

Balas ke PulungLaporkan

Kiriman 109

1 balasan

Rahmat Dwi Cahyono menulis8 jam yang lalu

khusus mabuk saja, karena saya tidak suka berzina
mabuk
menurut kabar burung yang saya dengar orang2 rastafari di afrika sono menggunakan mabuk ganja sebagai ritual mendekatkan diri kepada tuhannya
opini
bagi diri saya sendiri saya ingin melupakan tuhan ketika saya mabuk, karena saya tahu mabuk itu salah dan saya takut tuhan melihat saya mabuk

Balas ke RahmatLaporkan

Kiriman 110

Anda membalas kiriman Rahmat18 menit yang lalu

Hehehehe…. Mas rahamt ini orangnya jujur dan polos yaaa… emang suka mabuk juga yaa…

Aku orangnya selalu ingin tahu, makanya untuk mengetahui hukumnya mabuk itu haram, maka saya harus menguji lewat berbagai alternatif tentang hakekat mabuk dengan berbagai versi. Dengan demikian kita akan lebih pas memahami hakekat orang mabuk dan mabuk dilihat dari berbagai sudut pandang halal, haram, enaknya, akibatnya, penyebabnya, hal-hal yang mempengaruhi dll.

Maka perlu juga diuji secara tharikat, hakikat dan makrifatnya tentang mabuk. Sehingga diri ini paham akan sebuah hakikatnya. Sehingga tidak mudah untuk dipengaruhi dan mudah untuk mempengaruhi orang lain untuk tidak mabuk. karena kita telah tahu terapi dan alternatif lain untuk menghindari mabuk.

memahami hukum Allah akan lebih obyektif kalau dilihat dari segi positif dan negatifnya dari berbagai sudut pandang, sehingga islam, iman, dan ihsan kita tidak sekedar warisan atau ikut-ikutan dari orang lain.

Perjalanan batin adalah sangat penting untuk aktualisasi diri pada Illahi Robbi.
Bagiku Allah itu bukan untuk ditakuti, tetapi Allah itu penting untuk dihadirkan dalam diri kita yaitu untuk menempati singgasana kecil yang ada di hati kita.

Memahami Allah lebih mudah daripada memahmi manusia lain, karena kita tidak mungkin memahami orang lain sebelum kita memahami hakikat diri dan siapa diri kita sebenarnya dalam kontek manusia, Allah dan diri kita sendiri.

Maka explorasi batin sangat lah penting dilakukan secara terus menerus dengan berbekal syariat, tharikat, hakikat untuk obtimalisasi pencapaian makrifatullah…. hingga kita bisa merasakan fana dalam diri kita dari segala belenggu jiwa. Amin

Mohon maaf… atas salah dan dosaku….

Balas Kiriman Anda IniHapus Kiriman

 

Kiriman 111

Anda membalas kiriman Pulung6 menit yang lalu

hehehehe… mas pulung ini jujur sekali, simple praktis dan enak dibawa dan dimakan umpama mas pulung ini kue lemper heheheh… enak… ini kue kesukaanku… berarti pemikiran ma spulung adalah kue lemper kesukaanku…enak dan nikmat heehehehe… makan lagi ah… kue lempernya…

makanya kalau mau berzina dan minum-minuman keras itu jangan ngos-ngosan, jadi harus dilakukan dengan jiwa yang tenang, ikhlas pada Allah, tawaduk, tawakal dan selalu berfikir dan berdzikir, agar kita bisa menikmati indahnya berdzina dan minum-minuman keras. Artinya jangan berzina dan minum-minuman keras kalau jiwanya tidak tenang atau tidak bisa ikhlas karena Allah, tawakal dan tawaduk karena kalau tidak maka perbuatannya akan haram… makanya jangan berdzina sembarangan, ada aturannya mas kalau mau berdzina ……hehehehe… bener ya… mas kue lemper…. eh…sori … mas pulung yang ganteng.

Mas suka kue lemper juga…

 

Kiriman 111

Anda membalas kiriman Pulungpada 11 Juli 2009 jam 7:31

hehehehe… mas pulung ini jujur sekali, simple praktis dan enak dibawa dan dimakan umpama mas pulung ini kue lemper heheheh… enak… ini kue kesukaanku… berarti pemikiran ma spulung adalah kue lemper kesukaanku…enak dan nikmat heehehehe… makan lagi ah… kue lempernya…

makanya kalau mau berzina dan minum-minuman keras itu jangan ngos-ngosan, jadi harus dilakukan dengan jiwa yang tenang, ikhlas pada Allah, tawaduk, tawakal dan selalu berfikir dan berdzikir, agar kita bisa menikmati indahnya berdzina dan minum-minuman keras. Artinya jangan berzina dan minum-minuman keras kalau jiwanya tidak tenang atau tidak bisa ikhlas karena Allah, tawakal dan tawaduk karena kalau tidak maka perbuatannya akan haram… makanya jangan berdzina sembarangan, ada aturannya mas kalau mau berdzina ……hehehehe… bener ya… mas kue lemper…. eh…sori … mas pulung yang ganteng.

Mas suka kue lemper juga…

Balas Kiriman Anda IniHapus Kiriman

Kiriman 112

Rahmat Dwi Cahyono menulispada 11 Juli 2009 jam 7:41

untuk mas imron >>
saya begitu "muda" sehingga hanya pedoman2 horiaontal yang saya jalankan, sedangkan pedoman2 yang bersifat fertikal saya sangatlah dangkal sehingga saya kurang mengamalkannya.

ketika saya mabuk tidak ada yang saya rugikan, bandingkan dengan berzina,
untuk diketahui, saya tidak pernah mabuk untuk lari dari kenyataan, saya tidak pernah mabuk ketika datang masalah, saya hanya mabuk ketika masalah sudah selesai. wkkkkkkkkkkk……..

maaf saya ngelantur

Balas ke RahmatLaporkan

Kiriman 113

Pulung Tri Handoko menulispada 11 Juli 2009 jam 9:59

heheheeh kue lemper boleh kalo kue lempar jangan ya….
yah begitulah mas imran kalo sudah pada titik dengan jiwa yang tenang dengan kata lain kita sebenarmya sudah bisa menundukkan hawa nafsu

Balas ke PulungLaporkan

Kiriman 114

1 balasan

Zainal Abidin A membalas kiriman Ahmadpada 11 Juli 2009 jam 13:24

@Akhmad Nur Kholid
yang namanya kebenaran sejati itu hanya Allah yang tau, kita hanya mencoba untuk mendekati kebenaran itu…memang benar juga bahwa segala sesuatu harus ada dalil nya..dalil itu sendiri banyak penafsirannya..tergantung siapakan yang menafsirkan dalil itu..apakah sesuai dengan "pandangan" Tuhan atau tidak..kalau tidak,dikhawatirkan akan jauh dari apa yang dimaksudkan tuhan dari dalil itu..di dunia ini memang tidak ada sesuatu yang pasti karena "rahasia" itu selalu tertutup dari pandangan orang2 terutama yang tidak "mengenal"nya
dalam agama islam sendiri banyak terjadi perbedaan pandangan..Rasul sendiri telah menyadari hal itu..masing2 golongan mempunyai "dalil" tersendiri dan mempunyai pandangan berbeda tentang AlQur’an dan hadits..sayangnya dari mereka meng-klaim bahwa pandangannya lah yang paling benar…kalau begini yang salah AlQuran atau pandangan orang2nya?
maap mas mungkin keterangan saya ini tidak argumentatif dan tidak didasari oleh dalil2…saya cuma nenyampaikan yang terlintas dalam pikiran saya..kalau salah yah maklum lah mas..heheh

Balas ke ZainalLaporkan

Kiriman 115

Ahmad Nur Kholid membalas kiriman Zainalpada 11 Juli 2009 jam 23:16

Post #1
Zainal Abidin A

Pertama:
Pendapat yang menyatakan dalil itu sendiri banyak penafsirannya dah lumrah dan banyak digunakan orang. Tapi perlu diperjelas, apakah mutlak untuk semua dalil atau tidak? juga apakah semua dalil penafsiran tersebut benar atau tidak?

Mudah itu mas….. Dalil (nas) di sampaikan dalam bahasa Arab. Tinggal lihat bahasanya aja…. misalnya begini, andaikan saya mengatakan "saya makan singkong", maka pengertiannya "ya makan singkong", bukan makan roti. kalau ada yang mengatakan "enggak ah, penafsirannya kamu makan roti, maka ia menyalahi kebenaran"…..hehehehe

Lalu bagaimana cara memilah mana yang banyak penafsiran, nah pelajari ulumuttafsir mas…. Namanya orang itu harus terus belajar kan….

Kedua:
betul Tuhan yang menentukan kebenaran. Dengan apa? Ya Alquran yang sudah dijelaskan oleh nabi Muhammad. Betul juga Nabi sudah tahu perbedaan ummatnya, makanya dia mengatakan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan semuanya masuk neraka kecuali jamaah….gitu…. kan hadisnya ada to…hehehehe

Balas ke AhmadLaporkan

Kiriman 116

1 balasan

Taufik Andianto menulispada 13 Juli 2009 jam 20:52

nderek urun rembug,
saya akui tingkatan saya belum sampai syariat
tapi kalau BERZINA DAN MINUM2AN KERAS ITU HARAM
menurut saya itu sudah jelas dan gak bisa ditawar-tawar lagi
walaupun dengan ambir air wudhu, berdoa dll kayaknya koq menghina Sang Maha Kuasa.

kalau dinalar aja , jika dilakukan benar2 minum lama-kelamaan akan hilang juga kesadaran pribadinya, ujungnya pasti gak ada yang namanya dikir, yang ada cuman bicaranya ngelantur kemana-mana.

demikian, kalau ada yang salah mohon dimaafkan

Balas ke TaufikLaporkan

Kiriman 117

Lingga Pradana menulispada 13 Juli 2009 jam 22:30

biarkan saja yang mengatakan berzina / meminuman keras halal berarti dia sudah secara sadar menentang ALLAH n ROSUL

sudh jels dalil’a ko msih d bantah !!
apapun jaln’a tpi klo sudh brtentngn dgn AL kitab n assunah brrti MENANTANG ketetapan ALLAH n ROSUL

maka pertanggung jawabkan kepada anda2 yg menghalakan’a

Balas ke LinggaLaporkan

Kiriman 118

Lutfi Fajri menulispada 14 Juli 2009 jam 13:38

@mas imron pribadi: sory bru balas postingan anda. maz yg namanya SIRR tidak bisa kita niati ato kta kehendaki smaunya scara sadar maupun tdk sadar… SIRR yg sya mksud dlm hal ini adlah SIRRULLAH. letaknya jauh dari NIAT…,ANGAN2..,NAFSU…,BUDI….AKAL… SIRR AKAN MUNCUL DGN SENDIRINYA… SEKEHENDAK empunya.. Siapa empunya SIRR? ya tentunya jwabannya: sama dgn empunya anda. jdi SIRR tdk bisa kita rekayasa… itu HAK PREROGRATIF tuhan…
Kalo anda msh bingung dgn SIRR kita ambil contoh yg gampang aja..ANDA TENTUNYA TAHU NURANI??? apakah nurani anda bisa anda tipu??bisa anda rekayasa??? NURANI akan brkata jujur…KARENA NURANI MENCERMINKAN/MANIFESTASI SIFAT2,DZAT,AF’AL(PERBUATAN) TUHAN. dgn kaitannya kasus dan ksh pribadi anda tsbt..bukan berarti anda manusia yg terkutuk.. krna seorang sekelas kekasih tuhanpun mskipun dlm kondisi hina suatu saat… dengan petunjuknya pasti akan kembali ke jln yg benar…krena KEHINAAN TSBT MERUPAKAN JLN HIDUP ORG TSBT..SPYA BSA BLAJAR DARI HIKMAH UNTUK BSA INSTROPEKSI,MAWAS DIRI… semua yg kita lakukan kalo itu buruk adlah dari kta sendiri… kalo kita pas BAIK berarti kita pas mendapat petunjukNYA..Smua org juga punya jln hdp kelam tmasuk sya pribadi tdk putih jga mas…TPI BKAN BERARTI KITA MENYETEL KEINGINAN TUHAN SEMAU KITA.. atoPUN MENYALAHKAN nasib karena TUHAN…

SIRR LETAKNYA SANGAT JAUH DARI AKAL,PIKIRAN,ANGAN2,NAFSU dan BUDI MANUSIA>>>>DIBALIK SIRRR>>>ADA ROH AGUNG….>>>>> SANG HYANG MANNON. suwun…Wassalam

Balas ke LutfiLaporkan

Kiriman 119

Pulung Tri Handoko menulispada 14 Juli 2009 jam 15:32

biarkan saja yang mengatakan berzina / meminuman keras halal berarti dia sudah secara sadar menentang ALLAH n ROSUL

sudh jels dalil’a ko msih d bantah !!
apapun jaln’a tpi klo sudh brtentngn dgn AL kitab n assunah brrti MENANTANG ketetapan ALLAH n ROSUL

maka pertanggung jawabkan kepada anda2 yg menghalakan’a
————————————————————————————————-
heheh…galak amat mas lingga tapi ya begitulah ketetapan hati….
tapi jangan membenci siapaun ya hehehe

Balas ke PulungLaporkan

Kiriman 120

Lingga Pradana menulispada 14 Juli 2009 jam 18:35

@ PULUNG

hehehe

bukn galak OM ..

ktegasn dlam BERIMAN KEPADA ALLAH n ROSUL sja agar sya bsa sllu mnghakikatkan syariat yg susuai dgn AL KITAB n ASSUNAH

Balas ke LinggaLaporkan

 

 

 

 

 

 

 

           

Berzina dan Minuman Keras Pada Hakekatnya Halal – 6

Dari 85 – 123

Kiriman 85

Lingga Pradana membalas kiriman Andapada 02 Juli 2009 jam 19:43

@M Imron

sya akn coba jwb prtnyaan anda dng sringkas mngkin

konsep dan hakekat beriman/percaya pada 6 hal itu seperti apa? keimanan itu barometernya seperti apa dalam kaitannya dengan halal dan haram? esensi iman itu apakah merupakan mahluk yang diciptakan oleh Allah atau merupakan sifat dari Qodariah yang merupakan prilaku manusia yang tanpa campur tangan Alla?

Beriman adalah sebuah misterius dalam hati yang tidak konsisten dalam eksistensinya, sehingga apakah beriman itu harus islam dulu atau iman dulu baru islam dan bagaimana kalau berdiri sendiri hakeatnya dimata ALLAH?

Lantas apakah hakekat ALLAH mengharuskan manusia untuk beriman?

==============================================
Dalam bahasa sederhana mungkin bisa dikatakan ya sudah beriman, tetapi pada tataran awam (eksoterik) yang menggunakan definitif pikiran. Di dalam tataran lebih dalam lagi yang melibatkan hati (bathiniah/esoterik) mungkin belum bisa dikatakan dia sudah beriman. Mari kita coba urai lebih lanjut perihal Islam dan keimanan ini

Tahapan pertama dalam memeluk agama Islam adalah membaca dua kalimat syahadat. Yaitu kesaksian akan keesaan Allah dan kesaksian akan kenabian Rosulullah Muhammad SAW.

Hakikat dan hasil dari kesaksian akan tauhid adalah meninggalkan seluruh
seluruh tujuan dan sembahan selain Allah SWT.

Sedangkan hasil dari kesaksian akan kenabian adalah mengikuti sabda-sabda Rosulullah dan menerima semua perintah dan hukumnya yang berasal dari Allah SWT.

Ini adalah langkah menuju kedudukan pertama dalam agama Samawi

Tahapan kedua adalah keimanan, yakni pencapaian ketenangan dan keyakinan dan hubungan emosional (irtibath qalbi) dengan dua syahadat sebagai dampak dari penelitian, pemikiran dan pencerahan bathin

Berakhirlah masa perbedaan antara lahir dan bathin serta pergulatan
pemikiran dan kemunafikan melalui pengaruh kecenderungan hati ini dan
ikatan bathin (al irtibath al bathini), lalu munculah tahapan keimanan

Hakikat keimanan menguat dan keyakinan hati mengkristal dalam hati manusia, maka akan tercabutlah dari hati pelbagai ketergantungan materi dan tujuan-tujuan duniawi, sedikit demi sedikit, lalu tempat yang
ditinggalkannya diisi oleh cinta dan loyalitas (ikhlas) kepada Allah SWT

Penjelasan detail tentang Islam dan keimanan ini mari kita coba lihat Kalamullah dan Sunatullah

Kalau kita merefer hadits yang bersumber pada Ringkasan Syarah Arbain
An-Nawawi – Syaikh Shalih Alu Syaikh Hafizhohulloh saya ringkas tanpa menghilangkan maknanya, hadits diceritakan oleh Umar R.A. sebagai berikut,

Wahai Muhammad, terangkanlah kepadaku tentang Islam.Kemudian
Rosululloh shollallohualaihi wasallam menjawab: Islam yaitu: hendaklah
engkau bersaksi tiada sesembahan yang haq disembah kecuali Allah dan
sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah. Hendaklah engkau mendirikan sholat, membayar zakat, berpuasa pada bulan Romadhon, dan mengerjakan haji ke rumah Allah jika engkau mampu mengerjakannya
Orang itu berkata:
Engkau benar. Kami menjadi heran, karena dia yang bertanya dan dia pula
yang membenarkannya. Orang itu bertanya lagi: Lalu terangkanlah kepadaku
tentang iman. (Rosululloh) menjawab: Hendaklah engkau beriman kepada
Allah, beriman kepada para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para utusan-Nya,
hari akhir, dan hendaklah engkau beriman kepada taqdir yang baik dan yang
buruk
Orang tadi berkata: Engkau benar. Wahai Umar, tahukah engkau siapa
orang yang bertanya itu ?
Umar RA menjawab: Alloh dan Rosul-Nya yang
lebih mengetahui.Lalu beliau bersabda: Dia itu adalah malaikat Jibril
yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian……(HR. Muslim).

Dienul Islam mencakup tiga hal, yaitu: Islam, Iman dan Ihsan.
Islam berbicara masalah lahir, iman berbicara masalah batin, dan ihsan
mencakup keduanya
Ihsan memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari iman, dan iman memiliki
kedudukan yang lebih tinggi dari Islam. Tidaklah ke-Islam-an dianggap sah
kecuali jika terdapat padanya iman, karena konsekuensi dari syahadat
mencakup lahir dan batin. Demikian juga iman tidak sah kecuali ada Islam
(dalam batas yang minimal), karena iman adalah meliputi lahir dan batin.

Ahlussunnah menetapkan kaidah bahwa jika istilah Islam dan Iman
disebutkan secara bersamaan, maka masing-masing memiliki pegertian
sendiri-sendiri, namun jika disebutkan salah satunya saja, maka mencakup
yang lainnya. Iman dikatakan dapat bertambah dan berkurang, namun tidaklah dikatakan bahwa Islam bertambah dan berkurang, padahal hakikat keduanya adalah sama. Hal ini disebabkan karena adanya tujuan untuk membedakan antara Ahlussunnah dengan Murjiáh. Murjiáh mengakui bahwa Islam (amalan lahir) bisa bertambah dan berkurang, namun mereka tidak mengakui bisa bertambah dan berkurangnya iman (amalan batin). Sementara Ahlussunnah meyakini bahwa keduanya bisa bertambah dan berkurang.

Istilah Rukun Islam dan Rukun Iman, Istilah Rukun pada dasarnya
merupakan hasil ijtihad para ulama untuk memudahkan memahami dien. Rukun berarti bagian sesuatu yang menjadi syarat terjadinya sesuatu tersebut, jika rukun tidak ada maka sesuatu tersebut tidak terjadi. Istilah rukun seperti ini bisa diterapkan untuk Rukun Iman, artinya jika salah satu dari Rukun Iman tidak ada, maka imanpun tidak ada. Adapun pada Rukun Islam maka istilah rukun ini tidak berlaku secara mutlak, artinya meskipun salah satu Rukun Islam tidak ada, masih memungkinkan Islam masih tetap ada
Kata iman, dalam bahasa Indonesia berarti percaya. Menurut kamus Al Quran, kata iman secara bahasa, artinya membenarkan dengan hati adanya
petunjuk-petunjuk Allah yang diberikan kepada nabi Muhammad SAW, untuk
seluruh manusia. Sedangkan menurut istilah, iman adalah membenarkan dengan hati dan mengucapkan dengan lisan, serta mengerjakan dengan anggota badan.

Di atas sudah dijelaskan konsep keimanan yang sederhana dan mudah.
Dalam QS Al Hujaraat [49]:14, justru Anda akan dijelaskan lebih dalam lagi.
Diceritakan sekelompok Arab Badui datang kepada Rosul SAW serta menyatakan dirinya sudah beriman kepada Allah dan Rosul-Nya, akan tetapi konsepsi iman itu dibantah oleh Allah langsung pada saat itu, bahwa yang dimaksud keimanan itu bukan berasal dari pikiran dan aturan yang ditekankan dari luar dirinya, akan tetapi iman itu berasal dari fitrah atau jiwanya sendiri

"Orang-orang Arab Badui itu berkata :"Kami telah beriman",
katakanlah (kepada mereka) "Kamu belum beriman", tetapi katakanlah kmi
telah tunduk, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu… (QS. Al
hujaraat [49]:14)

Al Quran merupakan ayat kauliah yang membenarkan kenyataan ayat-ayat yang muncul dari jiwanya sendiri, seperti rasa kasih sayang, kecenderungan untuk berbuat baik dan lain-lain, semua bukan tuntutan untuk berbuat tetapi memang merupakan fitrah atau perwujudan dari dirinya. Allah tidak hanya menempatkan fitrah diri manusia kedalam keimanan kepada Allah, tetapi juga keinginan berbudi luhur dan menolak kepada kejahatan

"…Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada
kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah yang mengikuti jalan
yang lurus, sebagai karunia dan nikmat dari Allah, dan Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS Al Hujaraat [49]:7-8)

Tuhan telah menganugerahi manusia Fitrah dasar melalui rohani yang
suci, sehingga Islam mewajibkan berpuasa sebagai pengendali hawa nafsu
untuk menngembalikan kefitrahan (iedul fitri), yang dilukiskan oleh
Rosulullah SAW kepada kita seperti bayi yang baru lahir, yang lahir ke
dunia membawa spiritual yang suci. Dosa dan perubahan yang terjadi
kepadanya merupakan suatu yang "aksidental" dan tidak berhubungan dengan sifat alamiah dasarnya. Ini merupakan suatu tindak kekerasan terhadap fitrah dan kemerosotan insting yang tidak saja menyebabkan penyakit kejiwaan namun juga menghalangi kemerdekaan jiwanya

"Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal
mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar, dalam hati
mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya, dan bagi mereka siksa
yang pedih disebabkan mereka berdusta" (QS. Al Baqarah [2]:9-10).
Al hasil, setiap iman dan kufur akan menentukan arah dan tujuan utama dari
perjalanan hidup manusia. Adakalanya bergerak ke arah kesempurnaan dan
kebahagiaan, atau ke arah kesengsaraan dan kehancuran, Jadi, iman dan kufur ini menentukan nasib seseorang

Dengan demikian, pentingnya pengaruh iman terhadap kesempurnaan
dan kebahagiaan manusia dari sisi bahwa keistimewaan utama jiwa manusia
adalah hubungan berkesadaran dan ikhtiari dengan Allah SWT. Tanpa hubungan ini, ia tak akan menyentuh kesempurnaan hakiki serta berkah-berkahnya.

Dengan kata lain, tanpa kedekatan di sisi-Nya (Qurb Ilahi), hakikat
seseorang tidak akan mengejawantah secara aktual. Apabila ia ia mengabaikan anugerah Ilahi yang bernilai tinggi ini dengan ikhtiar buruknya, sungguh ia telah menjerumuskannya kedalam kezaliman yang paling besar, karena ia berhak mendapatkan siksa yang abadi. (QS. Al Anfal :55).

sebenarnya mesti panjang lagi kalau mau saya jelaskan cuma maff banget waktu saya terbatas

lagi juga pegel banget boz kalau harus di perjelas serinci mungkin

nah untuk pertanyaan yang ini

Lantas apakah hakekat ALLAH mengharuskan manusia untuk beriman?

===========================================
coba anda langsung tanyakan kepada ALLAH karena dari segi bahasa anda anda sedang bertnya kepada ALLAH maka yang berhak jawab ALLAH bukan saya

Balas ke LinggaLaporkan

Kiriman 86

1 balasan

Irjaf Iftul membalas kiriman Andapada 02 Juli 2009 jam 20:29

KALO SMUA YG ANDA LAKUKAN ITU PASTI KRENA SIRR ALLAH… MGKN BISA DITOLERANSI. TPI BSAKAH ANDA TAHU PERBUATAN ITU SIRR ATO BKN???? SIRR DAN NAFSU BEDANYA TIPIS. SHOLAT AJA SECARA HAKIKAT[sya blg secara hakikat,jdi tlg untuk orang2 pengagum syariat jgn campur adukkan syariat dulu dsini] SHOLAT AJA secara hakekat GAK BOLEH ADA KEINGINAN>>INGIN SHOLAT..KRENA ITU UDAH merupakan NAFSU.. SEMUA HRS KRENA SIRR ALLAH. DAN UNTUK MELATIH SIRR YG SPERTI ITU AJA SUSAH PDHAL PERBUATAN BAIK..MAKA DISINILAH BARU PERAN SYARIAT UNTUK MELATIH DIRI…. LA SKRG GMNA MSLAHNYA KALO DALAM HAL BURUK… SPERTI MAKSUD ANDA????WAALLAHU ALAM…

Balas ke IrjafLaporkan

Kiriman 87

Lingga Pradana menulispada 02 Juli 2009 jam 21:41

sebenarnya PONDASI mempelajari TASSAWUF adalh ILMU TAUHID , ILMU AQIDAH, ILMU FIQIH

apabila pondasi itu belum kuat dan tidak sering di asah maka akan mudah SYETAN menyesatkan’a

seperti janji pnyesatan syetan mnyestkan mnusia dgn brbagai cara
salah satu’a "MENYESATKAN DALAM AGAMA’a" yg prnah d critakan oleh GURU sya

maksud menyesatkan dalam agama’a ialah menyampingkan apa yang telah di tetapkan ALLAH dengan membantah bahwa apa yang dilakukan karena ALLAH, apa yang diperbuat untuk ALLAH, segala’a karena ALLAH !

padahal tidak seusai SYARIAT yg ditetapkan oleh ALLAH !!

naudzubilla min dzahlik

YA ALLAH aku mohon perlindungan MU dari godaan SYETAN terkutuk
Jangan slewengkan AGAMA DIEN MU ini dari godaan SYETAN

Balas ke LinggaLaporkan

Kiriman 88

Agus Lebon membalas kiriman Andapada 02 Juli 2009 jam 22:15

jelas anda ragu..ragu bukanlah iman,saran saya, teruslah belajar,jangan berbagi pengalaman spiritual ke ruang publik,mengundang fitnah,bertanyalah kepada ahlinya langsung.kalau anda ahli tarekat,anda bisa mulai bertanya kepa da mursyid anda.terima kasih…

Balas ke AgusLaporkan

Kiriman 89

Lingga Pradana menulispada 03 Juli 2009 jam 21:26

@ agus
sya stuju dgn anda

Balas ke LinggaLaporkan

Kiriman 90

2 balasan

Anda membalas kiriman Irjafpada 04 Juli 2009 jam 4:55

@ Bung Irjal yang bijak:

KALO SMUA YG ANDA LAKUKAN ITU PASTI KRENA SIRR ALLAH… MGKN BISA DITOLERANSI. TPI BSAKAH ANDA TAHU PERBUATAN ITU SIRR ATO BKN???? SIRR DAN NAFSU BEDANYA TIPIS.
…………..MAKA DISINILAH BARU PERAN SYARIAT UNTUK MELATIH DIRI…. LA SKRG GMNA MSLAHNYA KALO DALAM HAL BURUK… SPERTI MAKSUD ANDA????WAALLAHU ALAM…
===================
Untuk mengetahui sebuah perbuatan itu dilakukan pasti karena SIRR Allah adalah dengan melakukan sesuatu perbuatan misalnya MINUM BLACK LEBEL (Merk Minuman Keras) adalah indikatornya NIAT . Niat bukan karena hasrat, hoby, keinginan,pemikiran,keadaan,tetapi melakukan NIAT karena telah lepasnya HAWA NAFSU, cita-cita, harapan, keinginan dan sejenisnya,karena hal ini adalah perbuatan manusia yang masih bisa di ukur dengan batas dimensi ruang dan waktu. Tetapi NIAT untuk sebuah perbuatan SIRR Allah adalah NIAT yang dilakukan/diperbuat/dikerjakan/ oleh angota tubuh tetapi pada hakekatnya NIAT bathiniahnya tanpa adanya batas dimensi ruang dan waktu, bahkan telah melepas pada kadar dimensi IMAN dan ISLAM,apalagi dimensi SYARIAT – Halal dan Haram. Maka indikator awal adalah pada dimensi IHSAN yaitu hakekat perbuatan ISLAMI dan IMANI. Sehingga sebuah dampak dari perbuatannya telah memiliki titik effect yang berbeda. Contoh :

Perbuatan Sunan Kalijago mencuri TETAPI hasilnya dibagikan kepada fakir miskin, Perbuatan nabi Khaidir membunuh anak kecil ketika bersama Nabi Ibrahim dll. -INILAH CONTOH PERBUATAN SIRR ALLAH

Mungkin bisa terjadi pada saat kita melakukan minum-minuman keras TETAPI Dampaknya dari perbuatan minum ini tidak layaknya seperti orang MABUK secara umum, tetapi dia melakukan perbuatan pada dimensi Islam dan Iman, seperti dzikir, sholat, dakwah, dan perbuatan yang realitas dan logic serta memiliki daya ingat yang luar biasa untuk menjawab pertayaan dimensi ruang dan waktu.

Prilaku batiniah, selalu bersyukur dan ikhlas kepada ALLAH pada kadar yang sama saat meneriman kebahagiaan dan penderitaan, ujian baik dan buruk, rejeki dan musibah.

Dalam bahasa Mas Muhammad Arif Darmawan,
====================
Kalau seseorang dipukulin, dicaci, diperkosa hak-haknya menganggap sebagai suatu Kasih Sayang Allah ya ndak papa kalau dikatakan bahwa minuman keras dan berzina itu halal……(bagi Anda tentunya)….

Kalau punya istri atau calon istri dizinahi orang merasa ngga papa bahkan anda berterimakasih kepada orang yang menzinahi istri anda….baru mungkin anda boleh mempertimbangkan bahwa BERZINA dan MIRAS ITU HALAL…..
===============

YANG JELAS PERBUATAN SIRR ALLAH ADALAH BUKAN PERBUATAN SULAP ATAU PERBUATAN YANG MELIBATKAN KHADAM JIN DAN SYAITAN.

Kiriman 91

1 balasan

Ahmad Nur Kholid membalas kiriman Andapada 04 Juli 2009 jam 8:58

Wakakak…. maaf saya merasa geli dengan "tesis" yang mas imron lakukan.

Pertama:
Jika perbuatan buruk dan haram dapat menjadi halal karena niatnya, maka kiasannya adalah begini:
Seseorang menzinahi ibu-nya mas Imron, atau menzinahi anak-nya mas Imron, atau menzinahi kakak atau adiknya mas Imron dengan "niat yang tulis ikhlas" "menyenangkan" mereka. Untuk memberikan kenikmatan kepada mereka, tentu mas Imron juga harus menghalalkannya. Niat mereka baik kok……

Mungkin hanya mas Imron yang menghalalkannya….

Kedua:
Perbuatan Raden sahid sebelum menjadi wali juga salah dan waktu itu dia belum menjadi sunan. Dia menjadi sunan setelah bertobat dari tindakannya tersebut. Tolong dilihat lagi mas sejarahnya.

Ya layaknya mencuci tangan dengan air kencing…. justru malah menyebabkan najisnya bertambah.

Ketiga:
Sir Allah yang mana lagi to mas….. gak ada sirr-sirr yang kayak gitu…. mengada-ada saja. Soal kisah Nabi Hidhir itu adalah syareat yang khusus untuk Nabi Hidhir. Umatnya Nabi Muhammad syareatnya lain lagi……

Balas ke AhmadLaporkan

Kiriman 92

2 balasan

Lingga Pradana membalas kiriman Andapada 04 Juli 2009 jam 21:07

@ M imron

kli ni br sya bsa trtawa dng sngt geli’a mliht postingan anda
maff bukn makdsu mnghina !!
hnya sja lucu pmbhasan anda ini

“Alif laam miim. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” (Al-Baqarah: 1-2)

kalau smpe al – quran sja brni d bantah brrti dia bukn trmasuk orng2 brtakwa

"Orang yang cerdik adalah orang yang selalu meneliti dirinya dan beramal untuk PERSIAPAN SESUDAH MATI, sedangkan orang yang lemah akal (bodoh) ialah orang yang mengikuti hawa nafsunya serta mengangan-angankan atas Allah dengan bermacam-macam angan-angan." (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)

sprti hadist d ats hnya orng bodoh mngikuti hawa nafsu’a tpi brangan angan ats ALLAH !!

sudh jels SYARIAT’a haram lah ko d HALAL kn udh gtu brangan angan dgn ALLAH lgi !!

dgn mlanggar ktentuan ALLAH mka telh brbuat jahat dgn ALLAH

“Barangsiapa mengerjakan kebaikan sebesar dzarrah, niscaya dia akan mendapatkan (balasan)nya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah, niscaya dia akan mendapatkan (balasan)nya.” (Q.S. Az-Zalzalah: 7-8)

anda berkata

melepas pada kadar dimensi IMAN dan ISLAM

Islam berbicara masalah lahir, iman berbicara masalah batin, dan ihsan
mencakup keduanya

gmna mo lngsung k ihsan sedngkan scra lhir n batin tidk d jalnkn ssuai SYARIAT !!

potongan hadist yg sbnr’a sudh sya ksih buat anda

Orang itu bertanya lagi: Lalu terangkanlah kepadaku
tentang iman. (Rosululloh) menjawab: Hendaklah engkau beriman kepada
Allah, beriman kepada para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para utusan-Nya,
hari akhir, dan hendaklah engkau beriman kepada taqdir yang baik dan yang
buruk

"Orang-orang Arab Badui itu berkata :"Kami telah beriman",
katakanlah (kepada mereka) "Kamu belum beriman", tetapi katakanlah kmi
telah tunduk, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu… (QS. Al
hujaraat [49]:14)

gmna mau d bilg briman kpd ALLAH klo dia tidk mngimani AL – quran

pdhl sudh jels n tegas d dlm AL- Quran d larang !!

aduh2 mkin mlenceg sja

Balas ke LinggaLaporkan

Kiriman 93

1 balasan

Ade Imda Firmansyah membalas kiriman Ahmadpada 04 Juli 2009 jam 21:21

@ Bung Ahmad Nur Kholiq :
Subhanallah…. apa yang anda tulis tidak ada satupun yang salah…..

"Karena ibarat sang pemburu macan yang sudah di nanti-nati berhari-hari ternyata hasilnya hanya seekor monyet" sang pemburu tidak salah dan apa yang dilakukan sama sang pemburu sama sekali tidak ada salahnya yang salah adalah moyet yang menyeberang tepat didepan sang harimau, maka moyetlah yang mati"….. subhanallah…..

sama sekali Bung Ahmad Nur Kholid setitikpun tidak salah, karena bidikannya sangat tepat cuma sayang ada moyet melintas, maka apeslah sang moyet.
Subhanallah……. Apa yang anda tulis 100% BENAR….. cuma yang aku sesalkan begitu tragisnya nasibsang moyet jadi korban sia-sia…. semoga arwahnya dapat masuk surga. Amin

Balas ke Ade ImdaLaporkan

Kiriman 94

1 balasan

Ade Imda Firmansyah membalas kiriman Linggapada 04 Juli 2009 jam 21:47

@ Mas Lingga Yang Smart :

Tautan anda adalah merupakan kebenaran syar’i yang tidak bisa dibantah kebenarannya………oleh siapapun bahkan oleh jin dan malaikat sekalipun apalagi saya yang hanya seorang gembala saja, tetapi tautan anda sebagai berikut :

==============
“Alif laam miim. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” (Al-Baqarah: 1-2)

kalau smpe al – quran sja brni d bantah brrti dia bukn trmasuk orng2 brtakwa

gmna mo lngsung k ihsan sedngkan scra lhir n batin tidk d jalnkn ssuai SYARIAT !
===============

@Bung Lingga :
Realitas kebenaran yang anda ungkapkan adalah saya teringat akan cerita sang anak melihat corned dalam kaleng disebuah Mall dengan tulisan halal dan expired nya masih April 2011, maka sang anak langsung klaim inilah makanan corned yang halal yang terbuat dari daging yang disembelih dengan Asma Allah…….

Maka satu minggu kemudian ada operasi dari DENPOM yang dimuat di salah satu surat kabar langganan sang anak tersebut, ternyata corned yang di konsumsi anak tersebut disita habis lantaran corned nya ternyata buatan dari negeri Cina dimana merupakan danging sapi yang disembelih tanpa berdasarkan syariat islam" ……… maka tercenganglah anak tersebut karena dia sudah terlanjur mngklaim bahwa corned yang dia makan adalah halal, tetapi dia mengklaim proses halal tersebut hanya berdasarkan hukum realitas saja tanpa melalui jalur riset dan penelitian. Subhanallah……..

Semoga yang anda tulis tidak seperti corned yang berlabel halal saja …. saya yakin yang anda tulis adalah corned berlebel halal dan sudah dilegalkan oleh denpom melalui riset…… Subhanallah……

Balas ke Ade ImdaLaporkan

Kiriman 95

Ade Imda Firmansyah membalas kiriman Linggapada 04 Juli 2009 jam 22:06

SUBHANALLAH… ALLAHU AKBAR….. ASTAGFIRULLAH…. SEMOGA KITA MENJADI PEMAIN BOLA YANG SALAH TETAPI TELAH BERUPAYA SEKUAT TENAGA UNTUK BERBUAT BENAR…… daripada kita menjadi comentator pemain bola tetapi sebenarnya kita tidak tahu kalau disuruh menendang bola saja….. karena kita hanya menjadi seorang comentator…..

Saya yakin… kalian semua tidak akan menjadi comentator terhadap HUKUM SYARI’AT AL-QUR’AN HADIST dimana anda tahu semua tentang hakekat dan makrifat dari Al-Qur’an Hadist…. tetapi kita sering kali selingkuh dalam prakteknya….. saya yakin seandainya SSJ adalah pemain bola maka dia adalah pemain bola yang salah tetapi sudah berupaya sekuat tenaga dengan tulus ikhlas untuk menjadi pemain bola yang handal seperti maradona…. tetapi bukan sebagai comentator pemain bola yang handal…… ASTAGFIRULLAH…..

Balas ke Ade ImdaLaporkan

Kiriman 96

Agus Amir menulispada 05 Juli 2009 jam 3:56

Berbahagialah orang yang masih bertanya-tanya apakah dia iblis atau bukan, sebab kebanyakan orang terlalu bangga pada pendirian bahwa dia malaikat. Padahal, malaikat dan iblis hanya 2 sisi mata uang yang Tuhan mainkan dengan sempurnanya SifatNYA. Orang munafik mengaku sebagai malaikat yang seakan-akan mendengar sendiri dan tahu arti Firman Tuhan (padahal nabi yang mendengar langsung FirmanNYA di tamana Firdaus pun, yaitu nabi Adam pun bisa tersesat oleh bisikan yang lain, apalagi manusia yang tinggal di bumi yang hanya bicara tentang insting, wangsit, setinggi-tingginya wahyu). Karena banyak manusia mengaku punya sifat malaikat tapi tak mengaku kalau juga punya sifat iblis, mereka menghalalkan segala cara demi berketetapan pada ilusinya. Akhirnya, bisa diramalkan, terjadi paham radikalisme, terorisme, dll, membunuh sesama seakan malaiakat pencabut nyawa dengan membawa dalil-dalil yang ia atau pimpinannya syahkan.

Balas ke AgusLaporkan

Kiriman 97

Lingga Pradana membalas kiriman Ade Imdapada 05 Juli 2009 jam 10:00

@ ade
aduh2 sya ga smart mas ,,
jngn brlebihan dech

apakah kebenaran dari corned mau di samakan dengan al quran / hadist ??!!
halal n haram prodk corned trsebutkn di buat oleh mnusia !!

sedngkn al – quran n hadist ALLAH yg buat !!

sinospsis yg anda buat tidk nyambung mas

Balas ke LinggaLaporkan

Kiriman 98

Ahmad Nur Kholid membalas kiriman Ade Imdapada 05 Juli 2009 jam 14:21

Terima kasih mas…..
Tolong dong diperjelas maksud "monyet"-nya biar saya juga memahami…….
______________________________________________________________
"Komentator?" tolong diperjelas yang "pemain" seperti apa mas….. biar saya ikut mengklasifikasikan diri sebagai sekedar "komentator" atau "pemain"….

thks

Balas ke AhmadLaporkan

Kiriman 99

Pulung Tri Handoko menulispada 05 Juli 2009 jam 18:24

sabar mas lingga jangan terbawa emosi hehehe…
ingat tugas manusia sebagai makhluk hanya menyampaikan kebenaran bukan memaksa seseorang untuk mengikuti kebenaran kalo ada unsur itu ya mari kita istghfar bareng-bareng hehehe…

Balas ke PulungLaporkan

Kiriman 100

Pulung Tri Handoko menulispada 05 Juli 2009 jam 18:30

weleh-weleh sama2 orang islam yo mari padha rukun sama2 nyari kebenaran katanya kok malah jadi kebathilan ingat mas banyak cara setan menjerumuskan kita termasuk dengan ilmu yang kita punya hehehehe

Balas ke PulungLaporkan

 

           

 

 

Berzina dan Minuman Keras Pada Hakekatnya Halal -5

Tampilkan 70 – 90 dari 123 kiriman dari 25 orang.

Kiriman 70

M Natzer Waiulung membalas kiriman Andapada 29 Juni 2009 jam 4:06

sungguh anda terlalu banyak berkata dan menulis jikalau itu kehendak diri maka itulah kehendak tuhan sampai akhirnya engkau tidak lagi memerlukan huruf, suara, gambar, angka dan dan penglihatan untuk menggambarkan dan memaknai siapa dia jika engkau telah berada di maqam tertinggi wahai saudaraku maka semuanya tidak lagi berhuruf dan bergambar.
semoga kita akan bertemu di sana dengan kedudukan yang baik.aminnnnnn

Balas ke M NatzerLaporkan

Kiriman 71

Lingga Pradana menulispada 29 Juni 2009 jam 11:26

Hnya tuk sling mngigatkn
kadang kala yg mmplajri TASSAWUF tnpa GURU yg mmumpuni n KITAB2 yg brlandskan akan AL QURAN n HADIST akn mudh mnjauhi SYARIAT ISLAM ssungguh’a

saya pun mmplajri ILMU TASSAWUF tpi TASSAWUF ala ISLAM bukan ala HINDU . BUDHA , KEJAWEN / pmikirin sdnri tidk brdasrkan pda al quran n hadist / tidk ssuai dgn apa yg telh d tntukn oleh ALLAH n yg d ajrkn oleh ROSSUL

jangan trllu brlebihan dlam HAL agama mka klian akn trsest sprti kaum2 trdahulu

orang-orang sebelum kamu hancur hanya sebab berlebih-lebihan dalam agama” (HR Ahmad, Nasa’I, Ibnu Majah, Al-Hakim, Ibnu Huzaimah dan Ibnu Hibban dari Ibnu Abbas)

shoheh Muslim, Ibnu Mas”ud r.a. berkata: bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Binasalah orang-orang yang bersikap berlebih-lebihan" (diulanginya ucapan itu tiga kali).

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud: “Jauhkanlah dirimu dari berlebih-lebihan (tanaththu’) dan perpecahan” yakni berlebih-lebihan dalam membaca berbagai macam qira’at (An Nihayah, Ibnu Atsir, 5/74, terbitan Isa Al-Halabi, Tahqiq Ath Thanahi)

“Wahai orang-orang ahli kitab, janganlah kalian melampaui batas dalam agama kalian, dan janganlah kalian mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar.” (QS. An nisa”, 171).

==============================================

ILMU TASSAWUF mmplajri kurng lbih 13 ilmu ISLAM
yang utama biasa’a : ILMU TAUHID , ILMU AKIDAH , ILMU FIQIH , ILMU NAHU SHOROB , ILMU ALAT yg pling extensial bg sya ILMU MANTIK
msih bnyk ilmu2 yg laen tntu’a tidk mnyimpang dr al quran / hadist

sya masih FAKIR akan ilmu2 trsebut mka’a sya trus mncari sbua kbenarn yg NYATA, wlwpun mmpunyai bnyk GURU , KYAI , AJENGAN / pun kitab2 yg brhubungan dgn TASSAWUF tpi sya msih kurng sya ingin msih trus mnvcari ilmu d mncri trus

sprti hal’a dlm KITAB AL HKAM dr Syekh AHMAD bin MUHAMAD ATAILAH yg mmplajri tntng ilmu tassawuf
syara’a tassawuf adlh

SYARIAT – HAKIKAT – MAKRIFAT

SYARIAT adlah ktentuan apa yg telah d tetapkn ALLH n apa yg telah d ajrkan oleh ROSSUL yg psti’a tidk mnyimpang dr AL QUAR / hadist

HAKIKAT’a kita hrus mnjalni SYARIAT tu smua
bagaimana kita bsa MARIFAT kpd ALLAH kalau tidak mngethui apa yg telh d SYARIATkn n kita tidak mnjalni HAKIKAT’a

tinggktn MAQAM trgantung bgamna kta mmhami akn SYARIAT n HAKIKAT trsebut
bgaimna mo mncpai maqam trtinggi klo msih MENGHALALKAN MINUMAN KERSA n ZINAH pdhl sudh jels2 d LUAR SYARIAT

maff bun mksud mnggurui ni hnya NASEHAT tuk diri PRIBADI agrsya TIDAK LUPA dgn ni SMUA

allahu a’llam bishawwab

Balas ke LinggaLaporkan

Kiriman 72

Pulung Tri Handoko menulispada 29 Juni 2009 jam 13:22

Alhamdulilah
emang dalam menjalankan sesuatu mengalami beberapa tititk karena terjadinya sesuatu adalah penggabungan titik-titik yang akhirnya menjadi sesuatu yang bisa di baca dan dari titik-titik itu sinarilah dengan nur sehingga menjadi sesuatu yang jelas terbaca, ikhlas adalah komponen utama untuk membaca segala sesuatu, kalo bisa ya kita ikhlas saja berdiskusi
banyak pandangan tentunya kalo kita bisa ambil hikmahnya kita juga yang mendapatkan ilmunya bukan dengan pandangan tersebut kita menjadi terjerumus trus satu hal lagi yang perlu saya tegaskan apapun ilmunya back to basic aja kembalilah berlandaskan AL-QURAN & HADIST.

orang yang sampai pada tingkatan ilmu atau maqam lebih tinggi tentunya bisa memaknai sesuatu dengan luas tidak hanya membaca dengan berdasar kata-kata tapi membacalah berdasarkan makna

Saya yakin mas2 di sini intinya cuma satu bagaimana menjalani hidup berdasar qada dan qadar mas2 masing2 dalam rangka menuju Allah dan masing2 berusaha sedekat mungkin bersama Allah

jangan sampai terjebak dengan cara untuk mendekat kepada Allah
karena banyak cara untuk menuju Allah….

Contoh :
maaf ini hanya sebuah gambaran contoh saja tapi pemaknaannya tentunya lebih luas dari hal ini
di indonesia ini banyak yang dekat dengan SBY sebagai presiden tapi bagaimana di mata SBY sendiri kita gak pernah tahu
dari ulama,pengemis perampok, penjahat banyak macam lah

Subhanallah jadi intinya ya kita harus berusaha memahami AL-Quran dengan Kaffah dalam artian sempurna jangan kita memahami hanya dari satu sisi sehingga kita menjadi keliru…

Wallahu’alam bi shawaf

Balas ke PulungLaporkan

Kiriman 73

1 balasan

Lingga Pradana menulispada 29 Juni 2009 jam 13:45

iya mmng wjib pa bila da 1 perkara kmbli k alquran n hadist ..
klo mnyimpng dr al quran n hadist lbih baik jngn d ikuti !!

Balas ke LinggaLaporkan

Kiriman 74

1 balasan

Ade Imda Firmansyah membalas kiriman Linggapada 30 Juni 2009 jam 3:16

saya sangat sepakat dan mendukungnya… segala sesuatu yang terbaik adalah dikembalikan kepada Allah melalui Al-Quran dan Hadist…. inilah yang paling benar….

Tapi ingat….. kembali pada Al-Quran dan Hadist… tidak selamanya adalah BENAR DAN DIBENARKAN…. MENGAPA? karena penentu utamanya adalah NIAT.

Saya sebagai orang BANYUWANGI asli dan kelahiran dari BANYUWANGI…. saya pernah diajari ilmu sesat yaitu SANTET….. mungkin anda tahu?…

Ternyata ilmu santet adalah ILMU YANG MENGEMBALIKAN SEGALA SESUATU DARI AL-QURAN HADITS… namun… faktor NIAT telah mengubahnya menjadi KESESATAN….

Saya juga pernah diajari ilmu sesat GENDAM ternyata ilmu ini juga kembali pada AL-QURAN dAN HADITS tetapi kembalinya tetap pada niat untuk kejahatan yang diambil dari ayat-ayat sakti dalam AL-QURAN

saya juga pernah diajari ilmu MAGIC wanita…. Ternyata ilmu ini juga KEMBALI PADA AL-QURAN dan HADITS… karena ilmu ini juga mengambil ayat-ayat sakti dalam surat YASIN… YUSUF…. Al-BAQOROH dll…

Saya juga pernah belajar sekolah AL-KITAB…. ternyata mempelajari INJIL juga diuji dan dikembalikan pada AL-QURAN HADITS untuk mengujui logika kebenaran INJIL….

juga ilmu yang lainnya….. semua bersumber pada AL-QURAN dan HADIST…. ternyata NIAT adalah segalanya dalam memahami AL-QURAN HADITS …. mau kita kemanakan?

Hingga aku mendapatkan ilmu dari kyai di Tidore asli dari Morro philipina, sekarang telah meniggal di philipina… walau kyai sehari …di masjid saat itu… saya dikasih ilmu keterbalikan hidup…. jadi mempelajari hidup dari sisi negatif untuk mendapatkan positif… begitu juga mempelajari AL-QURAN HADITS dari pembuktian terbalik untuk mendapatkan hakekat dan intisasri AL-QURAN HADITS…….Astagfirullah…… semoga ini bukan ilmu sesat untuk mempelajari AL-QURAN HADITS dari sisi neatifnya… untuk membentuk pribadi positif…

karena mengapa? seseorang telah paham… akan sesuatu itu hukumnya haram, ternyata dia tetap melakukan dg argument karena keterpaksaan dll…., sekarang agar kita tidak melakukan yang haram maka yang haram itu kita lihat dari makna halalnya….makna ihlasnya ALLAH dalam menentukan hukumnya HARAM dan HALAL. dan juga HALAL dan HARAM kita lihat dari sisi hakekatnya sebagai MAHLUK atau sesuatu yang telah dicipta oleh ALLAH…dan memiliki predikat yang sama pada kita sebagai manusia adalah juga MAHLUK…. semoga ANDA tidak bingung….

Balas ke Ade ImdaLaporkan

Kiriman 75

1 balasan

Ade Imda Firmansyah membalas kiriman M Natzerpada 30 Juni 2009 jam 3:26

Mas Natzer yang ganteng:

TUHAN adalah Mahluk
ALLAH adalah Tuhan

apakah TUHAN =/<> ALLAH? inilah ilmu… bedanya TUHAN dan ALLAH…

Balas ke Ade ImdaLaporkan

Kiriman 76

Lingga Pradana membalas kiriman Ade Imdapada 30 Juni 2009 jam 21:24

@Ade

heheheheheheh buanyyakakk yg kya gtu OM !!
emmm trnyata anda slah dlm mnilai’a !!
lihat biasa’a para dukun yg ga mo d sbut dukun mo’a d sbut kyai / ajengan / sspuh / spa az !!
yg jels2 sudh mnyalahi syariat agar tdik d anggap sest oleh orng yg mngi2nkn hal2 tresbut mka dia mnlylipkan surt2 / ayat2 al – quran
dulu sya jg blajr untunug sja sya pny pondasi sya tidk mngikuti’a

ingt biasa’a dlm ilmu pelet/gendam/ilm ghoib yg mrusk akn mnyelpkn ayat al – quran tpi biasa’a d blkng / d akhir akn da huruf2 hijaiyah misl’a lam , waw , ya , hamzah / huruf2 yg laen pdhl klo anda plaari d stulah letk ksesatn’a dstulh jampi untuk mmnggil JIN / yg biasa d sbut KHODAM sm s dukun tdi

tpi dmi mmluskn nia’a aar tidk d bilng mnyimpng mka dia mnyelipkan hurf2 trsebut

coba anda plajari lgi tntng huruf HIJAIYAH dalam ILMU ALAT
anda tau ilmu ALAT kn ?!!

Balas ke LinggaLaporkan

Kiriman 77

M Natzer Waiulung membalas kiriman Ade Imdapada 30 Juni 2009 jam 22:24

to bang ade imda yang tinggi maqamnya. benar apa yang anda katakan
buat saya tiada tuhan selain allah ini adalah bahasa yang sangat jelas untuk menggambarkan siapa tuhan siapa allah bahkan dalam konsep tauhidpun sudah sangat jelas di gambarkan.
maaf sebelumnya saya rasa nda sedikit keliru menanggapi tulisan saya yang saya tujukan buat bang imran. saya harap anda membaca dan menyimak baik2 tulisan saya agar anda mengerti apa yang saya pertanyakan. trimakasih atas perhatiaanya.

Balas ke M NatzerLaporkan

Kiriman 78

Saka Yosmita menulispada 30 Juni 2009 jam 22:53

woww.. mantabbb.. eeheheh..,, mohon maaf kalo saya yang salah memahami anda.. mas ade..,, apa yg mas maksud.. adalah… ummm…??

"kita tidak akan tau sejatinya benar itu kalo belum tau sejatinya salah..,, kita tidak akan tau sejatinya salah kalo belum tau sejatinya benar"

"seperti malam dan siang.., ada bulan ada matahari"

kalo benar begitu maksud anda..,, bagaimana dengan titik yg berada di tengah-tengah.. sejatinya benar dan sejatinya salah,, maksud saya.. lhaa wong matahari dan bulan itu ada gerhana nya…,,, siang dan malam itu ada ada shubuhnya.. ada mangribnya..,, waduh bingung saya…
eheheheh.. ilmu keterbalikan hidup..,,, bingung dulu.. lalu ngerti.. baru paham,,,,, ngaco dulu… lalu ngaca… truss ngaji.. waduhh tambah bingung saya… abis ngaji mau ngapain ya? masa mau zina and madot lagi?? hihihihi…

permisi.. ngadem lagi ahh.. :p

Balas ke SakaLaporkan

Kiriman 79

Anda menulispada 01 Juli 2009 jam 17:16

Masalah TITIK yang berada di tengah-tengah adalah sebuah hukum grafitasi Tuhan yang menarik antara hitam dan putih sebagai TITIK keseimbangan Tuhan sebagai TITIK kesempurnaan yang tidak memiliki kesalahan dan kekuranga.

Amin…..

Balas Kiriman Anda IniHapus Kiriman

Kiriman 80

1 balasan

Zainal Abidin A membalas kiriman Linggapada 01 Juli 2009 jam 17:28

@lingga

apakah kita ada kesamaan dengan nabi ADAM, dalam hal diturunkan kebumi?apakah ada kesamaannya?
inikah makna ayat yang berbunyi bahwa manusia dalam keadaan merugi?
belajar dari kesalahan untuk menjadi benar..

Balas ke ZainalLaporkan

Kiriman 81

Tasawuf Salesman Indonesia menulispada 01 Juli 2009 jam 17:52

hahahahahahaha… akhirnya aku yang kurang waras ini bisa ketemu dengan orang aneh yang aku cari, ASSALAMU ALAIKUM BUNG M. IMRON PRIBADI….
ADA DIMANA SEKARANG KAU…. AKU SUDAH 9 TAHUN MENCARIMU…. AKU JUGA IKUT JEJAKMU JADI SALESMAN… TAPI KAU DASAR MANUSIA YANG MISTERIUS….

KAU TELAH MENGAJARI AKU ILMU GILAMU…. TAPI KAU MEMBIARKAN AKU KEBINGUNGAN MENCARI SEJATINYA HIDUP DIMATA TUHAN… Aku SUDAH KEMANA -MANA MENCARI JEJAKMU…. KAU MAKIN GILA DENGAN OTAKMU YANG BERFIKIR SERBA TERBALIK… HAI BUNG IMRON…..

KAU TELAH BIKIN BANYAK ORANG MASUK ISLAM TAPI KAU MISTERIUS HILANG DARI PANDANGAN…..

Bung Imron aku ….ada salam dari Kyai mu di Tebu Ireng dan Kyai mu di Banyuwangi dan Kyai mu di Madura… kau disuruh sowan kesana ada sesuatu yang akan dibicarakan kepadamu…. tolong hubungi Kyaimu….

Balas ke Tasawuf SalesmanLaporkan

Kiriman 82

Tasawuf Salesman Indonesia menulispada 01 Juli 2009 jam 18:09

Bung Imron….
Ada pesan dari Kyai Alas Purwo untukmu…..
Ternyata kyai itu juga sangat mencintaimu dan selalu mendoakanmu… sebenarnya dia mengusirmu dari pondoknya karena dia sebenarnya malau atas 99 pertanyaan tentang hidup yang kau berikan kepadanya…. sebenarnya saat itu kyai itu sedang mempelajari 99 pertanyaan sebagaimana yang kau tanyakan… tapi kau sudah bertanya pertanyaan yang ke 39 padahal kyai itu masih membahas pertanyaan yang ke 21 … maka kau disruh pergi dan jangan kembali sebelum kaum mampu menjawab pertanyaan yang ke 99 ….

Kau disuruh kesana….
dia titip pesan padamu, tapi aku artinya tidak tahu… katanya kau tahu arti pesan itu……

pesannya..
HITAM ITU ADALAH PUTIH…..
KEBAIKAN ITU ADALAH KEBURUKAN….
TUHAN ITU BUKAN ALLAH….
ALLAH ITU BUKAN TUHAN….
ALLAH ITU YA ALLAH BUKAN YANG LAIN…..

KAMU ITU TELAH MATI…
KALAU KAMU HIDUP MAKA KAMU AKAN SOMBONG….
HALAL HARAM ITU TIDAK ADA…..
YANG ADA ADALAH HUKUM SYARIAT

SYARIAT ITU AKAN LENYAP DALAM HUKUM
HUKUM ITU TIDAK BERLAKU DALAM SYARIAT……
SEDANG HUKUM ITU ALAT…..
ALAT ITU ADALAH ILMU….
ILMU ITU TIDAK BERGUNA APA-APA
KALAU HANYA MENJADI TIDAK BERMAKNA…

KITABMU AL-QURAN
PAHAMI DENGAN PIKIRAN
PAHAMI DENGAN HATI
PAHAMI DENGAN NURANI
PAHAMI DENGAN DZIKIR…
SATUKAN PEMAHAMAN…
MAKA KAU AKAN TAHU HAKEKATNYA ALIF LAM MIM….

HAKEKAT HURUH BAK DALAM LAFAL BISMILAH TIDAK SAMA DENGAN TITIK
TITIK BUKAN HURUF BAK

TITIK ITU PIKIRAN
HURUF BAK ITU HAKEKAT ALLAH
TETAPI HAKEKAT ALLAH BUKAN HURUF BAK…
JADI HAKEKAT ALLAH ADALAH ALLAH… ALLAH BUKAN SEPERTI TULISAN ALLAH….
BAIK DALAM BAHASA ARAB ATAU BAHASA APAPUN…
PAHAMI ALLAH JANGAN PAHAMI TULISANNYA….

JADI HURUH BAK HANYALAH ALAT… BEGITU JUGA HAKEKAT TITIK JUGA ALAT…. YANG MERUPAKAN ILMU…

inilah surat yang dia titipkan untuk mu sahabatku…..

Balas ke Tasawuf SalesmanLaporkan

Kiriman 83

1 balasan

Lingga Pradana membalas kiriman Zainalpada 01 Juli 2009 jam 21:13

baca penjelasan saya insya allah anda akn pahami

Waktu adalah modal utama manusia, apabila tidak diisi dengan kegiatan positif, maka ia akan berlalu begitu saja. Ia akan hilang, dan ketika itu jangankan keuntungan diperoleh, modalpun telah hilang, Saidina Ali pernah berkata: “Rezeki yang tidak diperoleh hari ini masih dapat diharapkan lebih dari itu esok, tetapi waktu yang berlalu hari ini tidak mungkin dapat kembali esok”.

إِنَّ اْلإِنْسَانَ لَفِى خُسْر.2

Artinya:

“Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian”.

kalimat al-Insan اْلإِنْسَان َmenunjukan kepada manusia dan jenis-jenis manusia tanpa terkecuali, baik mukmin maupun kafir, karena melihat bentuknya yang makrifah (difinit). Syekh Muhammad Abduh menambahkan manusia dalam ayat ini besifat umum tetapi tidak termasuk kepada orang yang mukallaf (tidak terkena beban perintah agama) seperti bayi dan orang gila.

kata khusr خُسْر mempunyai banyak arti antara lain rugi, sesat, celaka, lemah, tipuan dan sebagainya yang kesemuanya mengarah kepada makna negativ, atau tidak disenangi siapapun. Kata tersebut dalam ayat ini berbentuk nakirah (indefinite). Ia menggunakan tanwin. Bentuk indifinit yang menggunakan tanwin itu memberikan arti keragaman dan kebesaran yakni kerugian dan kesesatan, kecelakaan yang besar dan sebagainya.

Kata la fi لَفِى adalah gabungan dari la لَ yang menyiratkan makna sumpah dan fi فِى yang mengandung makna wadah atau tempat. Dengan kata tersebut tergambar bahwa seluruh totalitas manusia berada di dalam satu wadah kerugian,. Kerugian seakan-akan menjadi satu tempat atau wadah dan manusia berada serta diliputi oleh wadah tersebut.

Jika demikian waktu harus dimanfaatkan. Apabila tidak diisi maka kita merugi, bahkan kalupun diisi tetapi dengan hal-hal negativ maka manusia pun akan diliputi kerugian. Di sinilah terlihat kaitan antara ayat pertama dan kedua dan di sini pula ditemukan sekian banyak hadist Nabi yang memeperingatkan manusia agar mempergunakan waktu dan mengaturnya sebaik mungkin. “Dua nikmat yang sering dilupakan banyak manusia, kesehatan dan waktu”.

.3إِلاَّ الَّذِيْنَ أَمَنُوْا وَعَمِلُوْا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْ بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْ بِالصَّبْرِ

Artinya:

“Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal yang saleh serta saling berwasiat tentang kebenaran dan berwasiat tentang kesabaran”.

Ayat yang lalu menegaskan bahwa semua manusia diliputi oleh kerugian yang besar dan beraneka ragam. Ayat d iatas mengecualikan mereka yang melakukan empat kegiatan pokok yaitu : Kecuali orang-orang yang beriman, dann beramal yang salih yakni yang bermanfat serta saling berwasiat tentang kebenaran dan ketabahan.

Balas ke LinggaLaporkan

Kiriman 84

1 balasan

Anda membalas kiriman Linggapada 02 Juli 2009 jam 17:23

@BUNG LINGGA
Ayat d iatas mengecualikan mereka yang melakukan empat kegiatan pokok yaitu : Kecuali orang-orang yang beriman, dann beramal yang salih yakni yang bermanfat serta saling berwasiat tentang kebenaran dan ketabahan.
============================================
Menurut Bung Lingga …. konsep dan hakekat beriman/percaya pada 6 hal itu seperti apa? keimanan itu barometernya seperti apa dalam kaitannya dengan halal dan haram? esensi iman itu apakah merupakan mahluk yang diciptakan oleh Allah atau merupakan sifat dari Qodariah yang merupakan prilaku manusia yang tanpa campur tangan Alla?

Beriman adalah sebuah misterius dalam hati yang tidak konsisten dalam eksistensinya, sehingga apakah beriman itu harus islam dulu atau iman dulu baru islam dan bagaimana kalau berdiri sendiri hakeatnya dimata ALLAH?

Beriman itu apakah merupakan sebuah kekuatan yang timbul dari sebuah keyakinan, lantas kalau beriman sangat kuat tetapi masih belum muslim? bagaimana perspektif Allah dalam hal ini?

Apakah iman itu sesuatu yang dapat menimbulkan kekuatan untuk berislam?

Lantas apakah hakekat ALLAH mengharuskan manusia untuk beriman?

Balas Kiriman Anda IniHapus Kiriman

Kiriman 85

Lingga Pradana membalas kiriman Andapada 02 Juli 2009 jam 19:43

@M Imron

sya akn coba jwb prtnyaan anda dng sringkas mngkin

konsep dan hakekat beriman/percaya pada 6 hal itu seperti apa? keimanan itu barometernya seperti apa dalam kaitannya dengan halal dan haram? esensi iman itu apakah merupakan mahluk yang diciptakan oleh Allah atau merupakan sifat dari Qodariah yang merupakan prilaku manusia yang tanpa campur tangan Alla?

Beriman adalah sebuah misterius dalam hati yang tidak konsisten dalam eksistensinya, sehingga apakah beriman itu harus islam dulu atau iman dulu baru islam dan bagaimana kalau berdiri sendiri hakeatnya dimata ALLAH?

Lantas apakah hakekat ALLAH mengharuskan manusia untuk beriman?

==============================================
Dalam bahasa sederhana mungkin bisa dikatakan ya sudah beriman, tetapi pada tataran awam (eksoterik) yang menggunakan definitif pikiran. Di dalam tataran lebih dalam lagi yang melibatkan hati (bathiniah/esoterik) mungkin belum bisa dikatakan dia sudah beriman. Mari kita coba urai lebih lanjut perihal Islam dan keimanan ini

Tahapan pertama dalam memeluk agama Islam adalah membaca dua kalimat syahadat. Yaitu kesaksian akan keesaan Allah dan kesaksian akan kenabian Rosulullah Muhammad SAW.

Hakikat dan hasil dari kesaksian akan tauhid adalah meninggalkan seluruh
seluruh tujuan dan sembahan selain Allah SWT.

Sedangkan hasil dari kesaksian akan kenabian adalah mengikuti sabda-sabda Rosulullah dan menerima semua perintah dan hukumnya yang berasal dari Allah SWT.

Ini adalah langkah menuju kedudukan pertama dalam agama Samawi

Tahapan kedua adalah keimanan, yakni pencapaian ketenangan dan keyakinan dan hubungan emosional (irtibath qalbi) dengan dua syahadat sebagai dampak dari penelitian, pemikiran dan pencerahan bathin

Berakhirlah masa perbedaan antara lahir dan bathin serta pergulatan
pemikiran dan kemunafikan melalui pengaruh kecenderungan hati ini dan
ikatan bathin (al irtibath al bathini), lalu munculah tahapan keimanan

Hakikat keimanan menguat dan keyakinan hati mengkristal dalam hati manusia, maka akan tercabutlah dari hati pelbagai ketergantungan materi dan tujuan-tujuan duniawi, sedikit demi sedikit, lalu tempat yang
ditinggalkannya diisi oleh cinta dan loyalitas (ikhlas) kepada Allah SWT

Penjelasan detail tentang Islam dan keimanan ini mari kita coba lihat Kalamullah dan Sunatullah

Kalau kita merefer hadits yang bersumber pada Ringkasan Syarah Arbain
An-Nawawi – Syaikh Shalih Alu Syaikh Hafizhohulloh saya ringkas tanpa menghilangkan maknanya, hadits diceritakan oleh Umar R.A. sebagai berikut,

Wahai Muhammad, terangkanlah kepadaku tentang Islam.Kemudian
Rosululloh shollallohualaihi wasallam menjawab: Islam yaitu: hendaklah
engkau bersaksi tiada sesembahan yang haq disembah kecuali Allah dan
sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah. Hendaklah engkau mendirikan sholat, membayar zakat, berpuasa pada bulan Romadhon, dan mengerjakan haji ke rumah Allah jika engkau mampu mengerjakannya
Orang itu berkata:
Engkau benar. Kami menjadi heran, karena dia yang bertanya dan dia pula
yang membenarkannya. Orang itu bertanya lagi: Lalu terangkanlah kepadaku
tentang iman. (Rosululloh) menjawab: Hendaklah engkau beriman kepada
Allah, beriman kepada para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para utusan-Nya,
hari akhir, dan hendaklah engkau beriman kepada taqdir yang baik dan yang
buruk
Orang tadi berkata: Engkau benar. Wahai Umar, tahukah engkau siapa
orang yang bertanya itu ?
Umar RA menjawab: Alloh dan Rosul-Nya yang
lebih mengetahui.Lalu beliau bersabda: Dia itu adalah malaikat Jibril
yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian……(HR. Muslim).

Dienul Islam mencakup tiga hal, yaitu: Islam, Iman dan Ihsan.
Islam berbicara masalah lahir, iman berbicara masalah batin, dan ihsan
mencakup keduanya
Ihsan memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari iman, dan iman memiliki
kedudukan yang lebih tinggi dari Islam. Tidaklah ke-Islam-an dianggap sah
kecuali jika terdapat padanya iman, karena konsekuensi dari syahadat
mencakup lahir dan batin. Demikian juga iman tidak sah kecuali ada Islam
(dalam batas yang minimal), karena iman adalah meliputi lahir dan batin.

Ahlussunnah menetapkan kaidah bahwa jika istilah Islam dan Iman
disebutkan secara bersamaan, maka masing-masing memiliki pegertian
sendiri-sendiri, namun jika disebutkan salah satunya saja, maka mencakup
yang lainnya. Iman dikatakan dapat bertambah dan berkurang, namun tidaklah dikatakan bahwa Islam bertambah dan berkurang, padahal hakikat keduanya adalah sama. Hal ini disebabkan karena adanya tujuan untuk membedakan antara Ahlussunnah dengan Murjiáh. Murjiáh mengakui bahwa Islam (amalan lahir) bisa bertambah dan berkurang, namun mereka tidak mengakui bisa bertambah dan berkurangnya iman (amalan batin). Sementara Ahlussunnah meyakini bahwa keduanya bisa bertambah dan berkurang.

Istilah Rukun Islam dan Rukun Iman, Istilah Rukun pada dasarnya
merupakan hasil ijtihad para ulama untuk memudahkan memahami dien. Rukun berarti bagian sesuatu yang menjadi syarat terjadinya sesuatu tersebut, jika rukun tidak ada maka sesuatu tersebut tidak terjadi. Istilah rukun seperti ini bisa diterapkan untuk Rukun Iman, artinya jika salah satu dari Rukun Iman tidak ada, maka imanpun tidak ada. Adapun pada Rukun Islam maka istilah rukun ini tidak berlaku secara mutlak, artinya meskipun salah satu Rukun Islam tidak ada, masih memungkinkan Islam masih tetap ada
Kata iman, dalam bahasa Indonesia berarti percaya. Menurut kamus Al Quran, kata iman secara bahasa, artinya membenarkan dengan hati adanya
petunjuk-petunjuk Allah yang diberikan kepada nabi Muhammad SAW, untuk
seluruh manusia. Sedangkan menurut istilah, iman adalah membenarkan dengan hati dan mengucapkan dengan lisan, serta mengerjakan dengan anggota badan.

Di atas sudah dijelaskan konsep keimanan yang sederhana dan mudah.
Dalam QS Al Hujaraat [49]:14, justru Anda akan dijelaskan lebih dalam lagi.
Diceritakan sekelompok Arab Badui datang kepada Rosul SAW serta menyatakan dirinya sudah beriman kepada Allah dan Rosul-Nya, akan tetapi konsepsi iman itu dibantah oleh Allah langsung pada saat itu, bahwa yang dimaksud keimanan itu bukan berasal dari pikiran dan aturan yang ditekankan dari luar dirinya, akan tetapi iman itu berasal dari fitrah atau jiwanya sendiri

"Orang-orang Arab Badui itu berkata :"Kami telah beriman",
katakanlah (kepada mereka) "Kamu belum beriman", tetapi katakanlah kmi
telah tunduk, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu… (QS. Al
hujaraat [49]:14)

Al Quran merupakan ayat kauliah yang membenarkan kenyataan ayat-ayat yang muncul dari jiwanya sendiri, seperti rasa kasih sayang, kecenderungan untuk berbuat baik dan lain-lain, semua bukan tuntutan untuk berbuat tetapi memang merupakan fitrah atau perwujudan dari dirinya. Allah tidak hanya menempatkan fitrah diri manusia kedalam keimanan kepada Allah, tetapi juga keinginan berbudi luhur dan menolak kepada kejahatan

"…Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada
kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah yang mengikuti jalan
yang lurus, sebagai karunia dan nikmat dari Allah, dan Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS Al Hujaraat [49]:7-8)

Tuhan telah menganugerahi manusia Fitrah dasar melalui rohani yang
suci, sehingga Islam mewajibkan berpuasa sebagai pengendali hawa nafsu
untuk menngembalikan kefitrahan (iedul fitri), yang dilukiskan oleh
Rosulullah SAW kepada kita seperti bayi yang baru lahir, yang lahir ke
dunia membawa spiritual yang suci. Dosa dan perubahan yang terjadi
kepadanya merupakan suatu yang "aksidental" dan tidak berhubungan dengan sifat alamiah dasarnya. Ini merupakan suatu tindak kekerasan terhadap fitrah dan kemerosotan insting yang tidak saja menyebabkan penyakit kejiwaan namun juga menghalangi kemerdekaan jiwanya

"Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal
mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar, dalam hati
mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya, dan bagi mereka siksa
yang pedih disebabkan mereka berdusta" (QS. Al Baqarah [2]:9-10).
Al hasil, setiap iman dan kufur akan menentukan arah dan tujuan utama dari
perjalanan hidup manusia. Adakalanya bergerak ke arah kesempurnaan dan
kebahagiaan, atau ke arah kesengsaraan dan kehancuran, Jadi, iman dan kufur ini menentukan nasib seseorang

Dengan demikian, pentingnya pengaruh iman terhadap kesempurnaan
dan kebahagiaan manusia dari sisi bahwa keistimewaan utama jiwa manusia
adalah hubungan berkesadaran dan ikhtiari dengan Allah SWT. Tanpa hubungan ini, ia tak akan menyentuh kesempurnaan hakiki serta berkah-berkahnya.

Dengan kata lain, tanpa kedekatan di sisi-Nya (Qurb Ilahi), hakikat
seseorang tidak akan mengejawantah secara aktual. Apabila ia ia mengabaikan anugerah Ilahi yang bernilai tinggi ini dengan ikhtiar buruknya, sungguh ia telah menjerumuskannya kedalam kezaliman yang paling besar, karena ia berhak mendapatkan siksa yang abadi. (QS. Al Anfal :55).

sebenarnya mesti panjang lagi kalau mau saya jelaskan cuma maff banget waktu saya terbatas

lagi juga pegel banget boz kalau harus di perjelas serinci mungkin

nah untuk pertanyaan yang ini

Lantas apakah hakekat ALLAH mengharuskan manusia untuk beriman?

===========================================
coba anda langsung tanyakan kepada ALLAH karena dari segi bahasa anda anda sedang bertnya kepada ALLAH maka yang berhak jawab ALLAH bukan saya

Balas ke LinggaLaporkan